Monthly Archives: May 2018

Peran Santri DalamPembangunan Bangsa

SALATIGA – Peran santri sangatlah penting dalam pembangunan bangsa di masa sekarang dan masa depan. Santri mempunyai keunggulan lain, yakni selain dalam bidang agama juga dapat menempakan diri dimana pun berada. Dengan keunggulan tersebut, tentunya peran santri menjadi penting dalam pembangun bangsa dan negara.

Hal tersebut dibuktikan banyaknya alumni pondok pesantren sebagai menteri pada era cabinet Joko Widodo. Sebagai contoh, Menteri Agama RI yang merupakan lulusan pondok pesantren Gontor, Jawa Timur, Meneteri Tenaga Kerja lulusan dari pondok pesantren Edi Mancoro Gedangan, Kab. Semarang, dan masih banyak lagi.

“Untuk itu, berbanggalah menjadi santri Pondok Pesantren Modern Bina Insani. Tentunya dengan menjadi santri di PPM Bina Insani maka ketika lulus nanti memiliki dua kenggunggulan, yakni mempunyai keunggulan dalam bidang agama dan ilmu formal lainnya,” kata Rektor IAIN.

Hal tersebut disampaikan Rektor IAIN Salatiga, Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. pada kesempatan Tarhim putaran ketiga di PPM Bina Insani, Susukan, Kab. Semarang, Jum’at (25/05) malam kemarin.

Rektor juga menambahkan, kami sangat bersyukur bisa bersilatuhim di PPM Bina Insani Susukan Kab. Semarang. Karena beberapa mahasiswa di IAIN Salatiga merupakan alumni PPM Bina Insani.

“Dari tahun ke tahun alumni PPM Bina Insani semakin bertambah. Terbukti tahun 2017 tercatat 100 lebih alumni PPM Bina Insani menjadi mahasiswa dan berprestasi di IAIN Salatiga,” tambah beliau

Sementara itu, Kepala Sekolah Muh. Zaini, M.Pd. mengatakan suatu kebanggaan semdiri, kami didatangi tamu besar yakni Bapak Rektor IAIN Salatiga beserta jajarannya. Kami juga bersyukur dengan kehadiran rombongan IAIN Salatiga, karena telah dibukakan pintu untuk memajukan PPM Bina Insani.

“Semoga dengan kehadiran Bapak Rektor beserta rombongan, para santri PPM Bina Insani dapat termotivasi untuk melanjutkan studinya di IAIN Salatiga.

Ramadan 2018 dibawah koordinator Lempabaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga kembali menggelar Tarawih dan Silaturahim (Tarhim). Ramadan tahun ini Tarhim digelar pada lima tempat.

Lima pondok pesantren tersebut yakni, PP Sirojuth Tolibin (Brabo, Grobogan), PP Al Mukmin (Tembarak, Temanggung), PP Modern Bina Insani (Susukan, Kab. Semarang), PP Zumrotuth Tholibin (Andong, Kab. Boyolali), dan PP Al Falah (Grogol, Salatiga). (zid/hms)

 

 

LEARNING OUTCOMES PUASA #1

DISIPLIN WAKTU

Layaknya sebuah paket training, puasa merupakan paket tahunan yang diberikan Allah Swt. untuk membentuk dan memelihara nilai-nilai penting bagi kesuksesan hidup hamba-Nya. Syarat mengikuti training ini adalah memiliki iman dalam hati, karena tanpa iman, puasa akan kehilangan arti. Learning outcomes atau hasil akhir kompetensi yang diharapkan bisa dikuasai, disebut dengan istilah “bertaqwa”. Ini merupakan konsep global yang sering dipahami lebih dominan dimensi peribadatan atau penghambaan manusia kepada Tuhan. Akan tetapi sebenarnya bila dijabarkan, learning outcomes puasa banyak juga tertuju pada pembentukan pribadi yang sukses dalam mengemban tugas kehidupan sebagai wakil Tuhan di muka bumi.

Paling tidak ada delapan nilai-nilai pribadi yang hendak dibentuk melalui puasa, yaitu (1) Berdisiplin dan menghargai waktu, (2) Pengendalian diri, (3) Kejujuran, (4) Kesabaran, (5) Teguh pendirian, (6) Berpikiran positif, (7) semangat belajar, dan (8) berjiwa sosial atau dermawan. Semua nilai ini sangat besar peranannya dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang. Idealnya seorang yang berpuasa, memerhatikan learning outcomes ini sebagai sesuatu yang measurable (dapat diukur) dan observable (dapat diamati) pada dirinya pada bulan-bulan sesudahnya.

