Category Archives: Berita

Khaeroni Jabat Kabiro Administrasi Umum IAIN Salatiga

SALATIGA – Drs. Khaeroni, M.Si menjabat Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Salatiga. Acara perkenalan yang diikuti puluhan dosen dan karyawan di Aula Gedung B Kampus 3, Rabu (18/4) berlangsung santai namun meriah.
Khaeroni dalam kesempatan itu menuturkan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pihak. Pria yang sebelumnya bertugas di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari ini mengajak seluruh elemen mengembangkan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menjadi lembaga yang memiliki branding tersendiri. “Kalau menyebut satu dua kata saja ingatnya langsung IAIN Salatiga,” imbuhnya.
Khaeroni juga mengungkapkan pentingnya menumbuhkan rasa kebanggan sivitas akademika terhadap IAIN Salatiga. “Mahasiswa harus confident. Jangan sampai ketika ditanya kuliah di mana tidak bangga dengan IAIN Salatiga,” tutur dia.
Lebih lanjut di bidang akademik, IAIN Salatiga bisa lebih maju. Salah satunya dengan memberikan kesempatan yang luas kepada dosen dan mahasiswa untuk berprestasi. “Di luar (negeri) bukan saja di Indonesia. Karena itu segala sesuatu yang mendukung hal itu harus ditingkatkan,” terang dia.
Sementara itu Rektor IAIN Salatiga, Dr. Rahmat Hariyadi,M.Pd. mengungkapkan kedatangan Kepala Biro AUAK IAIN Salatiga kali ini cukup spesial lantaran bertepatan dengan penyelengaraan Sidang Terbuka Senat dalam Rangka Dies Natalis ke-48 IAIN Salatiga, Senin (16/04/2018) kemarin. “Sehingga tahu jeroan kita. Cita-cita kita apa. Kami percaya dengan pengalaman beliau banyak hal yang bisa dibawa ke IAIN Salatiga,” ungkapnya.
Lebih lanjut Rektor dalam kesempatan itu memperkenalkan moto yang diusung IAIN Salatiga, yakni AKSI (Amanah, Komitmen, Silaturahmi, Inisiatif dan Inovatif). “Melalui moto tersebut diharapakan semua elemen di IAIN Salatiga dapat mengaplikasikan, baik dalam melayani mahasiswa atau ketika para mahasiswa berada di masyarakat,” imbuh beliau.

Prof. Amin: PTKIN Berperan Sebarkan Pemahaman Islam Indonesia

SALATIGA – Prof. Dr. Amin Abdullah, pakar filsafat Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menyebut Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memiliki peran penting untuk memahamkan konsep Islam Indonesia kepada generasi milenia.

Hal itu diutarakan saat mengisi orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-48 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Senin (16/04/2018). “Pemahaman ini harus diberikan sedini mungkin,” terangnya.

Menurut Prof. Amin hal ini menjadi tantangan bagi PTKIN untuk menyesuaikan diri dengan generasi milenia. PTKIN, lanjut dia, harus mampu melahirkan solusi atas keberagaman di Indonesia melalui transfer keilmuan dengan generasi milenia.

“Indonesia itu negara maritim dengan banyak etnis, penghayat kepercayaan serta 60 sampai 70 ormas (organisasi masyarakat) Islam diwadahi dalam negara kesatuan…Mentalitas atau pola pikir yang terbentuk berbeda dibanding dengan mereka yang tinggal di negara kontinental (seragam, *red),” papar dia dalam orasi yang mengambil tema Seribu Wajah Islam Indonesia Menuju Bangsa Damai Bermartabat.

Terkait hal itu PTKIN harus berubah mengikuti perkembangan zaman, termasuk tenaga pendidiknya. Sensitivitas dan kapasitas keilmuan sekarang ini, kata Prof. Amin, harus kompatibel dengan pandangan seribu wajah Islam Indonesia. Untuk melihat beragam wajah Islam Indonesia diperlukan integrasi keilmuan.

