Category Archives: Berita Akademi

Tadris IPA Gelar SSO 2017

Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (TIPA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, menggelar Salatiga Science Olympiad (SSO) 2017 di Kampus III IAIN Salatiga Jl. Lingkar Salatiga, Sabtu (7/10/2017). Kegiatan tersebut diikuti ratusan pelajar SMP/MTs dari beberapa daerah di Jateng.

SSO merupakan ajang kompetisi dalam bidang sains (IPA) bagi siswa SMP/MTs se-Jawa Tengah. Ketua Program Studi Tadris IPA, Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., mengatakan tujuan utama penyelenggaraan SSO, untuk menumbuhkembangkan kecintaan siswa dalam bidang sains dan membentuk mental juara.

”Kami berharap agar SSO dapat mengajarkan siswa pada semangat berpikir dan bersikap ilmiah dan menumbuhkan sikap sportif pada kompetisi Olimpiade IPA,” kata Budiono Saputro, kemarin.

Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua SSO, yang merupakan salah satu program unggulan Program Studi Tadris IPA FTIK IAIN Salatiga yang berdiri sejak 2015 lalu. Program Studi Tadris IPA FTIK pada 2017 ini telah terakreditasi oleh BAN-PT dengan status akreditasi B.

Ada tiga tahapan kompetisi olimpiade (SSO) tersebut, yakni tes tertulis berupa pilihan ganda, tes tertulis essay, dan lomba cerdas cermat (LCC). LCC terdiri atas tiga babak, yakni babak wajib, babak praktikum, dan babak ketiga berupa soal rebutan.

Keluar sebagai juara 1 Salatiga Science Olympiad (SSO) II IAIN Salatiga Irsyad Haqqi AL Mukarimy (SMP Al-Firdaus Kartasura), juara 2 diraih Nur Khulasoh Anandhifah (MTs N Model Brebes), juara 3 diraih Athfiana Primarhanda Prameswary (MTs N Salatiga). Sedangkan juara harapan I diraih Muhammad Sulistyo Jati (SMP N 1 Salatiga), juara harapan 2 diraih Umi Farida (MTs Al Uswah Bergas), dan juara harapan 3 diraih Nectarinia Mahmuda (MTs N Surakarta 1). Para peserta berhak mendapat hadiah trofi, medali, dan uang pembinaan.

 

Siswa Gymnasium Ohlstedt Berkunjung di IAIN Salatiga

Sebanyak 19 siswa Gymnasium Ohlstedt, Hamburg, Jerman didampingi dua guru berkunjung di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Mereka berkunjung ke Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Bahasa (UPTPB) IAIN Salatiga, Kamis (5/10/2017).

Kepala UPTPB Hanung Triyoko, M.Hum., M.Ed., mewakili lembaga mengatakan bahwa baru pertama kalinya IAIN Salatiga menerima kunjungan dari siswa Gymnasium Oshlsedt, Hamburg, Jerman. “Kami merasa bangga mendapat kunjungan ini dan itu artinya IAIN Salatiga bisa menjadi rujukan studi Islam,” kata Hanung.     

Hanung Triyoko menambahkan, kunjungan siswa Ohlstedt di IAIN Salatiga dalam rangka berdiskusi dan belajar tentang Islam di Indonesia. Hal itu terkait latarbelakang kehidupan mereka yang sangat berbeda dengan kehidupan muslim di Indonesia.

Dalam diskusi dan belajar Islam hampir semua siswa Ohlstedt mengajukan pertanyaan. Seperti pertanyaan dari Julius Velinkanje, bagaimana tanggapan tentang ISIS atau Islam radikal?, dan pertanyan dari Kristina Dreier, mengapa perempuan muslim berjilbab?.


Menurut Hanung, di Indonesia bukan Islam radikal atau bahkan ISIS. Islam di Indonesia adalah muslim yang damai. “Keberagaman umat Islam di Indonesia yang berasal dari Sabang hingga Merauke, dengan beragam budaya, dan bahasa membuat masyarakat dapat menghargai antara satu dan lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Hanung menambahkan, bahwa muslimah berjilbab karena mereka menghormati diri mereka sendiri yang mendapatkan status terhormat dalam Islam. “Berjilbab tidak hanya dianggap sebagai ajaran dan kewajiban dalam Islam, tetapi juga kebutuhan muslimah sendiri untuk menjaga kehormatannya,” pungkasnya.

