{"id":7374,"date":"2017-11-10T06:02:39","date_gmt":"2017-11-09T23:02:39","guid":{"rendered":"http:\/\/iainsalatiga.ac.id\/web\/?p=7374"},"modified":"2017-11-10T11:20:38","modified_gmt":"2017-11-10T04:20:38","slug":"pahlawan-masa-kini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iainsalatiga.ac.id\/web\/2017\/11\/pahlawan-masa-kini\/","title":{"rendered":"PAHLAWAN MASA KINI"},"content":{"rendered":"<p>Pada era perjuangan sampai dengan masa-masa awal kemerdekaan kita mendapati banyak pahlawan, yang berjuang dengan berbagai pengorbanan untuk meraih maupun mempertahankan kemerdekaan.\u00a0<\/p>\n<p>Kini&#8230; nampaknya tidak mudah menemukan sosok pahlawan\u00a0. Apakah sudah tak memungkinkan ada lagi pahlawan? Tentu saja tidak, seperti bunyi ungkapan\u00a0 \u201cSetiap zaman ada orangnya, dan setiap orang ada zamannya\u201d. Siapa pun dan kapan pun bisa disebut pahlawan, Apabila minimal menunjukkan tiga nilai universal berikut ini:<\/p>\n<p>Pertama, nilai perjuangan Seorang pahlawan pastilah seorang pejuang. Artinya, karya untuk masyarakat dan bangsa yang berhasil diwujudkan, tidaklah diraih dengan mudah. Melainkan melewati berbagai hambatan, tantangan, bahkan ancaman.Namun berkat tekad, keberanian dan kegagahannya. Semua dapat dilalui dan keberhasilan bisa diraih. Sehingga bisa mengubah keadaan, dan banyak orang mengambil manfaatnya.<\/p>\n<p>Kedua, nilai pengorbanan seorang pahlawan pastilah seorang yang rela berkorban Jangankan hanya waktu, tenaga dan pikiran. Bahkan harta, raga, serta jiwa siap dikorbankan demi cita-cita yang mulia, pengorbanan itu adalah keniscayaan \u201cJer basuki mawa bea\u201d, setiap kesuksesan pasti perlu pengorbanan<\/p>\n<p>Ketiga, nilai keikhlasan Artinya seorang pahlawan itu tidak berpikir, apa lagi mengharapkan imbalan<br \/> Ia berjuang atas dasar keyakinan untuk menegakkan kebenaran atau mewujudkan sebuah impian bersama. Yang ia harapkan hanyalah perubahan keadaan Dalam terminologi agama, pahlawan itu benar-benar hanya mencari \u201cRidlo Tuhan\u201d. Karenanya, dalam bahasa Jawa pahlawan itu \u201csepi ing pamrih rame ing gawe\u201d Bekerja keras dengan landasan tulus ikhlas.<\/p>\n<p>Dewasa ini, mestinya masih terbuka luas lahan perjuangan Untuk melahirkan pahlawan-pahlawan masa kini Yang berjuang untuk keutuhan persatuan NKRI, Untuk tegaknya harga diri bangsa ini,\u00a0 Untuk menghilangkan kesengsaraan dan keterbelakangan dari negeri ini, Untuk melindungi moral dan mental generasi, Untuk menyelamatkan lingkungan dan bumi yang kita huni, Untuk meningkatkan kualitas dan daya saing anak negeri, Untuk terus mengajak kembali pada hati nurani, dan seterusnya. Bila engkau kesulitan menemukan sosoknya yang sesuai dengan tiga kriteria di atas<br \/> Maka&#8230; temukanlah itu pada dirimu sendiri<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Wallaahu a\u2019lam<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada era perjuangan sampai dengan masa-masa awal kemerdekaan kita mendapati banyak pahlawan, yang berjuang dengan berbagai pengorbanan untuk meraih maupun mempertahankan kemerdekaan.\u00a0 Kini&#8230; nampaknya tidak mudah menemukan sosok pahlawan\u00a0. Apakah sudah tak memungkinkan ada lagi pahlawan? Tentu saja tidak, seperti bunyi ungkapan\u00a0 \u201cSetiap zaman ada orangnya, dan setiap orang ada zamannya\u201d. Siapa pun dan kapan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[223],"tags":[],"class_list":["post-7374","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kolom-pimpinan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iainsalatiga.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7374","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/iainsalatiga.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iainsalatiga.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iainsalatiga.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iainsalatiga.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7374"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/iainsalatiga.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7374\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7377,"href":"https:\/\/iainsalatiga.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7374\/revisions\/7377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iainsalatiga.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7374"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iainsalatiga.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7374"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iainsalatiga.ac.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7374"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}