Tantangan lainnya bagi PTKIN adalah masih banyak dosen yang belum memahami konsep Islam Indonesia. Hal ini didasarkan pada hasil diskusi Prof. Amin dengan sejumlah profesor dan dosen di perguruan tinggi umum. “Para profesor ini menyebut dirinya buta huruf (tidak sepenuhnya memahami konsep Islam Indonesia),” ungkap Prof. Amin.

Dikatakan dia, kondisi ini juga harus bisa direspons PTKIN. “Buat semacam pelatihan yang isinya diskusi,” tambah mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga itu.

Terpisah Rektor IAIN Salatiga Rahmat Hariyadi dalam kesempatan yang samamengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat dan sivitas akademika atas dukunganya untuk IAIN Salatiga. Selain itu, Rektor mengajak seluruh elemen sivitas akademika untuk menjadikan semangat percepatan menuju status UIN sebagai jihad akbar dan konkret sesuai kondisi Salatiga dan konstelasi nasional. (zid/hms) IAINSalatiga-#AKSI

IAIN Salatiga Bersiap Alih Status Menjadi UIN

SALATIGA – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga tengah mempersiapkan diri untuk beralih status menjadi universitas Islam negeri (UIN). Hal ini disinggung Rektor IAIN Salatiga, Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. saat pidato dalam rangka Dies Natalis ke-48 di Auditorium Kampus I Jalan Tentara Pelajar Salatiga, Senin (16/04/2018).

“Alih status dari IAIN menjadi UIN merupakan sebuah keniscayaan. Tahun 2014-2018 merupakan Tahun Transisi. Sebelum itu, masa status STAIN merupakan Tahun Persiapan dan setelah alih status menjadi UIN Salatiga merupakan Tahun Aksi sebagai pusat rujukan studi Islam-Indonesia,” kata beliau.

Rektor mengajak seluruh elemen civitas akademika untuk menjadikan semangat percepatan menuju status UIN sebagai jihad akbar dan konkret sesuai kondisi Salatiga dan konstelasi nasional.

Saat ini jumlah mahasiwa IAIN Salatiga saat telah mencapai 10.220 orang. Jumlah ini meningkat drastis selama empat tahun terakhir dari saat masih bestatus STAIN yang baru mempunyai 4.544 mahasiswa. Untuk tenaga pendidik sendiri IAIN Salatiga memiliki 214 orang dengan 43 orang berpendidikan S3. “Pada 29 Maret 2018 telah dilakukan pengukuhan Guru Besar ke-8,” terang Rektor.

Lebih lanjut untuk mendukung langkah menuju status UIN, saat ini IAIN Salatiga telah memiliki 28 program studi yang tersebar di lima fakultas dan pascasarjana. Sementara untuk ketersediaan puluhan gedung, IAIN Salatiga memiliki 3 kampus terpisah. “Pada tahun 2018 diproyeksikan jumlah tanah yang dimiliki sekitar 23,86 hektare,” imbuhnya.

Sementara itu, sidang terbuka senat IAIN Salatiga dalam rangka Dies Natalis ke-48 yang digelar tadi mengambil tema Becoming the Main Referencefor Study on Indonesian Islam. Sidang senat ditutup dengan orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Dr. Amin Abdullah dengan judul Seribu Wajah Islam Indonesia Menuju Bangsa Damai Bermartabat.

Sebelumnya rangkaian Dies Natalis ke-48 dimulai dari Turnamen Futsal, Bola Volly, Lomba Band, dan Vocal Competition Piala Rektor, Pengukuhan Guru Besar, Seminar Nasional Bersama TGB Dr. M. Zainul Majdi, L.c., M.A berkolaborasi dengan Habiburrahman El Shirazy alias Kang Abik, Mujahadah bersama Pemerintah Kota Salatiga, dan pada Sabtu (14/04/2018) digelar jalan sehat dan berbagai perlombaan untuk memeriahkan Dies Natalis ke-48 IAIN Salatiga. Kegiatan yang diikuti seluruh keluarga dosen dan karyawan digelar di Kampus 3 Jalan Lingkar Salatiga Km 2. (zid/hms) IAINSalatiga-#AKSI

IAIN Salatiga Gelar Mujahadah dan Do’a Bersama

SALATIGA-Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menggelar mujahadah dan doa bersama di gedung K.H. M. Hasyim Asy’ari, Kamis (5/4) malam. Mujahadah dan do’a bersama tersebut merupakan kerjasama dengan pemerintah Kota Salatiga.