Sementara Michael Semmler mewakili Gymnasium Oshlsedt, Hamburg, Jerman mengatakan, sangat berterimakasih dapat menerima mereka dan menjawab pertanyaan tentang Islam. Michael sendiri mengiyakan bahwa Islam di Indonesia berbeda dengan di negara lain.   

Michael sudah kedua datang ke Indonesia dan melihat sendiri bagaimana muslim di Indonesia begitu damai. Islam di Indonesia bukanlah agama yang menyebarkan radikalisme. Agama Islam di Indonesia membuat semua bangsa mengagumi keberadaannya.

“Kami senang IAIN Salatiga ikut menyebarkan ajakan perdamaian dan ikut aktif dalam kampanye perdamaian antar agama,” pungkas Michael.

 

 

Peserta Diklat Observasi Laboratorium IPA IAIN Salatiga

Selasa (13/06),  Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Salatiga diwakili Prodi Tadris IPA menerima kunjungan rombongan Peserta Diklat Substantif Tenaga Kependidikan Penugasan Tambahan Kepala Laboratorium Madrasah  se-Jateng dan DIY dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang.

Enam Orang Dari BDK Semarang dan 35 Orang Peserta Diklat dari 35 Madrasah Aliyah se-Jateng dan DIY disambut oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FTIK, Bapak Mufiq, M.Phil. dan Ketua Prodi Tadris IPA, Bapak Dr. Budiyono Saputro, M.Pd. di Gedung A Kampus 3 IAIN Salatiga.

Peserta Diklat mengikuti pemaparan tentang Manajemen Laboratorium oleh Dr. Budiyono Saputro, M.Pd.; Profil, Pedoman dan SOP, serta Pengembangan dan Inovasi Laboratorium IPA oleh Arif Billah, M.Pd.; dan Administrasi, dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Laboratorium IPA oleh Anggun Zuhaida, M.Pd.

Mufiq dalam sambutannya mengatakan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan BDK Semarang kepada FTIK IAIN Salatiga sebagai salah satu fasilitator materi Diklat dan Observasi Lapangan Peserta Diklat BDK.

“Silaturrahim dan jalinan kerjasama yang berkelanjutan semoga terbina baik dengan Individu Peserta Diklat, BDK Semarang, maupun Institusi asal Peserta Diklat,” ujarnya.

Sedangka Dr. Budiyono saat memberikan materi menyampaikan pentingnya manajemen laboratorium yang baik dan terarah demi tercapainya visi dan misi suatu laboratorium.

“Manajemen lab. menyangkut Perencanaan, Penataan, Pengadministrasian, Pengamanan, Perawatan,  dan pengawasan Laboratorium.”


Arif Billah saat menyampaikan materinya mengatakan Lab. IPA FTIK IAIN Salatiga ditujukan sebagai tempat pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terkait bidang keilmuan fisika, kimia, biologi, dan IPA Terpadu. Selain itu, Lab. IPA FTIK IAIN Salatiga didesain sedemikian rupa sehingga dapat menjadi tempat favorit mahasiswa berkumpul dan meneliti dalam kelompok-kelompok kerja ilmiah. Hal ini dirasa penting terkait pengembangan dan inovasi sebuah laboratorium.

“Budaya aktif berdiskusi dan berkarya dalam diri mahasiswa ditumbuhkan sejak semester awal. Mulai memunculkan ide, mendesain alat atau media pembelajaran, hingga publikasi ilmiah,” lugasnya.

Pedoman dan SOP laboratorium bukanlah semata-mata bahan pajangan kelengkapan suatu laboratorium, lebih dari itu, penerapannya yang baik akan sebanding dengan optimalnya kebermanfaatan sebuah laboratorium.

Pada kesempatan ini, Peserta Diklat juga diajak Observasi Lapangan antara lain Laboratorium IPA, Kebun Biologi, Green House, dan beberapa Laboratorium lainnya yang berada di kampus 3 dan kampus 2 IAIN Salatiga.

