Monthly Archives: October 2018

Ma’had Al-Jami’ah Menggelar Seminar Nasional Santri

SALATIGA-Ma’had Al-Jami’ah IAIN Salatiga dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2018 menggelar seminar nasional para santri yang bertempat di Auditorium Gedung K.H. M. Hasyim Asyari, Kampus 3 IAIN Salatiga, Sabtu (27/10/2018).

Seminar tersebut diikuti 350 santri dari Kota Salatiga dan sekitarnya dengan mengusung tema “Peran Mahasantri sebagai Agen Perdamaian dalam Mempertahankan NKRI”. Sebagai pembicara menghadirkan Dr. K.H. Abdul Ghofur Maimoen (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 3 Sarang sekaligus Rektor STAI Al-Anwar Rembang) dan Fahsin Muhammad Fa’al, S. Hum., M. Si. (Pengasuh Pondok Pesantren Kiai Gading Demak sekaligus Dosen IAIN Salatiga).

Rektor IAIN Salatiga yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Moh. Khusen, M. Ag, M.A. dalam sambutnya sangat mengapresiasi acara seminar hari santri ini, beliau juga mengatakan bahwa pertahanan NKRI sekarang bukan tentang peperangan seperti zaman dulu tetapi tentang kompetisi.

“Jangan sampai bangsa barat menjajah NKRI dengan masuknya budaya mereka melalui perkembangan media. Oleh karena itu, santri sebagai agen perdamaian dalam menjaga NKRI harus mampu bersaing dalam bidang teknologi,” kata Moh. Khusen, M.Ag., M.A.

Sementara itu, Gus Ghofur dalam paparannya menekankan para santri untuk berperan aktif dalam menjaga perdamaian NKRI dengan tidak saling membenci dan tidak saling mengunggulkan nabi masing-masing, karena Nabi Muhammad sendiri pernah berkata, “Jangan pernah mengunggulkan aku dengan para nabi yang lain, jangan pernah mengunggulkan aku dengan Nabi Isa di hadapan orang Nasrani”.

“Sebagai seorang santri sudah saatnya untuk meneladani dan mengimplementasikan kisah Rasulullah SAW yang hidup damai bersama non-muslim,” terang Rektor STAI Al-Anwar Rembang.

Lebih lanjut, Gus Fahsin menuturkan bahwa santri juga wajib tahu cara menanggapi narasi ektrimis di era digital. “Santri harus tahu bagaimana kita menanggapi narasi ekstrimis, karena era sekarang manusia sudah berperang melalui media sosial”, pungkasnya.

Peringatan HSN tahun ini juga dimeriahkan dengan lomba menulis essay antar santri dan lomba membuat video iklan layanan masyarakat yang diselenggarakan sebelum seminar nasional tersebut. (zid/hms) IAIN Salatiga-#AKSI

Hasil Seleksi Andiminstrasi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2018

Silahkan klik:

Wisudawan Dihadapkan Era Disrupsi Teknologi

SALATIGA-Saat ini dunia tengah memasuki era disrupsi teknologi yang bergeser pada era Revolusi Industri 4.0, yaitu revolusi berbasis Cyber Physical System yang secara garis besar merupakan gabungan tiga domain yaitu Digital, fisik, dan biologi. Ditandai dengan munculnya fungsi-fungsi kecerdasan buatan (artificial intelligence), mobile supercomputing, intelligent robot, self-driving cars, neuro-technological brain enhancements, era big data yang membutuhkan kemampuan cybersecurity, era pengembangan biotechnology dan genetic editing (manipulasi gen).

Menurut Rektor IAIN Salatiga, Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd., revolusi industri 4.0 akan memunculkan digitalisasi, optimalisasi dan kustomisasi produksi, otomasi, melalui penggunaan teknologi internet. Pola industri baru ini membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru serta hilangnya beberapa jenis pekerjaan atau jabatan.

Beliau juga menambahkan, oleh karena itu, setelah Anda sekalian menyelesaikan studi, Anda diharapkan terus mengembangkan diri dan mempraktikkan kemampuan Anda, terutama dalam lima hal, yaitu Kemampuan berpikir kritis,  Kreativitas dan inovasi, kemampuan atau keterampilan berkomunikasi, kerjasama  dan kolaborasi, serta  kepercayaan pada dir sendiri.

