Seminar Internasional Literatur Nusantara (SILiN) 2017

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menggelar Seminar Internasional bertema Literatur Nusantara (Silin). Kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk mengeksplorasi peninggalan literatur dan budaya di Asia Tenggara. Juga untuk memperkaya literatur, budaya dan pendidikan agama.

Seminar digelar IAIN Salatiga bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Persatuan Penulis Budiman Malaysia dan Forum Lingkar Pena (FLP) Salatiga. Prof Dato Dr Muhammad Shatar bin Sabran dari UPSI menyatakan, pihaknya mengapresiasi IAIN yang dinilai sukses menyelenggarakan kegiatan ini.

“Program-program keilmuan sudah menjadi kebutuhan di universitas sebagai pemangku perkembangan ilmu. Seminar ini juga sangat bermanfaat bagi para pihak dalam konteks membangun dan proses pengembangan ilmu dan pembangunan di seluruh nusantara,” terang Muhammad Shatar bin Sabran.

Sementara itu, Presiden Persatuan Penulis Budiman Prof Dr Abdul Halim Ali menyatakan, Silin yang mengangkat literatur nusantara ini sebagai bahan untuk berdiskusi para akademis. “Seminar ini membuka satu lagi ruang bagi para akademi untuk berdiskusi di tingkat internasional yang mempertemukan ahli akademik serumpun dan senusantara,” papar Prof Dr Abdul Halim Ali.


Seminar membagi beberapa tema literatur. Tema pertama mengenai religion, state and counter terorism. Kemudian tema kedua membahas tentang literature, literature critics and comparative discourse. Tema ketiga membahas tentang lokalitas dan kontekstualitas sastra dan budaya. Sementara tema keempat mengenai education, literature and language studies.

Rektor IAIN Dr Rahmad Hariyadi MPd membuka secara resmi seminar yang dilaksanakan di kampus terpadu IAIN, Jumat (07/09/2017) kemarin pagi. Puluhan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang dan juga terdapat 27 peserta dari negeri jiran.

Ketua Panitia SILiN 2017 Kastolani PhD menuturkan, seminar ini bertujuan untuk mengeksplorasi literatur dan warisan budaya di Asia Tenggara, untuk memperkaya literatur, budaya, dan studi agama dan juga untuk mengkontekstualisasikan nilai sastra, budaya, dan agama untuk membangun masyarakat perdamaian yang bermartabat.

“Ada 24 makalah yang dipresentasikan dalam seminar ini. Seminar ini merupakan upaya untuk secara aktif berpartisipasi dalam pengembangan sains dan literatur untuk mengembangkan dan memperkaya khazanah sastra menegakkan nilai-nilai sastra, budaya, dan agama untuk menciptakan perdamaian dan martabat dan memperluas partisipasi dalam konteks regional, nasional, dan internasional.”