Category Archives: Berita

Jalan Sehat Dalam Rangka HAB Ke 71 Kemenag RI


Hari Jumat tanggal 6 Januari 2017 IAIN salatiga menyelenggarakan jalan sehat dalam rangka memperingati HAB Ke 71 Kementerian Agama Republik Indonesia di halaman Kampus III IAIN Salatiga. Start dan finish di Kampus III. Acara dihadiri dan diikuti oleh Plt Walikota Salatiga, Sekda Kota Salatiga, Pimpinan IAIN Salatiga, Pejabat Kota Salatiga, Kepala SKPD se-Kota Salatiga, Kepala Kemenag Kota Salatiga, Pimpinan Bank Jateng, PMI, Dosen dan Karyawan IAIN Salatiga, siswa-siswi MI, MTs, MA, guru MI, guru MTs, guru MAN Kota Salatiga.

Acara dimulai pukul 06.30 yang diawali dengan senam aerobik bersama yang dilanjutkan dengan pemberangkatan peserta jalan sehat. Selaku pembawa bendera start Kepala Kemenag Kota Salatiga Drs. H. A. Umar, MA didampingi Rektor IAIN Salatiga Dr. H. Rahmat Hariyadi, M.Pd, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Kepala Biro IAIN Salatiga secara simbolik memberangkatkan peserta jalan sehat.

Dalam kegiatan ini panitia jalan sehat menyediakan hadiah door prise kepada peserta jalan sehat dengan memberikan kupon yang akan diundi di kampus III. Sebelum pengundian hadiah, terlebih dahulu mendengarkan sambutan dari Plt. Walikota Salatiga, Rektor IAIN Salatiga, dan Kepala Kemenag Kota Salatiga. setelah itu saat yang ditunggu-tunggu oleh peserta yaitu penarikan undian.

Sembari mengundi hadiah, disisi lain para Pimpinan Kota Salatiga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Salatiga melakukan kegiatan penanaman pohon di kampus III. Hal ini dilakukan dalam rangka penghijauan kampus III IAIN Salatiga. 

Hari Amal Bakti Kemenag Ke 71 Kota Salatiga


Tanggal 3 Januari 2017 IAIN Salatiga melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Kemenag ke 71. upacara digelar di halaman kampus 3 IAIN Salatiga dihadiri oleh Plt Walikota Salatiga, Ketua DPRD Kota Salatiga, para Muspida Kota Salatiga, Pejabat Pemerintahan Kota Salatiga, Kepala SKPD Kota Salatiga, Pimpinan IAIN Salatiga, Dosen dan Karyawan IAIN Salatiga, Guru dan Karyawan PAIS Kota Salatiga, Guru dan Karyawan RA Kota Salatiga, Guru dan Karyawan MI Kota Salatiga, Guru dan Karyawan MTs Kota Salatiga, Guru dan Karyawan MA Kota Salatiga, Murid sekolah dibawah naungan Kemenag RI ( MI, MTs, MA) Kota Salatiga.

sebelum upacara dimulai, para peserta upacara dihibur oleh penampilan grup drum band dari MTs Pancasila dan juga dihibur oleh grup paduan suara IAIN Salatiga dengan mempersembahkan beberapa lagu.  Untuk Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) dari siswa MAN Kota Salatiga.

setelah pertunjukan usai, upacara segera dimulai. bertindak selaku pembina upacara Plt Walikota Salatiga Bapak Drs Achmad Rofai MSi membacakan sambutan Menteri Agama RI di hadapan peserta upacara dimana isinya sebagai berikut:

” Assalamu’alaikum wr.wb.

Salam sejahtera bagi kita sekalian,

Yang saya hormati dan saya banggakan,

Seluruh Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kementerian Agama,

Hadirin, peserta upacara yang berbahagia,

Dengan memanjatkan doa syukur yang setinggi-tingginya ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, pada pagi hari ini, tanggal 3 Januari 2017, kita memperingati Hari Amal Bakti Ke-71 Kementerian Agama Republik Indonesia.

Tujuh puluh satu tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 3 Januari 1946, Pemerintah atas usul dari Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) membentuk Kementerian Agama dan mengangkat Menteri Agama yang pertama yaitu Haji Mohammad Rasjidi. Pembentukan Kementerian Agama merupakan peristiwa penting dan bersejarah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara religius yang nasionalis.