“Dengan lima karakteristik keperibadian tersebut, maka diharapkan para wisudawan akan memiliki jiwa entrepreneur, mampu melihat peluang dan berani memanfaatkannya, bukan hanya menanti sesuatu yang tak pasti,” tambah beliau.

Hal tersebut disampaikan Rektor saat memberikan sambutan Sidang Senat Terbuka IAIN Salatiga dalam rangka Wisuda VIII Program Diploman, Sarjana, dan Magister Tahun 2018, di Kampus III, Jalan Lingkar Salatiga, Sabtu (20/10/2018).

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Ketua Panitia, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. Agus Waluyo, M.Ag. mengatakan pada wisuda VIII periode Oktober 2018 ini kita mewisuda sebanyak 738 (tujuh ratus tiga puluh delapan) orang yang terdiri dari, Program Diploma Tiga Perbankan Syariah Faskultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 44 (empat puluh empat) orang, Program Sarjana Strata 1 sebanyak 675 (enam ratus tujuh puluh lima) orang.

Program Pascasarjana Strata 2 sebanyak 19 (sembilan belas) orang yang terdiri dari, Program Studi Pendidikan Agama Islam sebanyak 14 (empat belas) orang, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 2 (dua) orang, Program Studi Ekonomi Syariah sebanyak 3 (tiga) orang.

Program Diploma Tiga (D.3) dicapai oleh Lia Ni`matul Maula dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,85 (tiga koma delapan lima). Program sarjana Starta Satu (S1) dicapai oleh Sakbani dari Program Studi Pendidikan Agama Islam dengan Indeks Prestasi Akademik 3,94 (tiga koma sembilan empat). Program Pascasarjana Strata dua diraih oleh Diah Munfa’ati dengan Indeks Prastasi Kumulatif 3,82 (tiga koma delapan dua).

“Sampai dengan wisuda VIII IAIN Salatiga ini, sejak statusnya masih sebagai Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Salatiga sampai sekarang telah mewisuda11704 (sebelas ribu tujuh ratus empat) orang,” terang Dr. Agus. (zid/hms) IAIN Salatiga-#AKSI

Asmui Berbagi Kiat Sukses Dengan Calon Mahasiswa

“Siapa yang punya uang dua puluh ribu? Saya akan tukar dengan seratus ribu,” demikian CEO Javapuccino Indonesia, Muh. Asmui Kammuri memberikan contoh kepada ratusan calon wisudawan IAIN Salatiga tentang pentingnya menangkap peluang, Jumat ( 19/10/2018).

Kesuksesannya membangun bisnis kuliner memang tidak terlepas dari kecepatannya menangkap peluang di sektor ini. Pria muda peraih predikat Wirausaha Muda Terbaik 2011 dari Menteri Negara Koperasi dan UKM RI ini mengisahkan bagaimana ia jatuh bangun membangun bisnis usai lulus program diploma dari IAIN Salatiga yang pada tahun 2006 masih berstatus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga.

“Cita-cita saya ingin lanjut kuliah di UIN Jakarta. Di sana saya bertemu teman yang mengizinkan saya tinggal gratis di indekosnya,” ungkap ayah beranak tiga ini di hadapan 738 calon wisudawan IAIN Salatiga.

Kondisi keluarga yang saat itu pas-pasan membuat dirinya harus berjuang untuk hidup sekaligus berkuliah di Ibu Kota. Berbekal ijazah diploma yang dimilikinya ia bekerja sebagai guru bimbingan belajar di sekitar Bintaro, Pondok Indah, dan Ciputat. Namun rupanya kesibukannya mengajar mempengaruhi kuliahnya. Ia mendapatkan teguran keras dari dosennya. “Akhirnya saya berhenti,” paparnya.

