Category Archives: Berita

Kikan Suarakan Musik Untuk Bangsa Di IAIN Salatiga

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga dalam penutupan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) 2017 menggelar rangkaian acara. Sebagai acara pamungkas bertajuk “Musik Untuk Bangsa”, panitia menghadirkan guest star Kikan The Band, pada Jumat (11/08).

Kikan Namara bersama bandnya yang aktif mensuarakan lagu kebangsaan sengaja dipilih panitia sebagai guest star “Musik untuk Bangsa” di IAIN Salatiga. Selain itu, Kikan sendiri dipilih secara langsung oleh M. Hanif Dhakiri (Menaker R.I) untuk menyanyikan lagu ciptaannya dengan judul “Berkibarlah Indonesia”.  Kikan secara pribadi merasa bersyukur bisa hadir di Kota Salatiga khususnya di IAIN Salatiga.

“Jujur saja Saya baru pertama kalinya ke Kota Salatiga dan Saya bangga bisa hadir di IAIN Salatiga yang luar biasa,” kata Kikan.

Sambutan meriah oleh para mahasiswa baru peserta Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) 2017 saat Kikan The Band naik ke atas panggung. Usai menyanyikan lagu pembukaan, Kikan The Band diatas panggung mengucapkan terima kasih didepan ribuan mahasiswa baru.

“Kebanggan buat Saya, karena Saya bisa hadir di almamater Bapak Menaker M. Hanif Dhakiri sekaligus menggelorakan Nasionalisme melaui lagu,” ujar Kikan.

Tidak ketinggalan Kikan juga mengajak beberapa mahasiswa baru untuk naik ke atas panggung dan bernyanyi bersamanya sebanyak dua lagu. Selama diatas panggung Kikan The Band membawakan 10 lagu diantaranya “Karma”, “Dan-SheilaOn7”, “Melompat Lebih Tinggi-SheilaOn7”, “Berkibarlah Indonesia”, dan “Bendera”.

Sebelum menyanyikan lagu penutup, Kikan menyanyikan lagu “Berkibarlah Indonesia” dan mengajak semua mahasiswa untuk berdiri dan ikut bernyanyi.  “Pada lagu ini Saya ingin para mahasiswa berdiri dan ikut bernyanyi, kita perlu bangga karena pencipta lagu ini adalah M. Hanif Dhakiri (Menaker R.I) dan pada bulan Mei baru saja diadakan lauching,” kata Kikan.

Sebagai lagu penutup, Kikan menyanyikan lagu pamungkas yakni “Bendera” yang telah di arasement ulang.  Dan pada lagu pamungkas tersebut situasi menjadi pecah, karena semua mahasiswa ikut bernyanyi.

“Sebagai lagu penutup Saya akan menyanyikan lagu Bendera, dan sebagai generasi muda mari jaga Indonesia, jaga NKRI,” pungkasnya.

Hanif Dhakiri Buka-Bukaan Kunci Sukses Mahasiswa

Menteri ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri saat menjadi narasumber dalam acara inspiring alumni OPAK IAIN Salatiga 2017 buka-bukaan kunci sukses kepada para mahasiswa Indonesia khususnya mahasiswa baru IAIN Salatiga agar  berhasil menembus dunia kerja yang penuh persaingan dimasa mendatang.

“Masa-masa  kuliah manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk membekali diri. Pendidikan yang baik dan berkarakter menjadi pondasi serta jalan tercepat meraih karier apapun di masa depan,” M. Hanif Dhakiri di kampus IAIN Salatiga, pada Jumat (11/8).

Di hadapan ribuan mahasiswa baru Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) IAIN Salatiga 2017 tersebut. Menaker menjelaskan bahwa, kenapa saya memilih IAIN? karena lAIN salah satu kekuatannya yang sangat berkarakter yaitu akhlak, budi pekerti dan nasionalisme.

Kita harus pintar membagi waktu di tengah kesibukan kuliah. Karena semasa kuliah Menaker M. Hanif Dhakiri aktif diberbagai UKM. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud pendewasaan diri dalam mencari ilmu di perguruan tinggi.

“Kalau bagi saya jadi menteri atau tidak itu tidak penting, yang penting bagaimana kita siapkan adalah ketangguhan dalam menghadapi tantangan,” ujar M. Hanif Dhakiri.

