Santri Harus Siap Menjawab Tantangan Masa Depan

Kembali LP2M mengadakan silaturahmi dan tarawih keliling di pondok pesantren. Setelah kegiatan safari silaturahmi dan tarawih keliling di ponpes Al-Iman Purworejo, sekarang giliran di ponpes modern Assalaam Temanggung, Selasa (6/6). Tarawih yang dilaksanakan di Masjid Assalaam diikuti para santriwan-santriwati dan rombongan Rektor IAIN Salatiga.

Ponpes modern Assalaam Temanggung diasuh oleh Drs. H. Muflih Wahyanto dan dibawah naungan Ketua Yayasan Assalam Drs. H. Sofya  Hadi. Ponpes modern Assalaam ini menjadi salah satu tujuan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) dalam mengadakan safari tarawih keliling di tahun 2017.

Afiliasi yang terjalin antara IAIN Salatiga dengan ponpes modern Assalaam terbilang cukup lama. Hal tersebut dibuktikan setiap tahunnya lulusan ponpes tersebut banyak yang melanjutkan studi di IAIN Salatiga. Drs. H. Muflih Wahyanto selaku pengasuh ponpes modern Assalaam menyampaikan bahwa kedatangan rombongan IAIN Salatiga dalam bersilaturahim pastinya akan membawa berkah.

“Perlu disampaikan bahwa santri-santri ini menganggap IAIN Salatiga adalah salah satu keluarga ponpes modern Assalaam,” tukasnya.

Disisi lain Rektor IAIN Salatiga dalam memberikan sambutan mengatakan, bahwa kami merasa bangga dan terima kasih atas kesempatan serta kepercayaan yang telah diberikan. Tidak cukup hanya itu, ternyata dari ponpes modern Assalaam selain menjadi keluarga mahasiswa juga menjadi keluarga karyawan di IAIN Salatiga.

“Kami merasa bangga karena di tahun ini dapat bersilaturahmi dan tarawih bersama santri-santri ponpes modern Assalaam,” ujarnya.


Untuk itu setiap tahunnya kami mengadakan silaturahmi di ponpes sekitar kota salatiga dengan maksud untuk mencari teman sekaligus mensyiarkan Islam. Maka dengan bersilaturahmi serta menambah teman, harapan kami ditahun 2020 IAIN Salatiga dapat menjadi satu-satunya UIN di Kota Salatiga.

“Dengan bersilaturahmi dan menambah teman maka cita2 kami di tahun 2020 dapat terwujud” ujar rektor.

Lebih lanjut Rektor saat memberikan motivasi kepada para santri. Ia mengatakan, bahwa perlu diketahui oleh santri-santri bagaimana perjuangan para pejuang jaman dahulu. Karena dimasa itu para pejuang yang telah berperang dan membawa bambu runcing adalah para umat muslim, khususnya para santri yang rela mati untuk jihad membela negara ini.

“Maka para santri di masa sekarang diharapkan dapat melanjutkan berjuang mensyiarkan Islam, dan santri harus siap menjadi pewaris bangsa yang sah dari perjuangan bangsa”

Kemudian kunci terpenting yang perlu dilakukan santri dalam melanjutkan perjuangan yakni pertama, menempuh pendidikan setinggi tingginya dimanapun berada. Kedua, siapkan dari sekarang untuk menjawab tantangan di masa depan dengan menyiapkan untuk menjadi ilmuan atau entrepreneur. Ketiga, ketika menjadi mahasiswa maka kuncinya harus mempunyai prestasi dan prihatin dalam menuntut ilmu di perguruan tinggi manapun.