Tag Archives: Pionir2019

IAIN Salatiga Bawa Pulang 3 Mendali di PIONIR IX

SALATIGA-Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga berhasil membawa 3 medali di ajang Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tahun 2019 yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, tanggal 15-21 Juli 2019.

Tiga medali yang berhasil dibawa pulang pertama dari Film Pendek dengan judul “Serasa Semanusia” dengan membawa medali Perak. Medali perak kedua yakni berasal dari cabang Musikalisasi Hadis dan pada cabang olahraga Voli Putri IAIN Salatiga berhasil membawa medali perunggu usai mengalahkan UIN Sunan Gunung Jati Bandung.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Sidqon Maesur, Lc. M.A., mengatakan selain membawa pulang tiga mendali, IAIN Salatiga juga berhasil mendapatkan juara harapan dari cabang Pencak Silat Putra dan juara Fotogenik pada pemilihan Duta PTKIN 2019.

“Meskipun sudah berusaha maksimal serta belum sesuai dengan harapan, tetapi kami tetap bersyukur bisa membawa pulang dua medali Perak, satu medali Perunggu, serta juara harapan dan juara fotogenik,” ujar Waki Rektor III saat apel pagi di kampus 3, Jalan Lingkar Salatiga Km.2, Senin (22/07/2019).

Dr. Sidqon juga menyampaikan bahwa pada PIONIR X tahun 2021 berdasarkan hasil musyawarah Forum Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN se-Indonesia, menominasikan tiga PTKIN Calon Tuan Rumah PIONIR X Tahun 2021, yaitu UIN Alauddin Makasar, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan IAIN Salatiga.

Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., ditemui usai membuka Sosialisasi Litapdimas dan Penelitian Tahun 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Salatiga yang diselenggarakan mulai 24-25 Juli 2019 di Auditorium Gedung KH. Hasyim Asy’ari kampus 3, mengatakan bahwa kontingen PIONIR IAIN Salatiga sudah berjuang maksimal. Mereka bagaimanapun sudah berpartisipasi merayakan kebersamaan, yang menjadi salah satu mantra Kementerian Agama. Selain itu, mereka juga sudah menjunjung sportifitas dalam pertandingan yang berlangsung selama PIONIR IX PTKIN Tahun 2019.

“Perolehan medali adalah suatu prestasi tersendiri bagi lembaga, Kami tetap mengapresiasi semua perjuangan kontingen,” kata Rektor IAIN Salatiga. IAINSalatiga-#AKSI (hms/zie)

Pembukaan PIONIR IX Tahun 2019 Berlangsung Meriah

MALANG-Pembukaan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (PIONIR) IX berlangsung kemarin, Senin (15/07/2019) sangat meriah. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menyajikan panggung spektakuler di Lapangan Utama UIN Malang Kampus Satu.

Berbagai entertainment milenial serta video dan detil yang hi-tech disajikan secara apik mampu memukau seluruh penonton dan kontingen dari masing-masing Perguran Tinggi Keagaamaan Islam Negeri (PTKIN), termasuk IAIN Salatiga. Yakni penampilan seni yag disajikan dalam grand opening dwi tahunan tersebut di antaranya tari-tarian, marching band, paskibra, orkestra, pementasan seni kolosal, dan lain-lain.

Pada kesempatan PIONIR ke IX ini, UIN Malang menjadi tuan rumah penyelenggara dengan jumlah 3.292 atlet yang bertanding, 704 offisial yang mendampingi, 38 venue pertandingan, dan 38 cabang lomba. UIN Malang melibatkan juri yang bekerja sama dengan KONI dan Kemenpora RI.

Tema PIONIR kali ini adalah mewujudkan generasi bangsa yang berkarakter dan berprestasi. Sementara itu motto yang diusung yakni Spirit of Unity.

PIONIR menjadi sarana perekat tali asah, tali asih, dan tali asuh antar sivitas akademika UIN, IAIN dan STAIN. 58 PTKIN yang tersebar di 34 Provinsi menjadi duta-duta yang sangat penting bagi penguatan silaturahmi nasional.

Siapapun dan darimanapun atlit dan seniman yang bertanding adalah duta nasional yang maha penting.

Menteri Agama Drs H Lukman Hakim Saifuddin juga menyatakan bahwa misi utama PIONIR adalah memperkuat tali silaturahim kebangsaan.

PIONIR, katanya, menjadi sarana perekat tali asah, tali asih, dan tali asuh antarcivitas akademika UIN, IAIN, hingga STAIN.

“PIONIR harus juga dijadikan momentum rekonsiliasi nasional untuk menguatkan kembali tali kebhinekaan, menjahit kembali merah putih, dan menebarkan sajadah panjang keindonesiaan,” ujarnya saat memberi sambutan.