Menaker menjelaskan ada 3 hal yang harus diperkuat seseorang khususnya para mahasiswa agar sukses di masa depan. Pertama Karakter, didapat dari keluarga dan dari sekolah atau kampus. Kedua Ilmu pengetahuan, Itu akan menjadi sumber kompetensi kita sebagai manusia. Terakhir, Jaringan Berorganisasi, Saya menyaksikan mereka yang aktif berorganisasi menjadikan mereka memiliki jaringan yang lebih luas.

“Inovasi yang sekarang ini dibutuhkan adalah kreatifitas serta inovatif. Ayo tingkatkan terus kompetensi kita!,” kata Hanif Dhakiri.

Dalam kesempatan ini, Menaker memberikan memotivasi kepada para mahasiswa baru dengan menceritakan riwayat kehidupan dan keluarganya.

“Saya terlahir dari keluarga yang terbatas, namun orang tua saya percaya akan dunia pendidikan,” ujar Hanif.

Sebagai orang yang lahir dari keluarga dengan ekonomi menengah, kata Menaker Hanif, dirinya dan keluarganya sangat yakin bahwa melalui ilmu pengetahuanlah arah hidup dapat dikembangkan karena ilmu adalah jendela dunia. Hanif  menambahkan para mahasiswa yang mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan seperti IAIN memiliki keunggulan tersendiri.

“Kualitas manusia tidak terbatas pada kemampuan intelektualitasnya saja. Tapi dibutuhkan juga keimanan dan ketakwaan, nilai kemanusiaan, kualitas mental, moral, akhlak, serta kejujuran,” paparnya.

Hanif pun menganalogikan bahwa kompetensi dan jati diri merupakan dua sisi yang harus dimiliki para mahasiswa sebagai calon  tenaga kerja. 

“Kompetensi tenaga kerja menjadi syarat mutlak untuk dapat bersaing di semua level tingkatan, baik nasional maupun internasional. Sedangkan jati diri mencerminkan karakter yang dimiliki oleh setiap tenaga kerja,” kata Hanif.

Hanif juga mengingatkan kepada civitas akademika agar lembaga pendidikan di Indonesia harus mampu mengimbangi dinamika dunia usaha dan industri dengan melahirkan lulusan yang kompeten dan berkarakter. Intinya adalah bahwa dunia pendidikan adalah pintu, jalan kita dalam membuka jendela dunia lebih luas “Multi talent” maka hendaknya semua kegiatan positif diikuti sebagai pembentukan mahasiswa yang berkompeten dan berkarakter dalam menjawab tantangan.

 

Inspiring Alumni, OPAK 2017 IAIN Salatiga

Rangkaian Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) 2017 ditutup dengan Inspiring Alumni, dihalaman kampus 3, Jum’at (11/08). Pada acara inspiring alumni, lembaga dan panitia sengaja mengundang Menteri Ketenagakerjaan R.I M. Hanif Dhakiri dan Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi.

Inspiring alumni yang dipandu langsung oleh Saifudin Zuhri mendapat sambutan meriah dari peserta OPAK 2017. Pasalnya dua tokoh yang dihadirkan merupakan alumni IAIN Salatiga dan posisi sekarang menduduki sebagai orang penting dimasing-masing bidangnya. Siapa yang tahu Menteri Ketenagakerjaan R.I, M. Hanif Dhakiri adalah alumni IAIN Salatiga. Dan siapa yang tidak tahu Rektor IAIN Salatiga sekarang, dialah Dr. Rahmat Hariyadi alumni IAIN salatiga yang telah mencetuskan untuk menderikan gedung kembar di kampus 3.

Hanif Dhakiri saat memaparkan kisah dimasa kuliah mengatakan, Saya terlahir dari keluarga yg terbatas namun orang tua saya percaya akan dunia pendidikan. Kemudian, kalau pendidikan kita diatas standar maka kita dapat bersaing dengan yang lain. Sebaliknya, kalau dibawah standar pasti kalah, sedang kalau ditengah2 standar maka belum tentu kalah atau menang dan semua pilihan ada pada diri kita.

Hanif mengakui, selama kuliah aktif diberbagai UKM/Ormawa di kampus. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud pendewasaan diri dalam mencari ilmu di perguruan tinggi. Dunia pendidikan yang luas tidak cukup dengan satu jalan.