Saudara-saudara sekalian,

Kita ketahui, agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa dan negara kita. Semangat dan motivasi keagamaan adalah sumber kekuatan kita dalam meraih kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan nasional, dan menjaga keutuhan NKRI. Agama mendapatkan kedudukan terhormat dalam tata kehidupan masyarakat, sehingga dijadikan sebagai salah satu sumber pembentukan hukum nasional. Agama menjadi ruh kehidupan kebangsaan kita sesuai dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

Salah satu pejuang kemerdekaan dan tokoh pendiri Republik Indonesia, Hadji Agus Salim, dalam tulisannya pada tahun 1950 berjudul “Kementerian Agama dalam Republik Indonesia”, menjelaskan benang merah politik agama di Republik Indonesia yang berbeda dengan politik di masa kolonial. Menurutnya, jabatan dan tugas Kementerian Agama sungguh besar dan mulia karena sangat menentukan nasib bangsa ini. Kesatuan kebangsaan kita akan terpelihara secara kokoh dan tidak dapat dipecah belah amatlah tergantung pada kebijakan dan kecakapan aparatur Kementerian Agama. Penegasan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai falsafah dasar kehidupan bernegara pada Pembukaan dan Batang Tubuh Undang- Undang Dasar 1945 mengandung makna bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita senantiasa memerlukan tuntunan Tuhan.

Prinsip fundamental tersebut mengamanatkan supaya ajaran dan nilai-nilai agama diperankan sebagai pemberi arah sekaligus mendasari kehidupan kebangsaan kita yang ber-motto Bhinneka Tunggal Ika. Agama yang diyakini dan diamalkan oleh umatnya masing-masing harus menjadi unsur pembentuk Nation and Character Building bangsa Indonesia yang majemuk ini. Karena itu, seluruh umat beragama harus menyadari dan disadarkan bahwa nilai-nilai agama merupakan unsur perekat integrasi nasional. Dalam kaitan ini pula saya ingin mengingatkan, toleransi dan kerukunan bukan milik sesuatu golongan umat beragama semata, tetapi harus menjadi milik semua golongan dan berlaku untuk semua pemeluk agama. Saling menghormati dan saling menghargai identitas keyakinan antarumat beragama harus terus dijaga dalam upaya melindungi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saudara-saudara sekalian,

Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-71 tahun 2017 yaitu “Bersih Melayani” dan motto “Lebih Dekat Melayani Umat”, saya berharap peringatan ulang tahun Kementerian Agama ini semakin memperkuat komitmen kita semua terhadap integritas dan etos kerja sebagai pelayan masyarakat dan pengayom semua umat beragama. Seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama harus senantiasa mengembangkan wawasan serta meningkatkan ketrampilan dan kesigapan dalam bertugas. Ego sektoral, sektarianisme, dan sejenisnya harus disingkirkan dari lingkungan kerja Kementerian Agama. Kita harus bersikap sebagai agamawan sekaligus negarawan yang menempatkan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Di tengah cepatnya perubahan sosial dan pesatnya teknologi informasi, kita juga harus menjadi pelayan publik yang dapat diandalkan.

Kita bersyukur publik kini semakin menilai positif kinerja Kementerian Agama. Sebagian besar program telah mulai memenuhi harapan sehingga kinerja kita dianggap cukup baik dalam sejumlah survei. Indeks kepuasan jemaah haji terus naik, indeks kerukunan umat beragama juga masih tinggi, dan indeks reformasi birokrasi kita naik peringkat dari CC menjadi B –yang berimplikasi naiknya tunjangan kinerja dari 40 menjadi 60 persen. Beberapa waktu lalu, kita juga mendapatkan sejumlah penghargaan seperti; penghargaan dari Presiden sebagai Penyedia Layanan BLU dengan Akses Terjangkau, dan Penghargaan dari Kemenkeu sebagai Kementerian dengan Kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar dalam APBN. Selain itu Kementerian Agama juga mendapatkan penghargaan ganda terkait ekonomi syariah, yaitu sebagai Pemrakarsa Proyek Infrastruktur Berbiaya Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Investor Utama Sukuk Negara Domestik. Tapi di sisi lain, Ombudsman Nasional menilai kita masih bertanda warna kuning atau belum begitu bagus dalam hal pemenuhan standar layanan publik. Kita juga turun predikat dari WTP menjadi WDP dalam audit keuangan oleh BPK. Pun masih ada keluhan-keluhan publik yang belum terselesaikan secara tuntas. Terhadap kinerja-kinerja positif, marilah bersyukur dan teruslah istiqomah (konsisten) dalam jalur yang baik. Sebaliknya, marilah segera kita benahi catatan-catatan negatif yang tersisa. Sebab itulah, kata “Bersih Melayani” —yang merupakan tema HAB tahun lalu— tetap dipertahankan. Harapannya, kita harus benar-benar bersih tanpa menyisakan sedikit pun noda. Hanya saja, tahun ini tema itu dilengkapi dengan motto “Lebih Dekat Melayani Umat” yang bermakna kita harus lebih peka mendeteksi aspirasi masyarakat, lebih sigap membereskan masalah, dan lebih cekatan memenuhi kebutuhan umat.