Pertama, disiplin dan menghargai waktu. Orang yang berpuasa, tidak ada yang berani makan setelah waktu subuh tiba. Demikian pula, tidak akan ada yang berani mendahului berbuka sebelum waktunya. Bila ada, tentu dipertanyakan keimanannya. Ini sebenarnya merupakan pelatihan yang luar biasa, agar orang berdisiplin dan menghargai waktu. Orang harus terbiasa menepati waktu. Tentunya tidak hanya saat makan sahur dan berbuka, namun juga dalam segala aktivitas mereka. Kebiasaan untuk tepat waktu dalam segala aktivitas, akan membuat nyaman dan lebih produktif pada diri sendiri maupun dalam relasi dengan orang lain. Sebaliknya kebiasaan tidak tepat waktu itu membuat tidak nyaman dan tidak produktif.

Di dalam puasa, orang juga dilatih untuk memanfaatkan waktu secara efektif. Paling tidak ada 4 (empat) peruntukan waktu, yaitu: (1) untuk beribadah, (2) untuk bekerja, (3) untuk keluarga, dan (4) untuk beristirahat. Selama bulan puasa, orang cenderung menepati keempat peruntukan waktu ini dengan baik. Bila ini menjadi kebiasaan seseorang, niscaya ia akan memiliki peluang lebih besar untuk sukses, ketimbang orang yang tidak jelas dalam mengatur dan memanfaatkan waktu. Dan hal ini menjadi ukuran kebaikan keislaman seseorang, yaitu kemampuannya meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Pepatah mengatakan, waktu adalah pembunuh yang kejam. Orang yang tidak akan dibunuhnya, hanyalah orang yang sungguh-sungguh menggunakan waktu. Waktu juga diumpamakan seperti pedang, kalau kita tidak menggunakannya untuk memotong, maka kita akan dipotongnya. Oleh karenanya, orang yang bijak, pastilah menggunakan waktunya dengan baik. Dan orang yang menggunakan waktu dengan baik, adalah orang yang lebih berpeluang untuk sukses. Dan…ramadhan salah satunya melatih untuk hal ini.

Wallaahu a’lam

Peserta UM-PTKIN IAIN Salatiga Meningkat

SALATIGA – Pendaftar peserta UM-PTKIN 2018 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, tercatat calon mahasiswa baru yang mengikuti seleksi berjumlah 1.100 lebih yang tersebar di 24 Program Studi Strata Satu (Sarjana) yang tersedia.

Pelaksaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) serentak dilakukan pada seluruh Indonesia. Salah satu yakni di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, yang pelaksanaanya bertempat di kampus III Jl. Lingkar Salatia Km.2, Selasa (22/5).

Dr. Agus Waluyo, M.Ag., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan mengatakan, meningkatnya pendaftar di IAIN Salatiga tahun 2018 ini tentunya tidak lepas dari banyaknya lulusan SMA/MA/SMK yang mempunyai keinginan untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi serta adanya kepercayaan kuat masyarakat terhadap PTKIN khususnya IAIN Salatiga.

Lebih lanjut Dr. Agus mengatakan, seleksi UM-PTKIN 2018 berbeda dengan tahun sebelumnya. Ujian kali ini dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) pilihan model Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT).

“Model CBT ini merupakan sistem baru yang dipilih untuk memudahkan peserta ujian dalam mengerjakan soal-soal dengan cepat dan tepat dan tetap menyesuaikan perkembangan zaman,” kata Dr. Agus.

Sejalan dengan itu, Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. menyampaikan tahun ini menggunakan dua model dan semua dapat berjalan dengan lancar. Beliau juga menambahkan, daya tampung mahasiswa baru IAIN Salatiga tahun ini sebanyak 3200.

“Tahun ini daya tampung mencapai 3.200 mahasiswa baru, pada tahun depan kami berkomitmen untuk terus menambah kuota mahasiswa baru sesuai masukan dan permintaan dari masyarakat,” tambahnya. (zid/hms)

OJK Resmikan Pojok Ekonomi Digital, Rektor: Mahasiswa Harus Kuasai Bidang Teknologi

SALATIGA – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga Dr. Rahmat Haryadi, M.Pd. meminta mahasiswa harus memahami dan menguasai pemanfaatan ekonomi digital, sebagai bagian dari perkembangan teknologi.  Dengan penguasaan itu maka mahasiswa bisa bersaing saat terjun dunia kerja nanti.

Hal tersebut Rektor sampaikan saat Seminar Nasional Ekonomi yang digelar Dewan Mahasiswa (DEMA) di auditorium gedung K. H. M. Hasyim Asy’ari kampus III IAIN Salatiga Jalan Lingkar Selatan, Jumat (18/05) siang lalu.