Hadir dalam mujahadah dan do’a bersama, jajaran Forkompinda, masyarakat Salatiga, dosen, karyawan dan mahasiswa IAIN Salatiga. Tema mujahadah dalam rangka milad ke-48 IAIN Salatiga ini mengangkat “Kita Sukseskan UN 2018 dan Menuju Salatiga Kota Pendidikan”.  Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. menyampaikan pada kesempatan kali ini  turut mendoakan siswa siswi SMA sederajat yang sedang melaksanakan Ujian Nasional tahun 2018.

“Yang pertama kami memohon doa, karena bertepatan bulan April 2018 IAIN Salatiga memasuki usia 48 tahun. Maka dalam kesempatan milad ke-48 IAIN Salatiga, kami juga berharap kehadiran dan doa bapak-ibu untuk para mahasiswa serta kampus mendapat ilmu yang barokah, selain itu keberadaan IAIN Salatiga dapat bermanfaat bagi masyarakat kota salatiga dan bangsa,” ujarnya.

Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. juga menambahkan semoga putra putri kita sekalian yang sedang menempuh ujian diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah SWT. “Dapat melaksanakan ujian nasional dengan baik, semua berhasil dapat memuaskan dan menggembirakan. Amin,” harap Rektor.

Kemudian sambutan Walikota diwakili oleh Setda Kota Salatiga Drs. H. Fahrurrozi, menyampaikan mujahadah kali ini dikhususkan dalam rangka milad ke-48 IAIN Salatiga. Manfaat dari mujahadah yakni menambah ketentraman hati dan pikiran seseorang untuk memiliki sikap control diri. Hati akan merasa tentram nyaman, dan  tidak berburuk sangka. Sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal daging, jika segumpal darah itu baik maka baik pula tubuhnya.

“Saya merasakan betul dalam majelis ini ada semangat keagamaan dan kepasrahan kepada Allah SWT atas apa yang akan dihadapi termasuk dalam menghadapi UN 2018. Dengan ihktiar diiringi doa kepada Allah SWT maka Kota Salatiga akan semakin tentram, mengalami kemajuan dan kesejahteraan. Atas nama pemeritah Kota Salatiga mengucapkan selamat milad ke 48 IAIN Salatiga. Mudah-mudahan IAIN menjadi lembaga pendidikan yang mencetak kader-kader, tidak hanya cerdas dari sisi intelektualnya juga dari sisi spiritual dan sosialnya,” ujar Fahrurrozi.

Drs. K.H. Nur Rofiq saat memberikan ceramah menyampaikan nasihat yang ia pelajari dari Abdul Attaya pertama janganlah bergaul dengan orang yang perbuatannya tidak bisa kau teladani dan ucapannya tidak bisa kau percaya. Kedua, sebaik-baik orang yang baik perilakunya dan dapat dipercaya kata-katanya. Ketiga, perbuatan yang dapat diteladani adalah perbuatan orang yang hatinya selalu dekat dengan Allah, memiliki martabat yang mulia, tidak menghinakan dirinya di hadapan orang lain.

Nasihat ke empat, selalu mengutamakan perintah Allah dan selalu bertawakal kepada Allah dengan segala urusan. Kelima, selalu mengikuti jejak dan aturan agama tanpa ada kepura-puraan dalam hatinya. Nasihat yang ke enam, bergaul dengan orang yang menyepelekan agama itu tidak baik karena hal itu membuat kita jauh dari Allah. Dan nasihat terakhir adalah janganlah memandang kekeliruan sebagai kebenaran.

