Category Archives: Berita

IAIN Salatiga Tuan Rumah Forum Perencanaan PTKIN Se-Indonesia

SALATIGA-IAIN Salatiga menjadi tuan rumah rapat koordinasi forum perencanaan PTKIN Se-Indonesia pada Selasa-Rabu, 13-14 Agustus 2019. Sebanyak 74 peserta dari PTKIN Se-Indonesia dan staf IAIN Salatiga hadir untuk mengikuti acara tahunan ini yang diselenggarakan di Hotel Wahid dan Kampus 3.

Ketua Forum Perencanaan, Suhaimi, M. Pd mengatakan pertemuan yang laksanakan di IAIN Salatiga adalah dalam rangka menindaklanjuti hasil output pada buku pedoman dan penyusunan penganggaran PTKIN di Indonesia. Buku pedoman sudah terbit sejak 2015. Di tahun 2019 ini, kita akan melakukan beberapa revisi buku pedoman untuk 2020.

“Adapun pertemuan kali ini adalah bagian dari proses finalisasi buku pedoman. Ada beberapa pergeseran output serta support selama melakukan program masing-masing PTKIN,” katanya.

Dia juga berharap hasil di sini menjadi diskusi terakhir sebelum buku ini dipesan sebagai buku untuk diperbanyak sebagai pedoman perencanaan PTKIN seluruh Indonesia. “Seyogyanya di IAIN Salatiga ini akan membahas masukan-masukan demi menciptakan buku pedoman ini,” imbuh Suhaimi.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., mengatakan forum-forum semacam ini menjadi ajang untuk saling belajar supaya kelebihan yang dimiliki masing-masing PTKIN dapat disatukan.

“Forum perencanaan ini sangat penting karena sama halnya dengan gagal merencanakan sama halnya dengan merencanakan kegagalan tapi kalau berhasil merencanakan sama halnya dengan merencanakan keberhasilan,” kata Prof. Zakiyuddin.

Beliau juga menambahkan, bahwa sebuah PTKIN terutama yang masih STAIN atau IAIN yang usianya masih muda, dalam keterbatasan dana jangan menjadi halangan untuk memiliki cita-cita besar. “Tidak boleh ciut dan pupus harapan, perencanaan saya selalu melihat teks proklamasi,” imbuh beliau dalam pembukaan Rapat Koordinasi Tim Task Force dan Tim Teknis Forum Perencanaan PTKIN se Indonesia di Hotel Wahid, Selasa (13/08/2019).

Yusuf Ismail S. H selaku Kepala Sub Bagian Perencanaan IAIN Salatiga mengatakan dipilihnya sebagai tuan rumah dikarenakan tempatnya strategis dan dirasa mampu mengadakan acara ini.

“Besok kita akan ajak keliling kampus melihat perpustakaan, jurnal. Adapun rencananya yaitu menyelesaikan  dan membahas tentang buku pedoman penyusunan anggaran dan membahas aplikasi Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian Lembaga (RKAKL),” ujarnya.

Selanjutnya, Dr. Agus Waluyo, M.Ag memberikan apresiasi kepada forum perencanaan sebagai sumber energi bagi kampus layaknya “paranormal” yang memikirkan PTKIN di masa yang akan datang. Berkaitan dengan hasil rakor berupa draft Buku Pedoman Perencanaan tersebut, diusahakan agar dapat digunakan oleh seluruh PTKIN.

“Peraturan Pemerintah No.46 tahun 201 perlu dijadikan dasar dalam perencanaan PTKIN agar tidak tertinggal dengan perkembangan PTU,” tandasnya.

 

Perguruan Tinggi Sarana Menciptakan Roh Agama dan Kebangsaan

SALATIGA-Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M. A hadir dalam Interdisiplinary Colloquium yang diadakan oleh Program Pascasarjana IAIN Salatiga pada Sabtu (3/08/2019) siang. Dengan mengangkat tema “Agama dan Kebangsaan”, Prof Nasaruddin menjelaskan pentingnya agama adalah untuk memberikan roh kebangsaan kita, dan kebangsaan untuk mewadahi perkembangan agama.