“Manfaat ekonomi digital ini antara lain kemudahan sistem pembayaran, penyediaan dana, transfer uang berbasis smartphone, dan lainnya. Ketidaksiapan pelaku ekonomi memanfaatkannya, maka akan kalah bersaing di bidang pelayanan dan jasa di bidang ekonomi,” tegas beliau.

Dalam seminar bertema Literasi Baru Menghadapi Era Revolusi Industri : Ekonomi Digital itu, dihadirkan pembicara seperti Anggota Komisi XI DPR RI Fathan Subchi, dan dosen IAIN Salatiga Dr. Faqih Nabhan, serta Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Financial Technology Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Hendrikus Passagi.

Pada pemaparannya, Hendrikus mengatakan ekonomi digital telah mengubah berbagai hal pelayanan. Salah satu contoh, saat ini berkembang berbagai layanan berbasis daring (dalam jaringan) atau online.

“Di perbankan dan keuangan dikenal financial technology atau fintech. Di tengah masyarakat berkembang gojek online, dan kini sedang disiapkan gadai online, serta lainnya,” jelas Hendrikus.

Seminar tersebut dibuka dengan peresmian Pojok Ekonomi Digital kerja sama IAIN Salatiga dan OJK RI. IAIN Salatiga merupakan perguruan tinggi pertama yang memiliki Pojok Ekonomi Digital, sebagai bagian dari pendidikan literasi keuangan kepada mahasiswa.

Sementara itu, Fathan Subchi, menjelaskan kecanggihan teknologi fintech menjanjikan produk layanan keuangan inovatif, merespons kebutuhan pengguna akan kepercayaan, kecepatan, biaya rendah, keamanan, kegunaan, dan transparansi.

“Ruang dan waktu tidak lagi menjadi sekat dalam bidang pelayanan finansial. Maka karena itu, OJK dan BI harus mampu menyiapkan peraturan atau regulasi untuk mengatasi kerentanan dan ketidaksempurnaan di pasar keuangan,” ujarnya.(*) (zid/hms)

154 Santri Ma’jad Al Jamiah Diwisuda

SALATIGA – Rasa bangga dan bersyukur Ma’had Al Jamiah IAIN Salatiga tetap bisa meluluskan para satriwan-santriwati. Pada tahun ini tercatat sebanyak 154 santri Ma’jad Al Jamiah diwisuda.

Tentunya dengan doa Bapak Ibu, Ma’had Al Jamiah dapat terus berkembang sehingga dapat bersaing dengan kampus besar lainnya. Selain itu, para santri dapat berkompetisi dengan mahasiswa lainnya di tingkat nasional maupun internasional.

“Terbukti pada tahun ini santri Ma’had Al Jamiah IAIN Salatiga dapat menjadi peserta seminar internasional di Malaysia, selain itu para santri juga ikut berkompetisi dengan mahasiswa lainnya di ajang tingkat nasional”.

Hal tersebut disampaikan Moh. Khusen, M.Ag. M.A. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama dalam sambutan Akhirusannah Ma’had Al Majiah, di halaman ma’had, Jum’at (11/05).

Sementara itu, pengasuh Ma’had Al Jamiah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga yang diwakili oleh Mohammad Mas’ud, M.PdI, bahwa keberhasilan para santri selama di ma’had merupakan kebahagian kita semua. Seperti pada tahun ini terdapat prestasi yang luar biasa, terdapat santri tahfidz, melanjutkan pendidikannya di luar negeri, serta mampu berkompetisi di ajang nasional maupun internasional.

Mas’ud juga menambahkan, Atas nama pengelola Ma’had Al Jamiah mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak Ibu wali santri telah mempercayakan kepada kami. Setelah selesai berada di ma’had, tentunya para santri dapat melanjutkan dibeberapa pondok pesantren yang telah bekerjasama dengan IAIN Salatiga.

“Perlu kami sampaikan, bahwa selama santri berada di ma’had telah mengalami perubahan yang signifikan, hal tersebut dibuktikan banyaknya prestasi yang diraih para santri selama berda di Ma’had Al Jamiah,” ujar Mas’ud.

Wali Santri yang diwakili Abdul Mujab mengatakan, setelah anak-ank kami berada di Ma’had Al Jamiah IAIN Salatiga telah megalami berubahan. Semoga ilmu yang telah didapat selama berada di ma’had dapat bermanfaat ketika di masyarakat.

“Kami sangat berterimakasih kepada segenap pengurus dan pimpinan IAIN Salatiga, karena anak kami telah mendapat ilmu yang banyak dan kelak dapat bermanfaat bagi masyarakat serta bangsa Indonesia,” kata Abdul. (zid/hms)