Wujud dari motto tersebut, tahun ini kita mulai membangun Pusat Layanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Melalui unit ini, kita berupaya mencapai standar mutu yang prima dalam melayani umat. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, segala proses perizinan, beasiswa, hingga bantuan sosial dilakukan secara lebih simpel, pasti, dan bebas pungli. Berbagai aplikasi manajemen yang menunjang kerja juga sedang dikembangkan demi tercapainya kinerja yang lebih baik. Selain itu, kita mencanangkan program-program baru sebagai respons atas situasi dan dinamika terkini terkait kehidupan beragama dalam masyarakat era digital.

Saudara-saudara sekalian,

Berbagai langkah baik tidak akan berjalan mulus tanpa sinergitas dan kebulatan hati. Saya berharap, 5 Nilai Budaya Kerja makin dijiwai dalam sanubari setiap kita, serta dilengkapi dengan semangat kerja sama yang apik. Insyaallah, hasilnya akan nampak nyata dan jadi berkah bagi kita semua. Inilah sesungguhnya hakikat dari bekerja dengan berlandaskan agama.

Sebagai ASN Kementerian Agama –yang kerap dinilai punya keunggulan religiusitas dibanding ASN instansi lain— kita dituntut mengoptimalkan energi spiritual sebagai landasan kerja profesional. Sesuai kalimat “Ikhlas Beramal” pada logo Kementerian Agama, pengabdian pada masyarakat dan negara harus senantiasa diniatkan sebagai ibadah yang tulus. Artinya, selalu sadar bahwa kerja kita bukan saja dinilai oleh manusia, tapi juga diperhitungkan oleh Tuhan Yang Maha Mengetahui.

Demi menjaga ikatan agama dan bangsa di negara ini, kita harus menunjukkan bahwa kebaikan ajaran agama merupakan obor penerang bagi perbaikan kualitas manusia. Hal ini untuk menepis anggapan bahwa kemajuan sebuah instansi atau pemerintahan tak ada relevansinya dengan agama. Justru sebaliknya, reformasi birokrasi yang berorientasi pada tingginya peradaban masyarakat sesungguhnya adalah perwujudan nilai-nilai agama.

Dengan “Lebih Dekat Melayani Umat”, kita akan lebih memahami apa yang mesti diperbuat untuk memperbaiki peradaban di negeri tercinta.

Hadirin sekalian,

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya berpesan kepada seluruh jajaran Kementerian Agama agar senantiasa menjaga marwah kementerian yang kita cintai sebagai organisasi yang sarat dengan nilai, kultur, dan tradisi baik.

Dalam kaitan ini, seluruh jajaran Kementerian Agama yang masih aktif perlu memelihara silaturrahim dengan para senior yang pernah menjabat di masa lampau. Generasi yang datang kemudian perlu belajar dari perjuangan dan pemikiran para pendahulu dan pandai menghargai jasa para senior yang telah memberikan kontribusinya kepada umat, bangsa, negara dan organisasi Kementerian Agama pada eranya masing-masing.

Demikian pesan dan harapan yang ingin saya sampaikan kepada saudara-saudara sekalian.

Dirgahayu Kementerian Agama. Sekali Kementerian Agama tetap Kementerian Agama.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, meridlai amal dan pengabdian kita.

Sekian dan terima kasih.

Wabillahi taufiq walhidayah,

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq. Wassalamu’alaikum wr.wb.

Jakarta, 3 Januari 2017

Menteri Agama RI

Lukman Hakim Saifuddin

setelah upacara selesai, dilanjutkan rapat koordinasi Dosen dan Karyawan yang dpimpin oleh Rektor IAIN Salatiga. dalam rapat koordinasi, Rektor memberikan arahan kepada Dosen dan Karyawan tentang Tugas dosen dan karyawan.