“Waktumu adalah umurmu dan umurmu adalah modal hartamu. Dengan harta itulah kamu berniaga, dan dengan modal itulah kau raih kenikmatan yang abadi di sisi Allah SWT,” tegasnya saat memberikan ceramah. (zid_hms) #IAINSalatiga-AKSI

 

Al Qur’an Secara Riil Telah Menjiwai

SALATIGA-Al Qur’an secara riil telah menjiwai banyak karya sastra di Tanah Air. Ragam metode penyebaran Islam yang dilakukan para pendakwah ke Nusantara sudah terjadi sejak lama. Prolog ini disampaikan TGB Dr. H. M. Zainul Majdi, L.c., M.A berkolaborasi dengan Habiburrahman El Shirazy alias Kang Abik.

Kedua pembicara tersebut diundang oleh Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga dalam acara seminar nasional dengan tema “Arah Baru Penafsiran Al Qur’an di Indonesia” di Auditorium Kampus I, Rabu (28/03/2018).

Lebih lanjut, TGB Zainul menyampaikan ketika para dai dan wali (Wali Songo) berdakwah di berbagai sudut wilayah Nusantara, selalu menggunakan pendekatan yang persuasif, damai namun tetap substantif. Para ulama cerdas bermetode dakwah dengan tidak langsung frontal menyampaikan ajaran dengan menghapus nilai-nilai kebaikan yang sudah ada, melainkan dengan menyerap budaya dan kearifan masyarakat lokal. Dengan catatan, tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan ajaran Islam itu sendiri.

“Pelajaran paling penting dari dakwah Wali Songo bukan sebagai orang paling tahu atau sok tahu. Tapi mereka hadir dengan semangat menyerap nilai-nilai yang baik itu, lalu menitipkan substansi keIslaman sehingga tanah nusantara ini menerima Islam dengan damai,” ujar TGB Zainul.

TGB Zainul jujga menambahkan, literatur sejarah pun mencatat bahwa masuknya Islam hingga ke pojok-pojok wilayah Indonesia yang luas, terjadi dalam suasana kedamaian. Tidak meninggalkan jejak sejarah perang atau konflik yang tebal, melainkan mewariskan sistem percampuran maupun pembauran budaya dan nilai-nilai yang kaya kebaikan.

Firman Allah dalam QS. Al Maidah ayat 3 berbunyi, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu dan telah Aku cukupkan untukmu nikmat-Ku dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu…”

Dari semua atribut Al Quran yang Allah sebutkan, yang terpenting dan paling utama adalah bahwa Al Quran sebagai petunjuk. Al Quran sebagai petunjuk ini mengarahkan bagaimana cara membangun perekonomian yang baik, bersosialisasi dan berbudaya yang baik, serta menciptakan demokrasi yang berkeadaban mulia.

Sementara Habiburrahman El Shirazy alias Kang Abik mengatakan, bahwa salah satu sastrawan yang menggunakan tafsir Al Qur’an yakni Taufiq Ismail. Melalui karya sastranya, Taufiq Ismail lebih banyak menggunakan tafsir Al Qur’an dan contohnya yang berjudul Sejadah Pandang.

“Karya Taufik Ismail sarat nilai religius,dalam perspektif religiositas karya astra Taufik Ismail berada pada posisi signifikan dalam khazanah kesusasteraan bagian dari al-fannal-islami,” kata Kang Abik.

Sedangkan Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. dalam sambutan pembukaan seminar nasional tersebut menyampaikan terima kasih atas kehadiran TGB Dr. H. M. Zainul Majdi, L.c., M.A (Gubernur NTB) dan Habiburrahman El Shirazy alias Kang Abik (Penulis Novel). Kedua narasumber pada seminar nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) ini semoga dapat bermanfaat bagi para mahasiswa IAIN Salatiga dan umumnya bagi masyarakat Kota Salatiga dalam menjaga toleransi umat beragama.

“Tentunya kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB Dr. H. Zainul Majdi, Lc. M.A. dan Kang Abik dapat memberikan inspirasi kepada semua mahasiswa. Selain itu dengan kehadiran dua pembicara tersebut maka IAIN Salatiga semakin yakin dalam mewujudkan kampus yang menjadi Islam Indonesia di dunia,” kata Rektor. (zid_hms) IAINSalatiga-#AKSI