Category Archives: Berita

IAIN Salatiga Selenggarakan Piala Rektor 2018

SALATIGA-Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga selenggarakan Turnamen Futsal, Bola Volly, Lomba Band, dan Vocal Competition Piala Rektor IAIN Salatiga 2018. Penyelenggaran Piala Rektor 2018 diadakan diligkungan Kampus III, Jalan Lingkar Salatiga Km.2, Jum’at (16/02).

Piala Rektor 2018 diikuti 32 SMA/MA/SMK/sederajat se-Kota Salatiga dan sekitarnya dengan empat katergori, berlansung tanggal 16-18 Februari 2018. Kategori pertama yakni turnamen Futsal yang diikuti oleh 32 tim, volly putra 28 tim, dan volly putri 9 tim. Pada kategori kedua yaitu lomba Band yang diikuti oleh 18 grup dan Vocal Competition diikuti 32 peserta.

Pembukaan Piala Rektor 2018 dibuka oleh Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Agus Waluyo, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Moh. Khusen, M.A., M.Ag., Ketua Dharma Wanita Persatuan IAIN Salatiga dan beberpa pimpinan di lingkungan IAIN Salatiga.

Rektor menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada SMA/MA/SMK yang telah berpartisipasi dalam Piala Rektor 2018. Piala Rektor 2018 bukan semata ajang kompetisi saja, akan tetapi melalui kegiatan ini para peserta dari masing-masing sekolah dapat saling bersilaturahmi dan menjalin hubungan yang baik.

“Dengan diselenggarakannya piala rektor tingkat SMA/MA/SMK/sederajat maka para peserta selain peningkatkan prestasi akademik, peserta juga dapat melatih bakat olahraga dan seni. Selain itu, peserta juga dapat membangun bersilaturahmi antar sekolah,” ujar Rektor IAIN Salatiga.


Keluar sebagai juara pertama pada kategori turnamen Futsal yaitu SMK negeri 1 Mojosongo Boyolali, juara Kedua SMK Muhammadiyah Suruh, dan juara Ketiga SMA Negeri 3 Salatiga. Kategori Volley Putra juara Pertama dimenangkan SMK 1 Pringapus, juara Kedua SMK Saraswati Salatiga, & juara ketiga SMA Negeri 1 Tuntang. Kemudian pada katergori Volley Putri juara pertama oleh SMA Negeri 1 Tuntang, juara kedua SMA Negeri 1 Boyolali, & SMA Negeri 1 Bergas.

Selanjutnya pada kategori Grup Band juara pertama SMA Negeri 6 Semarang (Shakuntala), juara kedua SMA Negeri 1 Salatiga (Benang Pancarona), dan juara ketiga SMA Negeri 2 Salatiga (Five Kids). Pada kategori Vocal Competition juara pertama SMA Kristen 1 Salatiga (Feby Dwi R), SMA Negeri 3 Sragen (Melsheila Yuanita C.), dan SMA Negeri 1 Salatiga (Early Destyani).

Salah satu peserta vocal competition Feby Dwi R dari SMA Kristen 1 Salatiga mengatakan merasa bersyukur bisa mengikuti Piala Rektor 2018. Ia juga bersyukur karena menjadi juara pertama dalam vocal competition Piala Rektor 2018. “Semoga ajang seperti ini dapat diselenggarakan lagi oleh IAIN Salatiga ditahun mendatang,” ujarnya.

Piala Rektor 2018 resmi ditutup oleh Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. didampingi Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Perencanaan Kastolani, Ph.D. halaman gedung K.H. M. Hasyim Asy’ari Kampus III, Minggu (18/02). (zid/hms)

Pascasarjana IAIN Salatiga Launching ICONIS 2018

SALATIGA – Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga launching Seminar Internasional dengan nama ICONIS (International Conference on Islam and Muslim Society), Kamis (25/1). Seminar tersebut akan diselenggarakan di Larasasri Resort and Spa, pada 1-2 Agustus 2018 mendatang.

Ketua Panitia Noor Malihah, Ph.D. mengatakan, ICONIS mengambil tema “Muslim in a Disrupted Millinial Age”.

“Maksud dan tujuan diselenggarakannya ICONIS sendiri adalah untuk mengkaji identitas, eksistensi, retorika umat islam dan kondisi mutakhir umat Islam di tengah-tengah masyarakat, baik sebagai mayoritas atau minoritas,” jelas Malihah.

Acara seminar internasional nanti disebut Malihah akan menarik mengingat bahasan yang diangkat adalah keadaan umat Islam sebagai mayoritas diwarnai problem internal dan eksternal.

