Mendekatkan Kampus di Pondok Pesantren

Pondok pesantren Al-Iman dapat dikatakan sebagai pondok pesantren tertua di kabupaten Purworejo, tepatnya di Desa Bulus Kabupaten Purworejo. Ponpes Al-Iman dibawah naungan Yayasan Al-Iman kini berkembang dalam dunia pendidikan mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (M.I), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Hal tersebut disampaikan K.H. Hasan Agil Ba`bud selaku pengasuh pondok pesantren Al-Iman ketika memberikan sambutannya dalam kegiatan Silaturahmi & Sarasehan yang diadakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Rabu (31/05). Kegiatan tersebut bertempat di aula MA Al-Iman dan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, dan Para Dekan.

Rangkaian kegiatan yang diawali dengan shalat tarawih bersama para santri dan selaku imam dipimpin langsung oleh pengasuh pondok Al-Iman K. H. Hasan Agil Ba`bud. Kegiatan ini memang rutin dilakukan oleh LP2M menyambut bulan suci ramadan dengan tujuan mendekatkan kampus dilingkungan pesantren.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Salatiga mengatakan, bahwa di tahun lalu kami berada di Ponpes Pabelan Muntilan, Ponpes Tegalrejo Magelang, dan sekarang berada di Al-Iman Purworejo.  Kegiatan yang sering kami lakukan ini mempunyai tujuan utama yakni kampus lebih dekat dengan pesantren. Karena kita adalah pewaris yang sah negara ini, untuk itu semua masyarakat umum ataupun kalangan pesantren harus memliki ilmu setinggi-tingginya.


Selanjutnya, menurut Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan, bahwa saya yakin negara  yang diperjuangkan kemenderkaan oleh para kyai dan santri.  Karena yang mempunyai konsep mati sahid adalah para kyai dan santri.

“Para santri adalah  generasi yang harus siap meperjuangan negara ini di masa depan,” ujar beliau.

Rektor juga menambahkan, mengapa dar i dulu hingga sekarang pondok pesantren berada di desa-desa yang diasuh oleh para kyai. Hal tersebut tentunya bukan tidak ada sebab, karena dengan keberadaan pesantren di desa diharapkan dapat mencetak para santri-santri pada jaman dahulu dapat melawan penjajah.

“Pokoknya kita niat menuntut ilmu setinggi-tingginya, peluang pasti ada dan jalan pasti terbuka jika Allah menghendaki maka semua akan tercapai,” pungkasnya sebelum mengakhiri sambutan.