Monthly Archives: June 2018

IAIN Salatiga Selenggarakan Silaturahmi

SALATIGA – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga pada hari pertama masuk jam kerja usai cuti bersama Hari Raya Idulfitri 2018 selenggarakan silaturahmi dan Halal Bihalal yang diadakan di halaman Gedung K.H. Hasyim As’ari Kampus 3, Kamis (21/06).

Halal Bihalal tersebut dihadiri oleh keluarga Pensiunan (Sesepuh), Guru Besar, jajaran Senat, Dekan dan Wakil Dekan,  seluruh Dosen dan Karyawan di lingkungan IAIN Salatiga.

Pada Halal Bihalal 1 Syawal 1493 H IAIN Salatiga mengambil tema “Dengan Kebersihan Hati, Kita Aktualisasikan Fitrah Dalam Dinamika Kehidupan untuk Meraih Ridho Robbul Izzati”. Melalui tema tersebut, selain membersihkan hati di hari Idulfitri juga dapat mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari dalam meraih ridho Allah SWT.

Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat  Hariyadi, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh keluarga besar IAIN Salatiga. Selain itu, beliau mewakili segenap pimpinan di lingkungan IAIN Salatiga mengucapkan “Minal ‘Aidin wal Fadzin-Mohon Maaf Lahir dan Batin”.

Beliau juga menyampaikan bahwa keluarga besar IAIN Salatiga semakin bertambah, dengan rincian dosen PNS 126, karyawan PNS 51, dosen tetap non PNS 75, karyawan adminitrasi 28, tenaga keamanan 35, tenaga kebersihan 36, dan 2 tenaga poliknik total mencapai 353 orang. Kemudian jumlah mahasiswa di IAIN Salatiga sudah mencapai 10.200 orang dan pada tahun ini akan menerima 3.000 calon mahasiswa.

“Inilah gambaran keluarga besar IAIN Salatiga, maka kami memohon doa dan dukungannya dalam memajukan serta mengembangakan IAIN Salatiga yang kita banggakan,” terang beliau. (zid/hms)

 

BERTAKBIR DENGAN HATI

Laksana pasukan, saat ini kita sedang kembali dari perang besar
Dan meraih kemenangan dalam menghadapi musuh
Yang ada di dalam diri kita sendiri
Menyatu dengan diri, dan mungkin telah lama menjadi tuan bagi diri ini
Yaitu hawa nafsu, keserakahan, egoisme, amarah, dsb.
Karena itulah, kita kumandangkan takbir dan tahmid
Sebagai tanda sukacita, namun juga berisi pengakuan
Allah Maha Besar, kita semua ini kecil, tak berarti
Tak punya daya, tak punya kemampuan, kecuali dengan pertolongan-Nya
Sehingga, tak pantas sama sekali menepuk dada
Dan menganggap kemenangan itu karena usaha kita semata
Karenanya, rangkailah dengan kalimat tahmid
Dia lah yang selayaknya dipuji, kita tak layak berharap pujian
Kita ini penuh cacat-cela, aib serta dosa
Hanya karena kemurahan Allah lah aib-aib itu masih ditutupi-Nya
Maka kita memuji-Nya dan berterima kasih kepada-Nya
Atas pertolongan-Nya, atas kemurahan dan kasih-sayang-Nya

Lantas…ketika sudah mengakui kebesaran dan kemuliaan Allah
Dan menyadari banyaknya aib dan dosa pada diri sendiri
Pastilah kita akan selalu merendah dan berharap ampunan serta ridlo-Nya
Dan…pasti kita pun akan menjadi rendah hati di hadapan manusia
Tak lagi sungkan dan gengsi mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada sesama
Agar ringan beban kita
Ungkapan minta maaf itu sejatinya juga menyiratkan
Bahwa kita pun telah memberi maaf atas kesalahan saudara kita
Karena kita sadar, menyimpan dendam itu hanya akan menyuburkan berbagai macam penyakit hati
Yang pelan tapi pasti, juga akan menyakiti tubuh kita ini.

Bila kita sudah melakukannya
Perjalanan kita ke depan akan jadi lebih ringan
Kita juga merasa lebih siap bila suatu saat dipanggil menghadap-Nya
Yang itu pasti dan dekat, meskipun kapan, di mana, dan bagaimananya rahasia
Dan kita berharap Allah memberi kesudahan yang baik bagi kehidupan kita.
Aamiin

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H
تقبل الله منا ومنكم صيامنا وصيامكم وكل عام وانتم بخير
Segala salah dan khilaf, mohon dimaafkan

ACTION PLAN PASCARAMADHAN

Ramadhan tinggal hari-hari terahir
Tujuan training ini insya Allah telah kita kuasai dengan baik. Kita telah menguasai kemampuan untuk : berisiplin dan menghargai waktu,
mengendalikan diri, jujur, sabar, teguh pendirian, berpikiran positif,
semangat belajar, serta berjiwa sosial dan dermawan.

