Siswa Gymnasium Ohlstedt Berkunjung di IAIN Salatiga

Sebanyak 19 siswa Gymnasium Ohlstedt, Hamburg, Jerman didampingi dua guru berkunjung di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Mereka berkunjung ke Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Bahasa (UPTPB) IAIN Salatiga, Kamis (5/10/2017).

Kepala UPTPB Hanung Triyoko, M.Hum., M.Ed., mewakili lembaga mengatakan bahwa baru pertama kalinya IAIN Salatiga menerima kunjungan dari siswa Gymnasium Oshlsedt, Hamburg, Jerman. “Kami merasa bangga mendapat kunjungan ini dan itu artinya IAIN Salatiga bisa menjadi rujukan studi Islam,” kata Hanung.     

Hanung Triyoko menambahkan, kunjungan siswa Ohlstedt di IAIN Salatiga dalam rangka berdiskusi dan belajar tentang Islam di Indonesia. Hal itu terkait latarbelakang kehidupan mereka yang sangat berbeda dengan kehidupan muslim di Indonesia.

Dalam diskusi dan belajar Islam hampir semua siswa Ohlstedt mengajukan pertanyaan. Seperti pertanyaan dari Julius Velinkanje, bagaimana tanggapan tentang ISIS atau Islam radikal?, dan pertanyan dari Kristina Dreier, mengapa perempuan muslim berjilbab?.


Menurut Hanung, di Indonesia bukan Islam radikal atau bahkan ISIS. Islam di Indonesia adalah muslim yang damai. “Keberagaman umat Islam di Indonesia yang berasal dari Sabang hingga Merauke, dengan beragam budaya, dan bahasa membuat masyarakat dapat menghargai antara satu dan lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Hanung menambahkan, bahwa muslimah berjilbab karena mereka menghormati diri mereka sendiri yang mendapatkan status terhormat dalam Islam. “Berjilbab tidak hanya dianggap sebagai ajaran dan kewajiban dalam Islam, tetapi juga kebutuhan muslimah sendiri untuk menjaga kehormatannya,” pungkasnya.

Sementara Michael Semmler mewakili Gymnasium Oshlsedt, Hamburg, Jerman mengatakan, sangat berterimakasih dapat menerima mereka dan menjawab pertanyaan tentang Islam. Michael sendiri mengiyakan bahwa Islam di Indonesia berbeda dengan di negara lain.   

Michael sudah kedua datang ke Indonesia dan melihat sendiri bagaimana muslim di Indonesia begitu damai. Islam di Indonesia bukanlah agama yang menyebarkan radikalisme. Agama Islam di Indonesia membuat semua bangsa mengagumi keberadaannya.

“Kami senang IAIN Salatiga ikut menyebarkan ajakan perdamaian dan ikut aktif dalam kampanye perdamaian antar agama,” pungkas Michael.