PSGA IAIN Salatiga Fokus PPRG Dalam Pengarusutamaan Gender

SALATIGA-Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga mulai memfokuskan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) dalam penyelarasan system akademik serta sarana pra-sarana dengan Pengarusutmaan Gender (PUG).

Dalam menunjang PUG tersebut, PSGA IAIN Salatiga menyelenggarakan Sosisalisasi Pendidikan Islam tentang Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) yang diadakan di ruang rapat gedung K.H. Ahmad Dahlan Kampus III, Rabu (18/07) kemarin. Sosialisasi tersebut diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari seluruh pejabat dilingkungan IAIN Salatiga.

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Dr. Adang Kuswaya, M.Ag., bahwa sesungguhnya kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang telah terlaksana sebelumnya. “Karena sebenarnya kegiatan ini sudah di mulai pada bulan Juni dan dimulai dari pembuatan modul, sosialisasi, kemudian akan sharing dengan beberapa PTKIN di lingkungan jawa tengah, akan ada workshop sebagai tindak lanjut untuk rekomendasi ke Kemenag sehingga harapannya pada bulan Oktober hasil laporannya dapat di selesai,” ujarnya.


Lebih jelas Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. Agus Waluyo, M.Ag., dalam sambutan dan pembukaan sosialiasi tersebut mengatakan kehadiran Prof. Dr. Moh. Isom Yusqi, M.Ag., diharapkan dapat memberikan pengarahan tentang PPRG yang responsif terhadap gender. Karena responsif terhadap gender tersebut sebenarnya sudah menjadi program khusus dibeberapa kementerian termasuk pada Kementerian Agama R.I.

Wakil Rektor I juga menambahkan, bahwa dalam kontek PTKIN telah mendapat mandat khusus untuk mengembangkan PPRG oleh Kemenag. “Sementara menurut data yang sudah ada terdapat 12 PTKIN diantaranya 3 di Jawa Tengah pada tahun 2016. Sementara di IAIN Salatiga pada tahun 2017 belum intens terhadap PPRG, namun sudah merancang disain program tersebut dan pada tahun ini harapannya IAIN Salatiga dapat konsent terhadap PPRG,” imbuh beliau.

Sementara itu, Prof. Dr. Moh. Isom Yusqi, M.Ag., dalam paparannya mengatakan bahwa terdapat beberapa hal dalam proses PPRG guna responsif terhadap gender. Diantaranya, Gender Analysis Pathway (GAP), Gender Budget Statement (GBS) yang kemudian dimulailah Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) dengan didukung instrument serta perencanaan.

“Dalam proses PPRG dibutuhkan instrumen diantarannya untuk mengatasi adanya perbedaan atau kesenjangan akses, kemudian perencanaan yang mempertimbangkan empat aspek seperti: peran, akses, manfaat dan kontrol yang dilakukan secara setara antara perempuan dan laki-laki, dan terakhir perencanaan yang  perlu mempertimbangkan aspirasi, kebutuhan dan permasalahan pihak perempuan dan laki-laki, baik dalam proses penyusunannya maupun dalam pelaksanaan kegiatan,” terangnya. (zid/hms) IAIN Salatiga-#AKSI