Tag Archives: kemenag

Pacu Motivasi Kuliah, Pelajar MA/SMA Kunjungi IAIN Salatiga

SALATIGAPuluhan siswa MA/SMA melakukan kunjungan kampus ke Institut Agama Islam Negeri Salatiga pada Senin (18/11). Kegiatan yang diikuti oleh MA Ma’arif Darul Aman Pringsurat dan SMA Islam Kandangan tersebut dilaksanakan di Auditorium Gedung Hasyim Asy’ari Kampus 3 IAIN Salatiga.

Menurut Kepala MA Ma’arif Darul Aman Pringsurat, Teguh Budiono, S.Sos, kunjungan itu dimaksudkan untuk menambah motivasi pelajar MA/SMA untuk terus melanjutkan pendidikan di tingkat perguruan tinggi. “Kita membutuhkan lebih banyak cendekiawan muslim untuk berkontribusi pada kemajuan peradaban,” katanya. Teguh mengatakan bahwa siswa dapat melihat lebih jauh kehidupan kampus dengan adanya kegiatan kunjungan kampus tersebut.

Senada dengan Teguh, Kepala SMA Islam Kandangan-Temanggung, Hanif Masykur, S.Pd.I, M.S.I juga mengatakan bahwa peserta didik perlu mengenal lebih dekat kegiatan mahasiswa di kampus agar dapat memantik semangat mencari ilmu lebih tinggi, “Selain untuk menyambung silaturahmi, kedatangan kami ingin mendapat lebih banyak informasi mengenai dunia perguruan tinggi,” jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Salatiga, Dr. Sidqon Maesur, Lc., M.A. menjelaskan bahwa IAIN Salatiga merupakan tujuan yang benar dan baik untuk melanjutkan kuliah. “Tidak usah ragu. IAIN Salatiga adalah IAIN rasa UIN yang punya paket komplet,” ujarnya.

Dr. Sidqon menjelaskan bahwa IAIN Salatiga adalah institusi bersih yang masuk dalam Zona Integritas. Selain itu, Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS) milik IAIN Salatiga adalah jurnal pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dapat menembus The Best Quartile 1 (Q1) di Schimago Journal Rank (SJR). Menurutnya hal tersebut dapat memberikan iklim pendidikan yang baik untuk para mahasiswa.

Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Drs. Jumadi menambahkan bahwa IAIN Salatiga terbuka bagi semua calon mahasiswa. “Bagi yang memiliki prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, IAIN Salatiga siap memberi beasiswa. Bagi calon mahasiswa yang kurang mampu, IAIN juga menyediakan beasiswa,” katanya.

Drs. Jumadi menambahkan bahwa IAIN Salatiga adalah kampus berkualitas dengan biaya terjangkau yang bisa diakses oleh semua calon mahasiswa. Maka dari itu, ia mengajak pihak MA/SMA untuk menjalin kerjasama dengan IAIN Salatiga.

 

Penulis : Lala
Editor : Ilman
Sumber : Bidang Kerjasama dan Akademik

Fuadi Ajak Mahasiswa Cintai Menulis

SALATIGA-Menulis adalah upaya menyebarkan gagasan dengan lebih baik karena tulisan dapat berpindah media dan menjangkau lebih banyak orang. Hal tersebut dikatakan oleh Ahmad Fuadi, mantan wartawan dan penulis novel Negeri Lima Menara dalam talkshow bertema Literasi sebagai Spirit Intelektual, Wahana Menjelajah Dunia di Auditorium Kampus I IAIN Salatiga pada Sabtu (16/11/2019).

“Setiap orang paling tidak harus menulis satu buku seumur hidupnya. Mengapa? Karena tulisan dapat menembus batas geografis, budaya, agama, dan waktu,” jelasnya.

Lebih lanjut, penulis yang juga menjadi Penulis/Buku Fiksi Terbaik tersebut mengatakan bahwa tulisan dan senapan sama-sama bisa memuntahkan peluru, bedanya tulisan memuntahkan ide-ide penulis yang dapat “menghidupkan” sedangkan senapan memuntahkan peluru yang “mematikan”.

Dalam kesempatan itu, Fuadi mengajak para peserta untuk berani bermimpi, “milikilah mimpi yang tinggi, jangan remehin cita-cita. Jangan lupa untuk melebihkan usaha dan doa. Yakinlah Allah selalu mendengar doa hamba-Nya.”

Selain itu, A. Fuadi juga memberikan tips menulis untuk para peserta. Menurutnya, menulis adalah perjalanan ke dalam diri. Maka dari itu, sebelum menulis, penulis harus memperhatikan empat hal, yaitu: niat, topik, riset, dan waktu. “Gali niat menulis, cari topik yang dekat dengan diri kita, lakukan banyak riset, dan segeralah mulai untuk menulis,” urainya.

