Category Archives: Berita

Rektor; Pagu Anggaran Tahun 2014-2019 Mengalami Peningkatan

MALANG – Rektor IAIN Salatiga menyampaikan bahwa pagu anggaran pada tahun 2014-2019 telah mengalami peningkatan yang signifikan dengan total 108M. Penggunaan anggaran tersebut diantaranya untuk memperbaiki fasilitas sarana prasarana serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Penggunaan pagu anggaran pada tahun 2014-2019 tentu sebagai langkah dan harapan besar yakni berkembang menjadi UIN, sehingga perlu dilakukan persiapan serta dukungan dari sivitas akademika,” kata Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd, saat membuka acara Workshop Evaluasi Program Tahun 2018 dan Perencanaan Kegiatan 2019, di Kusuma Agrowisata Hotel, Batu, Malang, Kamis (31/01/2019).

Beliau juga menambahkan, hasil Rakornas Kementerian Agama pada Jumat (15/01/2019), Menteri Agama Republik Indonesia menyampaikan konsep yang bernama MANTRA. Konsep tersebut terdiri dari Moderasi Beragama untuk masyarakat plural dan multikultural demi tercapainya titik temu, kemudian Toleransi dan Integrasi Data dengan harapan 2019 menjadi tahun sadar data.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK), Drs. Kaeroni, M.Si. selaku panitia Workshop Evaluasi Program Tahun 2018 dan Perencanaan Kegiatan 2019 mengatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 106 peserta yang terdiri dari pejabat struktural dan non struktural di lingkungan IAIN Salatiga.

“Kegiatan ini tentunya untuk mengevaluasi segala program pada 2018 sekaligus merencanakan kegiatan 2019,” kata Kepala Biro AUAK. IAINSalatiga-#AKSI (zid/hms/pnt)

Menag RI Resmi Launchin SPAN-UM PTKIN 2019

JAKARTA – Seleksi Prestasi Akademik Nasional- Ujian Masuk (SPAN-UM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2019 resmi dilaunching Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (23/01/2019).

Menteri Agama menyarankan pengelola PTKIN untuk proaktif menjaring calon-calon mahasiswa terbaik. Salah satunya dengan cara talent scouting (pencarian bakat) siswa-siswa terbaik pada madrasah, pesantren, maupun sekolah umum.

“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih semua pihak atas partisipasi menyukseskan SPAN-UM PTKIN. Kita bersyukur peminat SPAN-UM PTKIN setiap tahunnya terus meningkat” tuturnya.

Menag menilai, pelaksanaan SPAN-UM PTKIN merupakan sebuah langkah yang strategis guna memperbaiki kualitas PTKIN. Terutama untuk menjaring calon mahasiswa terbaik di madrasah maupun pesantren.

“Saya minta masing-masing PTKIN melakukan refleksi dan menemukan cara untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap PTKIN. Jemput bola untuk memantau santri-santri di pesantren, siswa-siswa madrasah yang dua tiga tahun ke depan akan masuk PTKIN,” imbuh Menag.

Menurut Menag, madrasah dan pesantren saat ini memiliki spesialisasi tertentu yang bisa digali dan diarahkan agar santri atau siswanya dapat masuk pada jurusan yang tepat di PTKIN. Misalnya kita punya pesantren yang spesialisasi kajiannya di ilmu hadis, fiqih, dan sebagainya, ini kita perlu jaring.

Sementara itu, Rektor IAIN Salatiga, Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. ditemui usai mengikuti peluncuran, mengatakan bahwa SPAN-UM PTKIN membuka akses bagi seluruh anak bangsa dari daerah mana pun untuk memilih perguruan tinggi yang diharapkan.

Beliau juga menambahkan, selain itu juga memungkinkan adanya penyebaran calon mahasiswa pada berbagai perguruan tinggi, tidak hanya terkonsentrasi pada universitas-universitas yang besar.

“Dari sisi perguruan tinggi, hal ini membuka peluang untuk memilih calon mahasiswa yang terbaik sesuai dengan daya tampung yang ada,” kata beliau.

