Pemuda Koperasi Berjiwa Coorpreneurship dan Artpreneurship

Koperasi Mahasiswa Fatawa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga adakan Seminar Nasional bersama dengan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia. Seminar tersebut berlangsung di Aula Kampus 1 IAIN Salatiga, pekan kemarin (Kamis, 27/04).

Seminar Nasional dengan tema “Mewujudkan Pemuda Koperasi Berjiwa Coorpreneurship dan Artpreneurship” juga bekerja sama dengan Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia. Antusias peserta dalam seminar tersebut membludag hingga 500, terdiri dari perwakilan Kopma IAIN Suarakata, Kopma Untidar Magelang, Kopma Universitas Ronggolawe Tuban, dan perwakilan dari SMA/SMK se-Kota Salatiga.

Rektor IAIN Salatiga yang diwakili Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Kastolani, M.Ag. dalam membuka acara tersebut mengatakan, IAIN Salatiga selalu berbenah diri baik aspek kelembagaan maupun proses pembelajaran. Sehingga para mahasiswa yang dititipkan orang tua dapat siap terjun ditengah-tengah masyarakat. Maka mahasiswa IAIN Salatiga harus optimis dalam menuntut ilmu dimanapun berada.


“Bahwa masa depan kita bukan ditentukan dimana kita belajar, tetapi kita harus tanggap dan aktif terhadap apa yang ada dihadapan kita,” ujar Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan.

Lebih lanjut Debuti Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM R.I. Prakoso Budi Susetyo, S.E., M.M. mengatakan, bahwa berkoperasi yang harus pertama dilakukan adalah pembinaan terhadap anggota. Untuk  sebab itu, dari dulu saya terus melatih dan mengajak semua mulai dari SMA sampai para mahasiswa untuk terus berinnovasi dengan kunci tidak gengsi. Sudah banyak para wirausaha yang membutikan, bahwa sebagai entrepreneurship harus yakin dan tidak gengsi pada usahanya.

“Oleh sebab itu, mulailah usaha dari sekarang, tidak cukup hanya dengan niat dan modal,” ujar Debuti Bidang SDM yang juga wirausaha otomotif. 

Debuti juga menjelaskan, dalam usaha kita tidak boleh berpindah-pindah. Selain itu, yang tidak kalah penting dalam usaha kita juga harus mengetahui kegagal. Lebih penting lagi setiap usaha harus ditangani sendiri terlebih dulu, agar dapat mengetahui pola usaha kita. Supaya dengan demikian kita dapat mengatur dan mengelola keuangan dengan benar dalam usaha yang dikelola.

“Dalam berkoperasi mempunyai empat hal, pertama mengelola usaha, kedua pengelolaan keuangan, ketiga bagaimana memasarkan hasil produksi anggota, dan kempat dapat mengekspansi modal para anggota,” pungkasnya.