Insya Allah inspirasi dan insight untuk perubahan hidup kita ke depan
Juga kita peroleh melalui turunnya “lailatul qodar” pada kita. Tinggal menuangkannya dalam action plan pascaramadhan. Sehingga setelah memasuki bulan Syawal (yang berarti “peningkatan”). Hidup kita akan mengalami perubahan yang terukur dan terprogram. Karena kehidupan dan masa depan hanya bisa kita ubah
Melalui perubahan sikap dan kebiasaan kita. Sebagaimana kata bijak: “If you always do what you’ve always done, You’ll always get what you’ve always got.” (Henry Ford)

Rencana aksi pasca training Ramadhan setahun ke depan
Berisi target-target yang hendak kita capai dalam berbagai dimensi hidup kita
Dalam relasi dengan Tuhan, dalam. hal profesi, hubungan dengan keluarga, dst. Apa pun yang ingin kita raih pascaramadhan, cobalah tuangkan. Setelah itu, tuliskan kebiasaan apa yang harus diubah pada diri kita. Yang utama tentu adalah manajemen waktu
Susun dan tepati waktu untuk: beribadah, bekerja, bersama keluarga, dan beristirahat. Lanjutkan kebiasaan bangun sahur, untuk shalat tahajud dan berdoa Lanjutkan untuk terus mengontrol pikiran dan panca indera, selalulah berbaik sangka
Kita boleh juga mematok target sedekah kita, Baik besarnya nominal maupun jangkauan beneficiarynya
Kemudian, bekerjalah dengan fokus pada progres. Tiap hari harus ada progres untuk target yang kita canangkan. Oh ya… jangan lupa memasukkan nama-nama saudara, teman, kenalan. Dan orang-orang yang pernah berjasa dalam perjalanan hidup kita
Yang kita targetkan untuk bisa bersilaturrahmi. Karena kita tahu, silaturrahmi itu memanjangkan umur dan membuka pintu rizki

Semoga kita bisa terus mengubah dan memperbaiki diri, Serta menyiapkan diri memenuhi panggilan-Nya
Semoga kita nanti “puas” saat menghadap-Nya. Dan… Allah pun ridlo melihat amal kita, dan menerima kita kembali. Aamiiin.

Wallaahu a’lam

LEARNING OUTCOMES PUASA #8

KEDERMAWANAN

Ketika orang yang berpuasa merasakan lapar dan haus di siang hari. Maka ia dianjurkan menyadari dan mensyukuri keadaannya, Bahwa nanti sore hampir pasti telah tersedia makan dan minum untuknya. Sembari mengingat derita orang-orang yang miskin yang tiap hari merasakan lapar, dan tidak pasti ada yang dimakannya. Atau pun kalau ada, harus didapatnya dengan susah payah.

Harapannya orang puasa itu menjadi tergugah untuk banyak bersedekah
Hingga seterusnya jadilah ia seorang yang dermawan

Kedermawanan itu, hakikatnya akan kembali pada diri sendiri
Baik berupa kebaikan (berkah) dalam rizki dan hidupnya
Maupun dalam dalam kesehatan pribadinya
Karena kedermawanan itu nimbulkan kebahagiaan
Pada saat melakukan sedekah, dalam diri seseorang akan muncul
Hormon cinta (oxytocin) dalam jumlah besar*
Ini menjadikannya lebih sehat dan gembira, merasa dibutuhkan,
Dan merasa memiliki tujuan jangka panjang (kampung akhirat)
Kiranya ini menjadi salah satu bukti kebenaran
Firman Allah yang berbunyi:
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri …(Q.A. Al-Israa: 7)

Puasa itu sendiri menyehatkan bagi tubuh manusia
Ditambah lagi dengan kebahagiaan yang muncul karena sedekah
Yang melipatgandakan kekebalan tubuh dan menyehatkan
Sungguh, puasa itu membawa berkah yang luar biasa
Tidak hanya pahala dan surga yang menanti besok di sana
Namun keberkahannya sudah bisa kita terima di dunia
Subhaanallah.. Rabb manusia, yang sangat Cinta pada seluruh hamba-Nya
Yang memberikan semua syariat-syariat-Nya
Demi kebaikan dan keberhasilan hidup manusia, dunia dan akhiratnya
Wallaahu a’lam

*Taruna Ikrar : https://www.republika.co.id/berita/ramadhan)

REGISTRASI ULANG TAHAP II CALON MAHASISWA BARU JALUR SPAN-PTKIN TAHUN 2018

Assalamu’alaikum w. w.

Diberitahukan kepada Calon Mahasiswa Baru jalur SPAN PTKIN 2018 yang belum melaksanakan registrasi pada tanggal 22 s.d. 24 Mel 2018 akan dilayani pada:

Hari, Tanggal : Selasa s.d. Kamis, 17 s.d. 19 Juli 2018
Tempat : Gedung K.H. Hasyim Asy’ari Kampus III IAIN Salatiga
JI. Lingkar Salatiga Km. 02 Kec. Sidorejo, Salatiga

Demikian, harap menjadikan perhatian.

Wassalamu’alalkum w.w.