 

Stadium General Program Pascasarjana IAIN Salatiga

Stadium generale yang dilaksanakan oleh Program Pascasarjana IAIN Salatiga pada tanggal 13 Oktober 2016 pukul 09.00 WIB bertempat di Auditorium Lt III Kampus III IAIN Salatiga menghadirkan pemateri Prof. Dr. Phil.H.M. Nur Kholis setiawan, M.A ( Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag RI). Acara ini juga dihadiri dan dibuka oleh Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyanto, M.Pd dan Direktur Pascasarjana Dr. Zakinuddin, M.Ag.

Dalam paparan materi yang disampaikan adalah pembahasan tentang upgrading kompetensi sebenarnya telah menjadi konsen para ulama sejak dahulu. Dalam khasanah Islam istilah itu terkait dengan tiga unsure yaitu Ta’allum, Ta’lim, dan ‘amal.

Istilah Ta’allum adalah proses “enlihtement” yaitu proses pencarian Ilmu yang terjadi sepanjang waktu. Dalam arti lain “never ending action”. Sebagai guru yang akan member pencerahan dan berbagai ilmu, maka ia harus meng-upgrade dirinya sendiri. Istilah Ta’lim merupakan proses sharing ilmu pengetahuan. Pencerahan diberikan oleh seorang guru meniscayakan adanya kompetensi sesuai dengan jenjang pendidikan”basic knowledge” pada madrasah dan penalaran (rasionalisasi)pada perguruan tinggi. Sedangkan istilah ‘Amal adalah proses implementasi keilmuan. Dalam hal ini seorang ilmuan sejati harus dapat menunjukkan aksiologi ilmu. Segala kompetensi keilmuan harus mendapat penghargaan. Demikian juga, kecenderungan anak didik terhadap suatu bidang keahlian tertentu juga harus digali, dikembangkan sehingga “tidak hanya Habibie saja yang dianggap sebagai ilmuwan”.

Terkait dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN, fase itu adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri untuk menerimanya. Agar kita tidak tertinggal ndan tersingkir dalam menghadapi MEA harus mengubah mindset: connect, compete, dan elaborate. Kemampuan untuk menjalin konektifitas dengan dunia luar (melalui internet) diperlukan untuk membangun jaringan, menggali informasi, mencari “celah-celah” dan sebagainya. Selanjutnya kita harus mampu berkompetensi dengan dunia luar, dan akhirnya mampu mengelaborasi.

Peresmian Masjid At-Thayar IAIN Salatiga

Peresmian Masjid At-Thayar Kampus II IAIN Salatiga dilaksanakan oleh Syeikh Ibrahim Bin Sulaiman Al-Nughaimshi ( Atase Agama Kedubes Saudi Arabia) yang disaksikan oleh Rektor IAIN Salatiiga, Seluruh Wakil Rektor, Kepala Biro, Perwakilan dari Pemerintah Kota Salatiga, Ketua MUI Salatiga, Dosen, Staff, Karyawan, dan Mahasiswa IAIN Salatiga. Acara diselenggarakan pada pukul 10.00-selesai di Kampus II. Masjid dengan luas 24m2 x 25 m2 dengan menelan dana Rp. 1.575.000.000 yang merupakan hibah dari Dr. Nashr Bin Aqil Bin Abdullah At Thayar melalui Syeikh Ibrahim Bin Sulaiman Al-Nughaimshi selaku Atase Agama Kedubes Saudi Arabia. Latar belakang pembangunan masjid ini adalah atas inisiatif dari Syeikh Ibrahim Bin Sulaiman Al-Nughaimshi melihat begitu banyaknya antrian untuk wudhu dan melaksanakan shalat. Beliau sangat prihatin dengan keadaan saat itu.

Selang beberapa waktu kemudian Rektor IAIN Salatiga bertemu dengan Syeikh Ibrahim Bin Sulaiman Al-Nughaimshi di Jakarta untuk membicarakan keinginan beliau mendirikan sebuah masjid. Alhasil usaha tersebut telah terwujud berkat kerja sama kedua belah pihak. Sebelum peresmian dimulai, telah dilaksanakan Khataman Al Quran yang diikuti oleh 90 mahasiswa.

Dalam sambutanya Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Dr. Nashr Bin Aqil Bin Abdullah At Thayar At Thayar dan Syeikh Ibrahim Bin Sulaiman Al-Nughaimshi atas bantuan pembangunan masjid ini. Beliau juga menyampaikan sebuah pesan untuk seluruh civitas akademika IAIN Salatiga untuk tetap senantiasa menjaga kebersihan dan merawat masjid ini dengan sebaik-baiknya.