“Tidak cukup dengan kos-kampus-kantin, butuh jalan lain yang positif dan harus pandai membagi waktu,” ujarnya.

Lebih lanjut Hanif mengatakan, kita perlu bersyukur berada di IAIN Salatiga, karena sudah jelas di IAIN Salatiga dasarnya adalah pendidikan karakter. Mengapa dulu saya memilih IAIN? Karena lAIN salah satu kekuatannya yang sangat berkarakter yaitu akhlak, budi pekerti dan nasionalisme.

“Hal penting lebih utama dalam membentuk diri kita dan bangsa adalah dengan karakter dan IAIN Salatiga sudah membuktikan bahwa setiap hari saja makananya sudah akhlak,” pungkas Menaker.

Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi saat menceritakan pengalaman selama masa kuliah mengatakan, bahwa selama kuliah dia sempat mengikuti beberapa UKM/Ormawa dikampus. Saya semasa kuliah tidak lepas sebagai juru ketik proposal di salah satu UKM. Setiap ada kegiatan saya yang mengetik proposal demi proposal.

“Dengan hal sekecil itu, maka kita berproses bagaimana menjadi mahasiswa sekaligus aktifis yang tidak lupa pada tanggung jawab utamany,” tugasnya.

Rektor juga menambahkan, bahwa IAIN Salatiga sekarang dalam membentuk karakter sudah disediakan satu kelas dengan nama Kursus Karakter. Fungsinya dengan disediakannya kursus karakter tersebut, mahasiswa IAIN Salatiga semakin percaya diri menghadapi persaingan dan siap terjun di masyarakat sebagai penyebar perdamaian dan agama.

“Selain konsentrasi pada perkuliah, kita juga membekali diri dengan ketrampilan-ketrampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa study,” tegasnya.

Sebagai closing masing-masing tokoh memberikan closing statement, pertama dari Dr. Rahmat Hariyadi  menyampaikan “mahasiwa ideal adalah berprestasi, berorganisasi, berbudipekerti. Seperti pak hanif, walau banyak berorganisasi tapi tetap berbudi pekerti”.

Closing statement kedua Hanif Dhakiri mengatakan “bahwa ini adalah era persaingan, maka kita perlu bersaing secara sehat dengan innovasi dan kreatifitas sebaik mungkin”.

IAIN Salatiga Lebih Dekat Dengan Wali Mahasiswa

Penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018 ini mencapai 3.165 mahasiswa. Seperti pada tahun sebelumnya, jajaran pimpinan IAIN Salatiga mengadakan silaturahmi dengan wali mahasiswa di halaman kampus 3, Senin (07/08/2017).  

Wakil Rektor Bidang Aakdemik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Agus Waluyo dalam penyampaian laporan menyebutkan tahun akademik 2017/2018 IAIN Salatiga menerima mahasiswa baru program S-1 sebanyak 3.165. Sedangkan total pendaftaran dari  semua jalur sebanyak 6.276 yang tersebar pada 5 fakultas.

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan sebanyak 1.184 (seribu seratus delapan puluh empat). Fakultas Ekonomi dan Bisni Islam sebanyak 852 (delapan ratus lima puluh dua). Fakultas Syariah sebanyak 463 (empat ratus enam puluh tiga). Fakultas Dakwah sebanyak 408 (empat ratus delapan). Dan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora sebanyak 252 (dua ratus lima puluh dua).

“Perlu kami sampaikan bahwa keseluruhan mahasiswa IAIN Salatiga baik D.3, S.1, maupun S.2 pada tahun 2017 mencapai 10.589 mahasiswa,” ujar wakil rektor.

Sementara itu, Drs. H. Nuruddin, M.Pd.I (Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali) mewakili orangtua/wali mahasiswa baru memberikan sambutan dan menyerahkan secara simbolik kepada lembaga. Dalam sambutannya beliau mengatakan, bahwa kita merasa bersyukur karena anak-anak kita memilih IAIN Salatiga sebagai pijakan dalam menuntut ilmu.

Perlu diketahui bagi Bapak/Ibu orangtua/wali mahasiswa baru, dari pertama IAIN Salatiga yang semula merupakan cabang dari IAIN Walisongo Semarang telah mehasilkan banyak mahasiswa berprestasi. Tidak hanya itu, yang paling membanggakan bahwa alumni IAIN Salatiga telah menjadi seorang menteri, anggota DPR, hingga bupati.