“Perguruan tinggi Islam menjadi sarana untuk menciptakan roh Agama dan kebangsaan. Serta mendukung terwujudnya muslim moderat, terutama Perguruan tinggi Islam di bawah Kementerian Agama seperti STAIN, IAIN, maupun UIN. Karena disini memberikan pengajaran secara komprehensif antar mahzab antar aliran, tidak menjelekkan yang satu kemudian mengistimewakan yang lain,” katanya.

Agama dan kebangsaan menjadi dua substansi yang menyatu di dalam bumi Indonesia. Menurutnya, negara Indonesia tanpa agama bukan Indonesia dan sebaliknya, agama tanpa diwadahi bangsa juga tidak bisa menjadi negara. Jadi negara dan bangsa saling membutuhkan satu sama lain, yang menjadikan komponen ini menyatu adalah rakyat.

“Jadi, tidak boleh berat sebelah mengedepankan agama atau mengedepankan bangsa harus seimbang. Agama dan bangsa di paralel akan ada keuntungan bagi Indonesia,” ungkap Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran Jakarta ini.

Berseminya hubungan agama dan negara di Indonesia menjadi contoh bagi negara-negara lain, lanjutnya. Indonesia bisa menjadi bangsa 100% dan juga menjadi umat Islam 100 %. Melihat di negara lain ada yang masih mempersoalkan agama dan bangsa tapi di Indonesia sudah selesai, sudah melewati itu semua.

Hidup berdampingan dengan keadilan sosial yang majemuk seperti di Kota Salatiga harus menunjukkan rasa saling pengertian satu sama lain. Menciptakan kesadaran sosial bahwa bangsa ini berasal dari satu latar belakang yang sama, pernah sama-sama di jajah bangsa asing, se-penderitaan. Mengingat sejarah menjadi faktor pengokoh keutuhan bangsa Indonesia.

“Saya tertarik di Salatiga ini, pertama alamnya sangat kondusif, kampus ini (IAIN Salatiga) berpotensi untuk melahirkan generasi muslim cerdas masa depan. Karena homogen tidak heterogen, bisa membangun kebersamaan. Populasi penduduk tidak terlalu krowded seperti di Jakarta. Saya menikmati sekali sepi tidak ada macet, dingin lagi. Kemudian datang ke kampus yang cantik, saya minta ini di rawat kampusnya. Banyak sekali yang pintar membangun tidak pintar merawat, harus ada kesadaran untuk membersihkan kampus. Bukan hanya tugas pimpinan, namun mahasiswa juga harus bisa mengantongi sampah,” tandasnya.

Direktur pascasarjana, Prof. Dr. Phil. Asfa Widiyanto, M.A. mengatakan senang bisa kehadiran tokoh besar untuk memberikan ilmu, khususnya hubungan dengan Agama dan kebangsaan. Mahasiswa perlu belajar banyak agar dapat menciptakan bangsa yang apik.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Prof Nasaruddin sudah berkenan hadir di IAIN Salatiga, saya sangat bersyukur. Dari 200an mahasiswa yang hadir disini, baik pascasarjana maupun S1, saya harapkan dapat mengambil pembelajaran yang disampaikan oleh Prof Nasaruddin,” katanya. IAINSalatiga-#kerenbro_ajib

IAIN Salatiga Bersiap Menuju WBK & WBBM

SALATIGA-Institut Agama Islam Negeri Salatiga telah bersiap melaksanakan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang dicanangkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia dan telah tertuang dalam Permenpan Nomor 52 tahun 2014.

IAIN Salatiga sendiri telah mempersiapkan pembangunan Zona Integritas sejak tahun 2016 diawali dengan agenda deklarasi dan penandatanganan pakta integritas yang dilakukan oleh sivitas akademika. Setelah melalui beberapa tahapan, kemudian pada tahun 2018 IAIN Salatiga berhasil masuk dalam kualifikasi pilot project pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.