Terakhir, A. Fuadi berpesan agar peserta menulis dengan kedalaman hati dan pikiran karena tulisan yang lahir dari perpaduan hati dan pikiran akan menyentuh pembaca.

Talkshow bersama pendiri Yayasan Menara itu adalah rangkaian Festival Literasi Santri bertema “Mengairi Bumi Literasi” yang diadakan oleh Komunitas Literasi KATABA Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Selain talkshow, diadakan pula bedah buku “Peradaban Sarung” oleh Gus Dzhofir dan bazar buku yang diselenggarakan Sabtu-Minggu (16-17/11/2019).

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Salatiga, Dr. Sidqon Maesur, Lc., M.A. berharap acara yang dihadiri sekitar 300 peserta tersebut bisa menambah semangat literasi khususnya dikalangan mahasiswa dan pelajar.

Penulis : Lala
Editor : Ilman
Sumber : Ma’had Al Jamiah IAIN Salatiga

Tingkatkan Komitmen dalam Lingkungan Kerja, IAIN Adakan Workshop

YOGYAKARTA-Institut Agama Islam Negeri Salatiga mengadakan Workshop Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Acara yang bertujuan untuk meningkatkan komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang baik tersebut dilaksanakan di Hotel Merapi Merbabu, Yogyakarta, Jumat-Sabtu (8-9/11/2019) dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari staf dan karyawan IAIN Salatiga.

Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M. Ag menyampaikan bahwa secara umum kegiatan workshop itu ditujukan untuk mendukung visi pemerintah yaitu menjadikan SDM unggul untuk kemajuan Indonesia. “Indonesia harus siap menghadapi tantangan era 4.0. Semua bidang harus berkembang. Sebagai salah satu institusi pendidikan, IAIN harus bisa memenuhi tuntutan dan permintaan pasar, baik pasar keilmuan maupun pasar inovasi,” ujarnya.

Menurutnya, kunci untuk dapat menghadapi tantangan era 4.0 adalah dengan menguasai perkembangan teknologi, network/jaringan, dan big data.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Zakiyuddin mengatakan bahwa IAIN Salatiga siap menunjang visi Kota Salatiga sebagai Kota Pendidikan. “Mahasiswa IAIN makin lama makin banyak. Banyaknya jumlah mahasiswa inilah yang akan membantu gerak perekonomian di Kota Salatiga,” tambahnya.

Selanjutnya, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK), Khaeroni, M. Si menyampaikan evaluasi e-SMS (electronic system management stategy) . Khaeroni juga mengatakan bahwa dengan adanya kemajuan teknologi, kekurangan data dukung untuk melengkapi e-SMS bisa diselesaikan dengan memanfaatkan penyimpanan data di dunia maya.

Sedangkan Wakil Rektor bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. Agus Waluyo, M. Ag mengatakan bahwa pegawai adalah kontributor terbesar dalam usaha memajukan institusi. Dirinya berpesan agar para pegawai mengenali diri agar bisa bekerja dengan profesional.

“Kerja profesional bisa dicapai dengan mengenali diri dan peran masing-masing. Selain itu penting juga untuk selalu menumbuhkan dan memperbaiki keikhlasan,” tutupnya.

Setelah materi yang disampaikan oleh rektor, kepala biro AUAK, dan wakil rektor itu, acara dilanjutkan dengan character building yang disampaikan oleh Rhythm of Empowerment Indonesia. IAINSalatiga-#AKSI

 

 

Penulis : Lala
Editor : Ilman
Sumber : Kepegawaian

Rektor IAIN Salatiga Imbau Mahasiswa Tidak Silau Peradaban Luar

SALATIGA-Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M. Ag mengimbau mahasiswa tidak silau dengan peradaban dari luar. Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Seminar Nasional “Dinamika Nilai Kepahlawanan di Era Milenial sebagai Strategi Dakwah dalam Keberagaman” di Auditorium Kampus III IAIN Salatiga, Selasa (5/11/2019).

Pada kesempatan itu, Prof. Zaki menyampaikan bahwa salah satu ciri yang muncul setelah masa kolonialisme adalah gejala imitasi. Sebagai bangsa merdeka seharusnya masyarakat Indonesia tidak terlalu banyak melakukan imitasi apalagi meniru hal-hal yang negatif. Kebanggaan menjadi bangsa Indonesia harus dipupuk tetapi jangan sampai memunculkan chauvinisme.

“Kemajuan teknologi tidak perlu dipandang sebagai ancaman. Meski banyak tantangan, masih ada harapan,” lanjutnya.