“Bapak/Ibu tidak perlu khawatir, pokoknya mantapkan hati anak-anak kita di IAIN Salatiga supaya bisa menjadi generasi yang berakhlak mulia,” pungkasnya.

Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. dalam penyambutan orang tua/wali Mahasiswa baru IAIN Salatiga Tahun 2017, mengatakan secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Drs. H. Nurudin, M.Pd.I. (Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali) sebagai orang tua, sekaligus alumni yang berkenan hadir.

Lebih lanjut menyampaikan rasa terima kasih kepda orang tua/wali mahasiswa baru telah memilih IAIN salatiga, telah mempercayai IAIN salatiga, dan kepercayaan bapak/ibu adalah amanah bagi kami. Rektor juga mengajak untuk bersama kita berusaha mengantarkan anak-anak kita: Memperoleh ilmu yang bermanfaat, mendapatkan hidayah dan ketaqwaan, memiliki ahlak yang mulia, memiliki bekal keahlian yang berguna, membanggakan bagi orang tua, bermanfaat bagi masyarakat, agama dan negara.

Seperti telah disampaikan Bapak Drs. H. Nuruddin, M.Pd.I. yang juga alumni STAIN/IAIN Salatiga bahwa bapak/ibu orang tua mahasiswa tidak perlu khawatir, apapun jurusannya kalau sudah lulus mahasiswa sudah punya bekal agama yang cukup. “Lulusan iain salatiga: (1) religius dan berahlak mulia, (2) kompeten dalam bidangnya, (3) berjiwa sosial, dan (4) menjadi kader umat dan bangsa,” tukas rektor.

Empat Dimensi Diperkenalan Rektor IAIN Salatiga

Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) di Kampus 3 IAIN Salatiga resmi dibuka Rektor IAIN Salatiga, Selasa (08/08/2017). Di depan 3.165 mahasiswa baru  Rektor menyampaikan rasa terimaksih kepada segenap jajarannya sehingga ditahun ini dapat dikatakan sebagai OPAK terbanyak selama IAIN Salatiga berdiri.

IAIN Salatiga memiliki visi : Tahun 2030 menjadi rujukan studi Islam-Indonesia bagi  terwujudnya masyarakat damai bermartabat. Melalui visi tersebut Rektor menyampaikan bahwa pada tahun 2030 akan bisa menajdi kiblat bagi masyarakat dunia yang ingin belajar tentang Islam Indonesia, yang moderat, toleran, dan menjadi rahmat bagi seluruh alam, serta memadukan secara harmonis keislaman, kemodernan, dan kearifan lokal.

Rektor juga menambahkan dalam mewujudkan visi tersebut tentunya juga dibutuhkan kerja keras dan berkontinue. Tataran yang harus dilalui bagi terwujudnya visi diatas bahwa nilai-nilai Islam Indonesia benar-benar terlihat dan terasa didalam suasana kampus IAIN Salatiga.

Untuk itu iklim dan budaya dilingkngan kampus setidaknya memperlihatkan empat dimensi sebagai indikatornya: Dimensi religuilitas kampus,  dimensi penataan lingkungan, dimensi etos kerja dan kejujuran, dan terakhir dimensi kerukunan serta keramah tamahan.

“Itulah empat hal dimensi sebagai indikator pencapaian visi yang perlu dipahami oleh mahasiswa baru,” ujar Rektor.

Selain mengenalkan empat dimensi IAIN Salatiga, rektor juga memberikan bekal dan arahan bagi mahasiswa baru tentang bagaimana seharusnya melewati masa-masa studi di kampus. Arahan tersebut diantaranya, “Empat-lima tahun kedepan adalah tahun-tahun penentuan, jadilah semuanya sebagai pemenang, keluarlah dari kampus ini dengan langkah mantap menyongsong masa depan,” tegasnya.

Sebelum mengakhiri pidato dalam upacara pembukaan OPAK 2017, Rektor membacakan sebuah pantun sebagai penyemangat para mahasiswa baru IAIN Salatiga tahun akademik 2017/2018. “Pesawat Terbang Ke Langit Biru, Melewati Awan Menjelajah Angkasa, Selamat Datang Mahasiswa Baru, Calon Pemimpin Umat Dan Bangsa,” lukas Rektor.