Pembangunan Zona Integritas yang telah dirintis sejak tahun 2016 mulai membuahkan hasil. IAIN Salatiga dipilih sebagai pilot project Penilaian Zona Integritas menuju WBK dan WBBM tahun 2017 dan 2018, karena sudah memenuhi beberapa kualifikasi, diantaranya pengelolaan sistem dan manajemen pelayanan pada stakeholder.

Memasuki awal tahun 2019 IAIN Salatiga menjadi salah satu satuan kerja dibawah Kementerian Agama Republik Indonesia yang diusulkan untuk mendapatkan penilaian langsung oleh tim penilai dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.

Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan peringkat top fourteen bagi satuan kerja dilingkungannya untuk diajukan sebagai nominator pembangunan Zona Integritas. Dari ke empat belas peringkat tersebut IAIN Salatiga merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri se Indonesia yang terpilih untuk mengikuti tahap penilaian berikutnya dengan skor yang diperoleh 90,35. Sedangkan 13 nominator lainnya berasal dari Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Presentasi langsung telah dilakukan dihadapan tim  penilai Kementerian PAN-RB yang diselenggarakan di Novotel Bogor Golt Resort & Convention Center, Senin (29/07/2019). Menurut Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., prosesnya cukup panjang dalam mewujudkan pembangunan Zona Integritas di Kementerian Agama. Awalnya dari 650 satuan kerja (satker) yang dipilih untuk membangun Zona Integritas dan akhirnya dihasilkan 14 satker termasuk IAIN Salatiga yang menjadi satu-satunya dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

“Kita mempresentasikan apa yang sudah dilakukan IAIN Salatiga selama ini tentang langkah-langkah pengungkit dan hasil dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM,” kata Rektor.

Prof. Zakiyuddin juga menambahkan bahwa dari 14 satuan kerja yang melakukan presentasi dihadapan tim penilai Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, hanya IAIN Salatiga yang dari unsur perguruan tinggi bukan dari satuan kerja kantor wilayah maupun kabupaten/kota. Dengan harapan nantinya IAIN Salatiga bisa lolos pada tahap selanjutnya dengan memperoleh point lebih baik dari pada sebelumnya.

Untuk menguatkan semangat dalam mewujudkan hal tersebut, kami membuat slogan yakni IAIN Salatiga “Keren Bro” (Kerja Terencana Bersih Rapi Obyektif) dan slogan jawaban “Ajib” (Aman Jelas Integritas Bersih), tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum, Diyah Rochati, S.E., M.H., mengatakan bahwa dalam melakukan persiapan pembangunan Zona Integritas diperlukan kerja tim yang dapat bersinergi mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Dalam pembangunan Zona Integritas diperlukan komitmen dan sinergi mulai dari jajaran pimpinan hingga karyawan, sehingga kata yang tepat untuk diungkapkan bersama-sama yakni Saya Ingin dan Akan,” terang Diyah, M.H.  

IAIN Salatiga Bawa Pulang 3 Mendali di PIONIR IX

SALATIGA-Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga berhasil membawa 3 medali di ajang Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tahun 2019 yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, tanggal 15-21 Juli 2019.

Tiga medali yang berhasil dibawa pulang pertama dari Film Pendek dengan judul “Serasa Semanusia” dengan membawa medali Perak. Medali perak kedua yakni berasal dari cabang Musikalisasi Hadis dan pada cabang olahraga Voli Putri IAIN Salatiga berhasil membawa medali perunggu usai mengalahkan UIN Sunan Gunung Jati Bandung.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Sidqon Maesur, Lc. M.A., mengatakan selain membawa pulang tiga mendali, IAIN Salatiga juga berhasil mendapatkan juara harapan dari cabang Pencak Silat Putra dan juara Fotogenik pada pemilihan Duta PTKIN 2019.

“Meskipun sudah berusaha maksimal serta belum sesuai dengan harapan, tetapi kami tetap bersyukur bisa membawa pulang dua medali Perak, satu medali Perunggu, serta juara harapan dan juara fotogenik,” ujar Waki Rektor III saat apel pagi di kampus 3, Jalan Lingkar Salatiga Km.2, Senin (22/07/2019).