Kegiatan peluncuran SPAN-UM PTKIN 2019 sendiri dihadiri Rektor dan Wakil Rektor Bidang Akademik, humas, pengelola TIK PTKIN seluruh Indonesia, Kakanwil Kemenag se-Indonesia, perwakilan siswa madrasah dan perwakilan mahasiswa PTKIN. IAINSalatiga-#AKSI (zid/hms)

IAIN Salatiga Gelar Upacara HAB Kemenag Ke-73

SALATIGA – Sivitas IAIN Salatiga ikuti Upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke 73 Tahun 2019 di Halaman Gedung K.H. Hasyim Asy’ari, Kampus 3, Kamis (03/01/2019).

Sambutan Menteri Agama RI yang disampaikan oleh Rektor IAIN Salatiga, Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. mengatakan pembentukan Kementerian Agama sebagai perangkat kehidupan bernegara.

“Tujuh puluh tiga tahun silam, Pemerintah membentuk Kementerian Agama sebagai bagian dari perangkat kehidupan bernegara dan berpemerintahan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembentukan Kementerian Agama merupakan keputusan yang bersejarah dan memberi pengaruh besar sepanjang perjalanan bangsa dan negara Republik Indonesia hingga kini.” tukasnya.

Selain itu ia mengatakan dalam rangka memperingati HAB Kemenag RI Ke-73 terdapat tiga poin penting diantaranya jaminan hak beragama dalam pelaksanaan pancasila.

“Melalui peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama, kita diingatkan kembali arti 3 pentingnya jaminan hak beragama dalam pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada Pembukaan dan pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.” tambahnya.

Beliau juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama khususnya di lingkungan IAIN Salatiga, di tahun politik sekarang ini, senantiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan, dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok dan golongan kepentingan.

Ajakan yang sama kepada semua elemen bangsa, mari jaga kebersamaan, keutuhan sesama anak bangsa. Segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara, mari kita hindari.

“Mari jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antarsesama anak negeri,” tambah beliau. IAINSalatiga-#AKSI (zid/hms)

 

Saatnya Universitas Islam Perkuat Riset

SALATIGA – Perguruan tinggi Islam saatnya bertransformasi dari universitas berbasis pengajaran (teaching university) menjadi universitas berbasis riset (research university). Hal ini dibahas dalam seminar bersama yang digelar IAIN Salatiga dan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Kampus 3 IAIN Salatiga, Jumat ( 21/12/2018) sore.

Wakil Rektor I IAIN Salatiga, Agus Waluyo dalam sambutanya mengatakan di era globalisasi, penelitian menjadi poin utama dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. “ Penelitian dulu baru setelah itu hasil penelitian diterapkan untuk bahan pengajaran dan pengabdian di masyarakat,” ungkap dia.

Agus mengatakan saat ini banyak perguruan tinggi yang tampil sebagai teaching university. Cirinya, kata dia, menerapkan banyak mata kuliah sehingga justru terjadi tumpang tindih. Selain itu dosen jadi lebih fokus pada pengajaran dan menjadikan penelitian hanya untuk memenuhi beban kerja. “Juga belum ada keselarasan penelitian dengan industri atau pemerintah daerah. Hasilnya pun belum dideseminasikan,” ungkap Agus.

Wakil Rektor II IAIN Salatiga Kastolani menambahkan dibandingkan dengan negara-negara tetangga jumlah publikasi ilmiah di Indonesia terbilang minim. Karena itu penelitian memang menjadi fokus perhatian perguruan tinggi saat ini, utamanya soal studi Islam. “Semangat membaca menjadi kunci keberhasilan kita. Hasil bacaan kita renungkan kemudian ditulis dan dipublish,” papar dia.

Sementara itu, Satgas Bidang Kerja Sama Universitas Islam Internasional Indonesia Irfan Abubakar dalam sambutannya mengungkapkan merasa senang bisa menggelar sosialisasi di Salatiga. IAIN Salatiga merupakan kota kedua yang dikunjungi setelah sebelumnya Satgas UIII menyambangi UIN Makasar.

Diutarakan dia IAIN Salatiga dipilih karena dinilai sebagai perguruan tinggi Islam di tingkat lokal yang perkembangannya pesat. Selain itu, lanjut dia, Salatiga merupakan salah satu kota toleran di Indonesia. Hal ini sesuai dengan UIII yang didirikan untuk menjaga toleransi. “Indononesia adalah negara yang toleran dan Salatiga adalah miniatur Indonesia…kami yakin akan mendapatkan banyak inspirasi dari sini,” papar dia.