“Problem internal yaitu polarisasi umat Islam dalam pengembangan kajian keIslaman, misalnya ada sekelompok umat Islam yang ingin membawa kembali Islam pada jaman kehidupan nabi sedangkan kelompok yang mengehendaki Islam harus lebih progressif dan aktual. Sementara problem eksternal berupa kenyataan umat Islam di masyarakat belum menjadi umat yang terbaik dalam beberapa aspek kehidupan,” sambung Malihah.

Ujung dari konferensi ini diharapkan menghasilkan gagasan terbaru dan paparan hasil riset mutakhir terkait Islam dan Masyarakat Islam. Selain itu, 12 makalah tersebut nantinya akan diterbitkan pada Jurnal Internasional IJIMS (International Journal on Islam and Muslim Society) dua edisi sekaligus, Januari-Juni 2018 dan Juli-Desember 2018.


“Forum ini juga menjadi ajang tasyakuran IJIMS yang sejak Agustus tahun lalu telah terindek SCOPUS dan otomatis bereputasi internasional,” demikian menurut Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga dan Pimpinan Umum IJIMS, Prof. Dr. Zakiyuddin.

Sementara itu, Rektor IAIN Salatiga yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Agus Waluyo menyampaikan sangat mengapresiasi atas capaian jurnal IJIMS telah terindek SCOPUS.

“Dengan tercapaianya indek SCOPUS pada jurnal IJIMS ini kita semua patut bersyukur, dan sebagai upaya menjaga serta mengembangan IJIMS ditingkat internasional, maka melalui agenda besar yakni ICONIS ini diharapkan dapat mempersatukan pemikiran atau riset yang nantinya akan mengisi IJIMS,” jelas Dr. Agus.  (zid/hms)

Rektor Lepas 1.312 Mahasiswa

SALATIGA – Sebanyak 1.312 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga diterjunkan ke masyarakat dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun akademik 2017-2018. Pelepasan para mahasiswa dilakukan rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. di halaman Kampus III, Senin (8/1) pagi.

Tema pokok KKN tahun ini yaitu ”Masjid sebagai sentral penguatan kelembagaan sosial, pendampingan masyarakat dan keluarga”. KKN Tematik Posdaya dimaksudkan memperkuat kemampuan keluarga, jamaah masjid dan masyarakat secara mandiri.  Dengan demikian mahasiswa dapat belajar dengan masyarakat melalui program-program pengembangan lembaga social.

“KKN menjadi salah satu tugas yang mulia dari proses belajar di lingkungan masyarakat. Untuk itu, saya harap mahasiswa dapat mengaplikasikan pembelajaran untuk mengabdi di masyarakat,” ujar Rektor.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN, Dr. Adang Kuswaya, M.Ag. menyatakan pada tahun akademik 207-2018 ini ada tiga kabupaten yang menjadi posko KKN dan akan berlangsung selama 45 hari. Tiga kabupaten tersebut yakni Kabupaten Magelang, Grobogan dan Boyolali dan  mahasiswa tersebar di empat kecamatan.

Para mahasiswa akan berada di 48 desa yang menjadi tempat pengabdian masyarakat. Dengan rincian sebanyak 369 mahasiswa berada di Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang; 327 mahasiswa di Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan; dan 616 mahasiswa berada di Kecamatan Kemusu serta Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali.


Adapun jadwal keberangkatan masing-masing kecamatan terbagi menjadi tiga kloter, yakni pertama 8 Januari untuk Kecamatan Candimulyo, kedua 9 Januari untuk Kecamatan Kedungjati, dan ketiga 10 Januari untuk Kecamatan Juwangi serta Kemusu.

Dr. Adang Kuswaya juga menjelaskan bahwa koordinasi antara LP2M dengan seluruh kepala desa setempat sudah berjalan baik. Tidak ada permasalahan teknis terkait posko bagi mahasiswa. “Kami bersyukur semua desa yang dituju dapat menerima mahasiswa KKN tahun ini, termasuk dari masing-masing kecamatan juga sangat menerima kehadiran mahasiswa IAIN,” ungkapnya. (zid-hms/ida-dinamika)

Peserta KKN Diharapkan Belajar Dengan Masyarakat

SALATIGA – Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga dituntut dapat belajar dengan masyarakat. Karena KKN merupakan bagian dari pendewasaan, pengabdian masyarakat, dan bagian dari hidup bersama dengan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. pada pelaksanaan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2018, di Auditorium Kampus I Jl. Tentara Pelajar No.2, pekan kemarin.

Lebih jelas Rektor IAIN Salatiga memberikan pesan bahwa peserta KKN tidak dituntut untuk mengajari atau mengguruhi masyarakat. Akan tetapi peserta KKN diharapkan dapat belajar dari masyarakat tentang ke kehidupan bermasyarakat dan bersosialisasi.