Dr. Sidqon juga menyampaikan bahwa pada PIONIR X tahun 2021 berdasarkan hasil musyawarah Forum Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN se-Indonesia, menominasikan tiga PTKIN Calon Tuan Rumah PIONIR X Tahun 2021, yaitu UIN Alauddin Makasar, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan IAIN Salatiga.

Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., ditemui usai membuka Sosialisasi Litapdimas dan Penelitian Tahun 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Salatiga yang diselenggarakan mulai 24-25 Juli 2019 di Auditorium Gedung KH. Hasyim Asy’ari kampus 3, mengatakan bahwa kontingen PIONIR IAIN Salatiga sudah berjuang maksimal. Mereka bagaimanapun sudah berpartisipasi merayakan kebersamaan, yang menjadi salah satu mantra Kementerian Agama. Selain itu, mereka juga sudah menjunjung sportifitas dalam pertandingan yang berlangsung selama PIONIR IX PTKIN Tahun 2019.

“Perolehan medali adalah suatu prestasi tersendiri bagi lembaga, Kami tetap mengapresiasi semua perjuangan kontingen,” kata Rektor IAIN Salatiga. IAINSalatiga-#AKSI (hms/zie)

Noor Malihah; Pascasarjana Merupakan Salah Satu Tower Akademik Kampus

SALATIGA- Pascasarjana merupakan salah satu tower akademik kampus, salah satu program yang rutin dilaksanakan untuk pengembangan pascasarjana adalah Interdisciplinary colloquium. Kegiatan ini merupakan pertemuan akademik yang menghadirkan pakar/ narasumber yang sejalan dengan program studi di pascasarjana IAIN Salatiga. Jadi melalui program Interdisciplinary Colloquium diharapkan bisa memberikan dampak positif. Interdisciplinary colloquium sendiri diadakan secara rutin empat kali setiap tahunnya.

Noor Malihah, Ph.D., selaku Wakil direktur Program Pascasarjana mengatakan bahwa peserta dalam Interdisciplinary Colloquium meliputi dosen dan mahasiswa dari IAIN Salatiga, bahkan hadir peserta dari UKSW, maupun IAIN Surakarta. Colloquium pada kesempatan ini, menghadirkan Prof. Dr. Claudia Derichs dari Humboldt University of Berlin, Germany hadir memberikan materi dengan tema Religion and Global Cooperation: A Critical Assesment.

Menurut Noor Malihah, Prof. Claudia dalam paparannya menyampaikan materi tentang bagaimana melakukan penelitian kawasan terkait dengan keIslaman, karena orang akan memandang Islam dengan cara yang berbeda-beda terkait dengan kawasannya. Intinya adalah tentang pandangan masyarakat dunia dalam melihat Islam.

Animo peserta Interdisciplinary Colloquium pada tahun 2019 mengalami peningkatkan yang signifikan, dengan harapan menigkatnya animo tersebut maka Pascasarjana IAIN Salatiga akan semakin dikenal baik sebagai rujukan studi maupun refrensi akademik, kata Malihah, Ph.D.
Senada dengan Malihah, Direktur Program Pascasarjana IAIN Salatiga, Prof. Dr. Phil. Asfa Widiyanto, M.Ag. M.A. menyampaikan bahwa Interdisciplinary colloquium merupakan salah satu bentuk komitmen program pascasarjana IAIN Salatiga dalam mewujudkan research university, terutama dalam hal knowledge sharing.

Ia juga menambahkan, bahwa knowledge sharing adalah bagian yang tidak dipisahkan dari knowledge production. Dengan proses dan iklim akademik seperti, diharapkan mahasiswa pascasarjana bisa mengembangkan wawasan keilmuan dan memproduksi pengetahuan, secara interdisipliner.

“Sehingga akan bermanfaat baik bagi kemajuan internal maupun eksternal,” tambahnya ditemui usai acara tersebut di Gedung KH. Ahmad Dahlan, Kampu 3, Senin (15/07/2019). IAINSalatiga-#AKSI (hms/vr/zie)