Tadris Matematika mendapat Visitasi Tim Akreditasi

Senin (10/04) kemarin, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) kembali mendapat kunjungan visitasi akreditasi. Visitasi akreditasi kali ini difokuskan pada program studi Pendidikan/Tadris Matematika yang merupakan salah satu program studi dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Kegiatan visitasi difokuskan diruang rapat utama Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).

Tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) kali ini di wakili oleh Prof. Dr. Rer. Nat. Widodo, M.S. (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)

Pembukaan visitasi langsung dibuka oleh Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd.. Dalam sambutannya Rektor IAIN Salatiga mengatakan selamat datang di Kampus 3 IAIN Salatiga, gedung baru yang dirintis mulai tahun 2015. Di tahun 2015 pula kami merintis Pendidikan/Tadris Matematika dan kami sudah mempersiapan akreditasi ini sebagai akuntable sebagai perguruan tinggi. Prihal nilai/akreditasi yang akan dikeluarkan dari BAN PT kami menyerahkan dan mempercayai sepenuhnya kepada tim asesor.


“Kami juga mengharapkan saran dan masukan dalam mengembangkan Tadris Matematika di IAIN Salatiga,” imbuh Rektor IAIN Salatiga.     

Selanjutnya, tim asesor diwakili Prof. Dr. Rer. Nat. Widodo, M.S. dalam penyampaian sambutannya mengatakan bahwa sejarah matematika ditemukan dari jaman dahulu menyatakan matematika merupakan punya orang Islam.  Yang disebut matematika yaitu bukan sekadar ilmu hitung-hitungan, bahkan menyingung tentang ilmu logika. Dalam peraturan Menteri Pendidikan menyatakan, bahwa setiap prodi dalam perguruan tinggi mengandung matematika dan atau statistik.

“IAIN Salatiga mempunyai program studi matematika perlu dikembangan dan mempunyai orang-orang ahli dibidang matematika,” ujar guru besar Fakultas MIPA UGM Yogyakarta.

Visitasi Akreditasi Program Studi Tadris IPA

Kamis (06/04) (kemarin), tim akreditasi Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga mendapat kunjungan dari Badan Akreditasi Negara (BAN) Perguruan Tinggi (PT). Kunjungan dalam rangka visitasi lapangan Akreditasi Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alama (IPA).

Tim Badan Akredtasi Negara (BAN) Perguruan Tinggi (PT) yang diwakili oleh Prof. Dr. Ramlan Silaban, M.Si. (Universitas Negeri Medan) dan Dr. Arief Hermanto, SU. M.Sc. (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta). Kunjungan BAN PT ini disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Agus Waluyo, M.Ag. beserta para Dekan dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Salatiga.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Agus Waluyo, M.Ag. mewakili Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga dalam sambutannya mengatakan bahwa keluarga besar IAIN Salatiga khususnya Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) mendapat keluarga baru. Tim BAN PT yang melalukan visitasi lapangan pada hari ini (kemarin/red) bukan sekadar memberikan penilaian tetapi juga merupakan keluarga baru.


“Visitasi dari Tim BAN-PT merupakan sarana menambah tali persaudaraan dan bukan hanya untuk melakukan pemeriksaan dalam rangka Akreditasi Jurusan Pendidikan/Tadris IPA,” imbuh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembagaan.

Hal sedana juga disampaikan Dr. Arief Hermanto, SU. M.Sc., menurut beliau bahwa kunjungan di IAIN Salatiga ini merupakan kali pertama bagi kami selaku tim dari BAN PT dan ini keluarga baru bagi kami. Sedangkan, Prof. Dr. Ramlan Silaban, M.Si. yang merupakan Dosen di Univeristas Negeri Medan saat melihat Borang Akreditasi Program Studi Tadris IPA FTIK IAIN Salatiga merasa penasaran untuk melalukan visitasi lapangan.

“Penyusunan Borang Akreditasi yang sudah bagus dan lengkap, membuat saya dan pak Arief Hermanto memutuskan untuk langsung melihat kondisi lapangan sekaligus mengenal lebih dekat tentang IAIN Salatiga,” imbuhnya.