Dalam sambutanya Syeikh Ibrahim Bin Sulaiman Al-Nughaimshi mengucapkan terima kasih kepada Rektor IAIN Salatiga atas kerjasamanya sehingga terwujudnya sebuah masjid yang megah ini. Syeikh Ibrahim Bin Sulaiman Al-Nughaimshi mengajak kepada seluruh hadirin untuk mendapatkan pahala yang berlipat dari Allah SWT dengan cara mengisi kegiatan di masjid dengan ibadah-ibadah, diskusi, kajian ilmiah, wajib menjaga kebersihan masjid, dan jangan menjadikan masjid untuk tempat berpolitik. Isilah masjid dengan amalan-amalan dan ibadah-ibadah yang diridhoi oleh Allah SWT.

Dari perwakilan pemerintah Kota Salatiga yang mewakili Bapak Agung Nugroho selaku Sekretaris Kecamatan Sidomukti yang ditunjuk oleh Walikota Salatiga untuk menyampaikan sebuah pesan. Dalam pesan yang dibacakan adalah Pemerintah Kota Salatiga mengucapkan selamat datang dan Terima kasih kepada Syeikh Ibrahim Bin Sulaiman Al-Nughaimshi dan keluarga Dr. Nashr Bin Aqil Bin Abdullah At Thayar yang telah memberikan bantuan hibah berupa masjid di Lingkungan IAIN Salatiga. Beliau juga berpesan bahwa masjid sebagai wadah untuk pembentukan karakter seseorang yang berakhalul kharimah. Masjid digunakan baik oleh civitas akademika IAIN Salatiga maupun masyarakat umum. Beliau juga mengajak kepada seluruh hadirin untuk menjaga kebersihan dan merawat masjid ini dengan sebaik-baiknya, agar usia masjid bisa panjang.

Untuk menutup serangkai kegiatan ini adalah pembacaan doa yang dipimpin oleh Dr. KH. Saifudin Zuhri. Setelah pembacaan doa, selanjutnya Syeikh Ibrahim Bin Sulaiman Al-Nughaimshi yang didampingi oleh Rektor dan segenap Pimpinan IAIN Salatiga menuju ke Masjid At-Thayar untuk dilakukan penandatangan prasasti dan pemotongan rangkaian bunga sebagai perlambang masjid telah diresmikan. Setelah itu para hadirin melakukan shalat dhuhur berjama’ah di Masjid At-Thayar.

Dies Natalies IAIN Salatiga Ke II

Pada tanggal 15 Oktober 2016 IAIN Salatiga merayakan Dies Natalies ke 2. Pada acara Dies Natalies diisi dengan berbagai macam perlombaan. Acara diawali dengan jalan sehat dengan rute Kampus I menuju Kampus II. Jalan sehat dibuka secara simbolik oleh Rektor IAIN Salatiga yang didampingi Jajaran Pimpinan Institut dan Fakultas. Peserta jalan sehat terdiri dari Pimpinan Institut, Pimpinan Fakultas, Dosen, Staf, dan Karyawan beserta keluarga. Dalam perjalanan menuju Kampus II, panitia membagikan kupon untuk undian hadiah doorprise. Setelah finish di Kampus II, peserta telah disambut oleh Rektor dan jajaran Pimpinan. Dalam Sambutannya, Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd mengucapkan selamat merayakan HUT IAIN Salatiga ke 2. Beliau juga menghimbau kepada seluruh Civitas Akademika untuk tetap senantiasa meningkatkan profesionalisme dalam bekerja dan melayani masyarakat. Panita juga menyediakan hiburan Solo Organ dan hidangan Soto. Terlihat jelas para peserta menikmatinya. Setelah menikmati hidangan soto, selanjutnya diadakan sebuah perlombaan yang terdiri dari Lomba Bakiak, lomba Voli, lomba Tenis Meja, lomba Sepeda Tangkas, dan lomba Tarik Tambang. Dari Jajaran Pimpinan hingga Office Boy membaur menjadi satu dalam kehangatan kekeluargaan. Hadiah yang disedikan oleh panitia berupa perabot rumah tangga, barang elektronika, dan Sepeda sebagai hadiah utama. Acara dimulai dari pukul 09.00 wib sampai pukul 15.00 wib. Hadiah doorprise dibagikan oleh panitia pada saat pertengahan lomba.