UIII yang saat ini kampusnya masih dalan tahap pembangunan akan mulai menerima mahasiswa baru pada pertengahan tahun 2019 mendatang. Kampus berbasis riset ini hanya fokus pada program postgraduated atau magister (S2) dan doktoral (S3). Jumlah mahasiswa akan dibatasi karena menerapkan sistem beasiswa penuh. “Anda tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk belajar di universitas bertaraf internasional,” imbuh anggota Satgas UIII lainnya, Ali Muhanif yang menginformasikan UIII dibangun di lahan seluas 140 hektare di wilayah Depok, Jawa Barat.

Ali menjelaskan pendirian UIII diawali dari fenomena booming sarjana muslim Indonesia yang prestasinya membanggakan secara internasional. Oleh karena itu dengan dukungan semua pihak, UIII telah masuk dalam proyek strategis nasional tahun 2018 di bawah Kementerian Agama.

Sebagai universitas berbasis riset, kata dia, UIII ke depan diharapkan bisa melahirkan peraih nobel di berbagai bidang. “Indonesia diharapkan menjadi model untuk menyelaraskan Islam dan demokrasi,” jelas dia.

Ditambahkan Dadi Darmadi Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah umat Islam terbesar telah lama digadang-gadang memiliki universitas Islam berstandar internasional. “Tidak banyak di dunia ini kita bisa belajar berdebat tentang berbagai paham dengan tenang, secara demokratis. UIII didesain lebih terbuka kepada dunia dan memberikan kontribusi kepada dunia,” imbuh Dadi yang juga anggota Satgas UIII di hadapan peserta seminar. IAINSalatiga-#AKSI (cka/zid_hms)

84 Guru Ikuti Program Profesi Guru di IAIN Salatiga

SALATIGA-Sebanyak 80 guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) asal Provinsi Kalimantan mengikuti Program Profesi Guru (PPG) dalam jabatan bagi daerah khusus (Gurdasus) di IAIN Salatiga. Mereka akan mengikuti program ini selama tiga bulan.

Rektor IAIN Salatiga, Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. mengungkapkan program ini menjadi kesempatan bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi. “Maka dari itu selama di salatiga silakan memanfaatkan kesempatan untuk belajar dan lainnya,” ungkap Rektor saat acara penyambutan PPG di Kampus 3 Jalan Lingkar Salatiga Km 2, Kamis (20/12/2018).

Dalam kesempatan itu, Rektor juga memberikan pemaparan tentang sosok guru profesional. Menurutnya, hal ini telah dijamin oleh pemerintah dalam undang-undang tentang guru dan dosen. Dikatakan Dr. Rahmat untuk mewujudkan profesionalitas seorang guru harus memiliki latar pendidikan yang baik (well educated). Selain itu juga memiliki keterampilan atau skill yang mumpuni mulai dari penyiapan materi ajar hingga evaluasi pembelajaran.

“Ketiga adalah well paid. Ini kewajiban pemerintah. Jika masih dibayar dengan ‘lilahitaala’ maka belum bisa dikatakan profesional. Namun jika memang demikian yakinlah anda tengah ditabungkan oleh Allah…tak usah khawatir Allah membayarnya dalam bentuk lain,” papar Dr. Rahmat.

Lebih lanjut beliau meungkapkan jika semuanya sudah dipenuhi, seorang guru dituntut memiliki perfoma yang baik di depan kelas. Hal ini bisa dilihat dari motivasi, komitmen dan kompetensi.

“Komitmen bisa berupa spiritualitas. Guru harus memahami jika dirinya merupakan media Allah dalam menyampaikan ilmu kepada murid. Selain itu komitmen juga dipengaruhi kohesivitas hubungan yang baik dengan lingkungan sosial,” ujar beliau.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga, Suwardi, M.Pd. memaparkan bahwa PPG yang merupakan program Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dengan menggandeng Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) akan berlangsung selama 3 bulan. “Perkuliahan teori akan dimulai 21 Desember dan berlangsung setiap hari pada jam kerja,” terang dia.

Program ini, kata Suwardi, meliputi tiga hal yakni proses pembelajaran, praktik pembelajaran dan ujian. Untuk ujian akan diselenggatakan dengan sistem berbasis komputer. “Harapannya nanti peserta PPG angkatan pertama ini bisa lulus 100 persen,” imbuhnya. IAINSalatiga-#AKSI (cka/zid/hms)