“Seperti pepatah jawa, nek pinter ora usah gurui (kalau kita pinter maka tidak mengguruhi), nek banter ora usah nyelip (kalau kencang tidak perlu menyalip), nek landep ora usah natoni (kalau tajam maka tidak melukai),” ujar Rektor.

Bapak Rektor IAIN Salatiga juga berpesan, ketika berada di lingkungan masyakarat hendaklah menghormati mereka-mereka yang lebih tua di tempat KKN. Dengan demikian, mahasiswa IAIN Salatiga dalam melaksanakan KKN dapat berjalan dengan lancar dan diterima oleh masyarakat.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyakarat (LP2M) Dr. Adang Kuswaya, M.Ag. bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan satu mata kuliah intra kurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa program S1 sebelum menyelesaikan studinya. Sedangkan tema pokok KKN pada tahun ini adalah ”Masjid sebagai sentral penguatan kelembagaan sosial, pendampingan masyarakat dan keluarga”.  


Daerah kerja KKN Tematik Posdaya Mahasiswa Program S1 Reguler & Non Reguler IAIN Salatiga Tahun 2018 adalah berada di Kabupaten Grobogan (Keccamatan Kedungjati), Kabupaten Boyolali (di Kecamatan Juwangi dan Kecamatan Kemusu), dan Kabupaten Magelang (di Kecamatan Candimulyo).

“Peserta KKN tahun 2018 mencapai 1305 yang akan di tempatkan di empat kabupaten dan terbagi dalam lima kecamatan. KKN Tematik Posdaya Mahasiswa Program S1 Reguler & Non Reguler IAIN Salatiga dilakukan selama 45 hari,” kata ketua LP2M.

Pembekalan KKN sendiri dilakukan secara bertahap sesuai dengan daerah atau kecamatan yang menjadi tempat KKN. Pembekalan pertama di lalukan pada 27-28 Desember 2017 untuk tempat KKN di Kecamatan Candimulyo. Kedua dilalukan pada 29-30 Desember 2017 untuk Kecamatan Kedungjati. Tahap ketiga pada 02-04 Januari 2018 untuk Kecamatan Juwangi dan 05-06 Januari 2018 untuk Kecamatan Kemusu. (zid/hms)

ASN Kemenag Diminta Menjadi Duta Penerbar Kedamaian

Aparatur Sipil Negera (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) dan seluruh komponen umat beragama di Tanah Air agar bersama-sama menjadi Duta Penerbar Kedamaian. Untuk itu, Hari Amal Bakti (HAB) ke-72 Kementerian Agama tahun 2018 mengambil tema “Tebarkan Kedamaian”

Meneteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengajak seluruh ASN untuk bisa membuktikan bahwa agama sesungguhnya membawa angin kesejuakan yang menentramkan. Dalam damai akan tercipta negeri yang tentram dan sejahtera. Pesan kedamaian ini makin terasi penting untuk digaungkan agar kita tidak terjerembab dalam kubangan dan jebakan permainan atas nama agama.

“Kalaulah belum sanggup mengatasi pertentangan dengan seruan damai, setidaknya marilah mendamaikan diri sendiri dari nafsu angkara murka, syak wasangka, tingkah yang pander, sifat-sifat batil, ataupun yang jahil,” ujar Menag melalui sambutan dalam upacara HAB ke-72 Kementerian Agama di halaman Kampus III IAIN Salatiga, Rabu (3/1).

Kementerian Agama patut bersyukur, berbagai upaya perbaikan telah membuahkan hasil. Mengiringi usianya yang ke-72, Kementerian Agama sukses menorehkan sejumlah prestasi. Di bidang tata kelola, mendapatkan opini hasil audit BPK dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan kenaikan indeks penilaian reformasi birokrasi.

Kemudian pada bidang haji, indeks kepuasan jemaah haji terus meningkat. Indeks kerukunan beragama berada dalam angka positif. Begitu pula dengan pelayanan nikah di KUA. Juga kenaikan pada standar mutu pendidikan agama dan perguruan tinggi. Selain itu, Kemenag dinilai sebagai penyumbang terbanyak PNBP terbesar, pelapor LHKPN terbanyak serta beberapa penghargaan lainnya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Walikota Salatiga juga meminta supaya Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama(Kemenag) Kota Salatiga untuk giat berinovasi, dalam memberikan pelayanan publik sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawabnya.

“ASN Kemenag harus terus berinovasi agar tidak menjadi mesin tua yang using. Berikan layanan public terbaik kepada masyarakat,”kata Yulianto, M.E.  

Sesuai dengan amanat Menteri Agama, seluruh bagian Kemenag harus bisa bertransformasi dan bersinergi dengan baik melalui system kekinian. Hal itu harus ditunjang dengan mental dan budaya pikir ASN. (zid/hms)