Tak lagi punya pekerjaan, ia mendapatkan ide untuk menjual kerupuk yang sering kali dikirimkan orangtuanya. “Saya lari ke pasar. Puluhan tukang sayur menjadi teman saya. Satu, dua dus terjual,” imbuh pria berusia 35 tahun ini. Selain kerupuk, ia juga sering mendapatkan kiriman telur asin. Alhasil, ratusan warung makan sepanjang jalan ia biasa mengajar bimbel dulu menjadi mitranya.

“(Dari bisnis itu) saya jadi MKB alias mahasiswa kaya baru. Sudah punya belasan karyawan, punya motor meski masih nyicil,” lanjut Asmi. Usaha tak selalu berjalan mulus, di akhir tahun 2008 usahanya bangkrut karena sebagian dananya terserap untuk menjalankan bisnis telepon seluler.

Kegagalan sekali lagi tak membuatnya berhenti maju. Usai sharing dengan ibundanya, ia dikenalkan dengan seseorang yang mengeluti bisnis berjualan teh. Dari situ Asmi terinspirasi untuk berjualan es teh. Bermodal uang Rp 1 juta, ia menyewa tempat di sebuah gang kecil di sekitar kampus UIN Jakarta.

“Hari pertama seharian berjualan saja dapat Rp 28.000. Hari kedua, saya turunkan harga jual. Biasanya dijual Rp 3.000 saya jual Rp 2.000. Di hari kedua jualan itu saya bisa mendapatkan uang Rp 700.000. Dari itu saya langsung semangat,” papar dia.

Yakin dengan bisnis baru yang digelutinya, ia kembali menemui dosen yang dulu pernah mengusirnya dari kelas lantaran terlambat masuk. “Beliau menjadi mitra pertama saya di bisnis ini. Dari 2008 sampai 2010 saya sudah punya 100 gerai,” ceritanya.

Hingga kini, Asmi telah memiliki 390 gerai kuliner dengan beragam brand seperti Solopuccino Coffee, Chicken Day Fastfood, Daycinno Coffee & Co dan Bebek Kanoman. “Jumlah itu 36-nya resto. Sedang yang lain gerai take away,” jelas dia ketika ditemui usai acara.

Di acara Pembekalan Calon Wisudawan Periode Oktober IAIN Salatiga itu, Asmi berpesan pentingnya memanfaatkan peluang. Termasuk di era milenial saat ini media sosial menjadi sarana berbisnis yang efektif. “Kerja keras, kerja cerdas kerja tuntas dan kerja ikhlas praktikkan di kehidupan kalian. Insyaalah goal,” tutup dia.

Tak hanya itu dia juga mengingatkan untuk tidak melupakan keluarga. Baginya, kesuksesannya tak lepas dari doa Ibu. “Keluarga itu sangat penting terutama Ibu. Sampai sekarang usaha saya jadi seperti bisnis keluarga. Semua saya libatkan,” jelas pengusaha kelahiran Kabupaten Semarang ini.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Moh. Khusen, M.Ag., M.A. dalam sambutannya mengungkapkan acara pembekalan diharapkan bisa memberika motivasi bagi calon wisudawan. Karena setelah para mahasiswa menyelesaikan studinya, maka itulah perjuangan sesungguhnya.

“Narasumber kali ini sangat inspiratif, selain menjadi wirausaha muda sukses, beliau juga alumni dari kampus kita tercinta. Selanjutnya saya berharap kalian menjadi alumni yang rahmatan lil alamin,” tutur dia
(cka/zid) IAIN Salatiga-#AKSI

PERPANJANGAN MASA PENDAFTARAN CPNS IAIN SALATIGA TAHUN 2018

Berdasarkan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : K26-30/V 141-2/99 Tanggal 3 Oktober 2018 Tentang Perpanjangan Pendaftaran CPNS Tahun 2018, bahwa pendaftaran CPNS melalui Sistem Seleksi CPNS Nasional “sscn.bkn.go.id” diperpanjang sampai dengan Tanggal 15 Oktober 2018 pukul 23.59 WIB. Pengaturan ulang jadwal perpanjangan ini dilakukan secara otomatis oleh Panselnas.
Demikian Pemberitahuan Pengumuman ini kami sampaikan untuk dapat dipedomani lebih lanjut.