Menurut Rektor IAIN kunci untuk bisa bertahan di era kemajuan teknologi saat ini adalah dengan memperbaiki akhlak dalam bermedia sosial. Selain itu, Prof. Zakiyuddin juga menyampaikan bahwa Pancasila yang menjembatani antara budaya dan agama juga merupakan kunci penting dalam menjaga nasionalisme.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah IAIN Salatiga tersebut juga menghadirkan Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indoneaia (PSIK), Yudi Latif, Ph. D sebagai pembicara. Dalam uraiannya, Yudi menyampaikan bahwa militansi dalam beragama tidak selalu membawa dampak negatif. Misalnya ketika zaman penjajahan jaringan keagamaan berhasil membangkitkan nasionalisme di Indonesia dengan adanya Revolusi Jihad.

“Militansi agama harus disalurkan untuk melakukan sesuatu yang produktif-inovatif. Jangan sampai militansi agama jadi bahan bakar untuk melakukan hal-hal destruktif seperti pertentangan dan permusuhan,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta tidak melupakan agama. “Karena iman adalah benteng terakhir sebuah peradaban,” tutupnya.

Dosen Fakultas Dakwah IAIN Salatiga, Kastolani, Ph. D sebagai pembicara terakhir menyampaikan bahwa nasionalisme era milenial harus melampaui perbedaan agama, etnis, dan golongan.

Lebih lanjut, Kastolani mengatakan bahwa aksi nasionalisme pada masa ini bisa dilakukan dengan cara menolak tersebarnya berita bohong/hoaks dan membudayakan diskusi produktif. Acara yang dihadiri ratusan peserta itu ditutup dengan sesi tanya-jawab.

 

 

Penulis : Lala
Editor : Ilman
Sumber : Fakultas Dakwah

Empat Mahasiswa IAIN Salatiga Ikuti Seleksi OSKI 2019

SALATIGA – Empat mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga mengikuti seleksi tahap penyisihan Olimpiade Sains dan Karya Inovasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI) tahun 2019 pada Rabu (30/10/2019) di Ruang Jurnal IAIN Salatiga Kampus III. Keempat mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK); Zulfah Khasanah untuk bidang matematika, Istiqomah untuk bidang biologi, Shakhikha Satoto dari untuk bidang Fisika, dan Ikfi Rizqiya untuk bidang Kimia. Tahap penyisihan OSKI yang dibagi menjadi empat sesi itu diikuti oleh 471 mahasiswa dan dilaksanakan serentak secara nasional di masing-masing PTKI.

Ujian seleksi tahap penyisihan tersebut dilaksanakan selama 60 menit secara online dengan jumlah soal yang berbeda untuk masing-masing bidang ilmu. Ujian berlangsung ketat dengan satu orang pengawas dan satu orang teknisi jaringan komputer. Peserta yang lolos tahap seleksi akan maju ke tahap final yang akan diselenggarakan pada 14-16 November 2019 di UIN Allaudin, Makassar, Sulawesi Selatan.

OSKI dimaksudkan sebagai  wahana mahasiswa dan dosen PTKI dalam mengaktualisasikan temuannya di bidang sains dan karya inovasi, sekaligus menjadi ruang pembuktian bahwa PTKI tidak hanya memiliki kehandalan di bidang keislaman tetapi juga sains dan karya inovasi. Demikian pernyataan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, seperti yang dikutip dari laman Kementerian Agama. Menurut Kamaruddin,  kehadiran OSKI menjadi salah satu jawaban atas pertanyaan mengapa PTKI menghadirkan program-program studi sains atau prodi umum, “Di antaranya adalah memberikan afirmasi secara akademik tentang integrasi keilmuan dan inovasi-inovasi yang dilahirkan oleh perguruan tinggi keagamaan Islam.”

Hal itu ditegaskan oleh Dirktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Arskal Salim, bahwa OSKI adalah ajang kompetisi sekaligus apreasiasi Kementerian Agama terhadap karya inovasi dosen dan mahasiswa dan temuan-temuan sains dan teknologi dari dosen dan mahasiswa PTKI. Kelahiran  OSKI, dilatarbelakangi tuntutan integrasi keilmuan yang menjadi inti PTKI. Sedangkan Kepala Subid Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Diktis, Suwendi, menilai PTKI sudah saatnya tidak hanya handal pada aspek keagamaan, tetapi juga bidang sains dan inovasi pengetahuan harus diperkuat. “OSKI diharapkan akan melahirkan penemu-penemu bidang sains dan inovasi dari kalangan mahasiswa dan dosen PTKI untuk menjawab tantangan kekinian dan kedisinian,” katanya.

 

 

Penulis : Lala
Editor : Ilman
Sumber : LPM IAIN Salatiga