Sementara itu, Dirjen Pendis Kemenag Prof Dr Phil Kamaruddin MA menyatakan bahwa PIONIR menjadikan mahasiswa sebagai aktor yang penting dalam pengembangan PTKIN.

“Melalui event ini mahasiswa didorong untuk mempunyai kemampuan menemukan, menciptakan, dan melakukan pembaharuan agar mampu berkompetisi dengan anak bangsa yang lain,” jelasnya.

PIONIR dimaksudkan sebagai sarana strategis pengembangan semangat riset, olahraga, dan seni di kalangan mahasiswa PTKIN.

“Saya berharap akan muncul ilmuwan, olahragawan, seniman, dan peneliti-peneliti muda. Pada saat yang bersamaan muncul sosok mahasiswa kreatif dan kompetitif yang berkontribusi pada pembangunan bangsa,” pungkasnya.

Kontingen Institut Agama Islam Negeri Salatiga sendiri mengirimkan delegasi dengan jumlah 100 orang, terdiri dari 60 putra dan 40 putri. Seluruh kontingen tersebut siap untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan sesuai dengan keahlian dan ketrampilan masing-masing. IAINSalatiga-#AKSI (hms/zie/vr)

IAIN Salatiga Siap Bertanding Dalam PIONIR IX 2019

MALANG-Ajang perlombaan dalam PIONIR IX 2019 juga diikuti oleh Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Kontingen pionir sebagai delegasi kampus berjumlah 100 orang, terdiri dari 60 putra dan 40 putri. Seluruh kontingen tersebut siap untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan sesuai dengan keahlian dan keterampilan masing-masing.

Arskal Salim GP, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen. Pendidikan Islam Kementerian Agama, mengatakan, PIONIR IX 2019 mengusung tema spirit of unity agar di antara anak bangsa saling mempererat tali silaturahim kebangsaan dan memperteguh persatuan antar PTKIN se-Indonesia.

PIONIR diharapkan berkontribusi bagi kemajuan prestasi akademik, olahraga, dan seni serta media mencari bibit unggul dalam kancah nasional, tutur Arskal.

Guru Besar Politik Islam UIN Jakarta ini menegaskan bahwa PIONIR menjadi ajang untuk mengukur sejauh mana pembinaan mahasiswa PTKIN yang selama ini dilakukan dalam wadah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan sanggar seni budaya yang menjamur di kampus.

Dr. Isroqunnajah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mengatakan animo mahasiswa yang ikut ambil bagian dalam PIONIR kali ini sangat menggembirakan. Tercatat 3.500 mahasiswa utusan dari 7 STAIN, 34 IAIN, dan 17 UIN turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Ketua Panitia Pelaksana PIONIR ini menerangkan ada 39 Cabang yang akan di lombakan dan dipertandingkan, yang terbagi dalam empat katagori, yaitu cabang Ilmiah, Olahraga, Seni dan cabang Riset. Cabang Ilmiah meliputi 7 jenis: Debat Bahasa Arab, Debat Bahasa Inggris, Debat Konstitusi, Business Plan, Musabaqah Qiroatil Kutub, Musabaqah Karya Tulis Al-Quran dan Musabaqah Fahmil Quran.

Cabang Olahraga meliputi 12 lomba: Bola Voli, Futsal, Tenis Meja, Bulu Tangkis, Catur, Sepak Takraw, Basket, Karate, Pencak Silat, Tae Kwon Do, Panjat Dinding dan Lempar Pisau.

Sementara Cabang Seni, ada 13 lomba: Kaligrafi, Desain & Peragaan Busana Islami, Duta PTKIN, Musabaqah Hifdzil Quran, Musabaqah Syarhil Quran, Puitisasi Al-Quran, Musikalisasi Hadits, Pop Solo Islami, Cipta Lagu Islami, Musabaqah Tilawatil Quran, Pemilihan Dai Mahasiswa, Film Pendek dan Hadrah.

Adapun untuk cabang riset ada 4 jenis lomba yaitu: Karya Tulis Ilmiah Ilmu-Ilmu Sosial, Karya Tulis Ilmiah Sains dan Teknologi, Karya Inovatif, dan Inovasi Media Pembelajaran. Jika dibandingkan dengan PIONIR ke VIII di UIN Ar-Raniry Aceh dua tahun silam, maka terdapat penambahan jumlah cabang secara signifikan.

Selain perlombaan dan pertandingan juga akan diselenggarakan kegiatan pendukung, diantaranya: Pertemuan Forum Pimpinan PTKIN (Rektor), FGD Pola Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa, Seminar dan Temu DEMA dan SEMA PTKIN, Pentas Seni dan Kreativitas Mahasiswa dan Pameran Produk-Produk PTKIN. IAINSalatiga-#AKSI (hms/zie/vr)