Category Archives: Kolom Pimpinan

BERTAKBIR DENGAN HATI

Laksana pasukan, saat ini kita sedang kembali dari perang besar
Dan meraih kemenangan dalam menghadapi musuh
Yang ada di dalam diri kita sendiri
Menyatu dengan diri, dan mungkin telah lama menjadi tuan bagi diri ini
Yaitu hawa nafsu, keserakahan, egoisme, amarah, dsb.
Karena itulah, kita kumandangkan takbir dan tahmid
Sebagai tanda sukacita, namun juga berisi pengakuan
Allah Maha Besar, kita semua ini kecil, tak berarti
Tak punya daya, tak punya kemampuan, kecuali dengan pertolongan-Nya
Sehingga, tak pantas sama sekali menepuk dada
Dan menganggap kemenangan itu karena usaha kita semata
Karenanya, rangkailah dengan kalimat tahmid
Dia lah yang selayaknya dipuji, kita tak layak berharap pujian
Kita ini penuh cacat-cela, aib serta dosa
Hanya karena kemurahan Allah lah aib-aib itu masih ditutupi-Nya
Maka kita memuji-Nya dan berterima kasih kepada-Nya
Atas pertolongan-Nya, atas kemurahan dan kasih-sayang-Nya

Lantas…ketika sudah mengakui kebesaran dan kemuliaan Allah
Dan menyadari banyaknya aib dan dosa pada diri sendiri
Pastilah kita akan selalu merendah dan berharap ampunan serta ridlo-Nya
Dan…pasti kita pun akan menjadi rendah hati di hadapan manusia
Tak lagi sungkan dan gengsi mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada sesama
Agar ringan beban kita
Ungkapan minta maaf itu sejatinya juga menyiratkan
Bahwa kita pun telah memberi maaf atas kesalahan saudara kita
Karena kita sadar, menyimpan dendam itu hanya akan menyuburkan berbagai macam penyakit hati
Yang pelan tapi pasti, juga akan menyakiti tubuh kita ini.

Bila kita sudah melakukannya
Perjalanan kita ke depan akan jadi lebih ringan
Kita juga merasa lebih siap bila suatu saat dipanggil menghadap-Nya
Yang itu pasti dan dekat, meskipun kapan, di mana, dan bagaimananya rahasia
Dan kita berharap Allah memberi kesudahan yang baik bagi kehidupan kita.
Aamiin

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H
تقبل الله منا ومنكم صيامنا وصيامكم وكل عام وانتم بخير
Segala salah dan khilaf, mohon dimaafkan

ACTION PLAN PASCARAMADHAN

Ramadhan tinggal hari-hari terahir
Tujuan training ini insya Allah telah kita kuasai dengan baik. Kita telah menguasai kemampuan untuk : berisiplin dan menghargai waktu,
mengendalikan diri, jujur, sabar, teguh pendirian, berpikiran positif,
semangat belajar, serta berjiwa sosial dan dermawan.

Insya Allah inspirasi dan insight untuk perubahan hidup kita ke depan
Juga kita peroleh melalui turunnya “lailatul qodar” pada kita. Tinggal menuangkannya dalam action plan pascaramadhan. Sehingga setelah memasuki bulan Syawal (yang berarti “peningkatan”). Hidup kita akan mengalami perubahan yang terukur dan terprogram. Karena kehidupan dan masa depan hanya bisa kita ubah
Melalui perubahan sikap dan kebiasaan kita. Sebagaimana kata bijak: “If you always do what you’ve always done, You’ll always get what you’ve always got.” (Henry Ford)

Rencana aksi pasca training Ramadhan setahun ke depan
Berisi target-target yang hendak kita capai dalam berbagai dimensi hidup kita
Dalam relasi dengan Tuhan, dalam. hal profesi, hubungan dengan keluarga, dst. Apa pun yang ingin kita raih pascaramadhan, cobalah tuangkan. Setelah itu, tuliskan kebiasaan apa yang harus diubah pada diri kita. Yang utama tentu adalah manajemen waktu
Susun dan tepati waktu untuk: beribadah, bekerja, bersama keluarga, dan beristirahat. Lanjutkan kebiasaan bangun sahur, untuk shalat tahajud dan berdoa Lanjutkan untuk terus mengontrol pikiran dan panca indera, selalulah berbaik sangka
Kita boleh juga mematok target sedekah kita, Baik besarnya nominal maupun jangkauan beneficiarynya
Kemudian, bekerjalah dengan fokus pada progres. Tiap hari harus ada progres untuk target yang kita canangkan. Oh ya… jangan lupa memasukkan nama-nama saudara, teman, kenalan. Dan orang-orang yang pernah berjasa dalam perjalanan hidup kita
Yang kita targetkan untuk bisa bersilaturrahmi. Karena kita tahu, silaturrahmi itu memanjangkan umur dan membuka pintu rizki

Semoga kita bisa terus mengubah dan memperbaiki diri, Serta menyiapkan diri memenuhi panggilan-Nya
Semoga kita nanti “puas” saat menghadap-Nya. Dan… Allah pun ridlo melihat amal kita, dan menerima kita kembali. Aamiiin.

Wallaahu a’lam

LEARNING OUTCOMES PUASA #8

KEDERMAWANAN

Ketika orang yang berpuasa merasakan lapar dan haus di siang hari. Maka ia dianjurkan menyadari dan mensyukuri keadaannya, Bahwa nanti sore hampir pasti telah tersedia makan dan minum untuknya. Sembari mengingat derita orang-orang yang miskin yang tiap hari merasakan lapar, dan tidak pasti ada yang dimakannya. Atau pun kalau ada, harus didapatnya dengan susah payah.

Harapannya orang puasa itu menjadi tergugah untuk banyak bersedekah
Hingga seterusnya jadilah ia seorang yang dermawan

Kedermawanan itu, hakikatnya akan kembali pada diri sendiri
Baik berupa kebaikan (berkah) dalam rizki dan hidupnya
Maupun dalam dalam kesehatan pribadinya
Karena kedermawanan itu nimbulkan kebahagiaan
Pada saat melakukan sedekah, dalam diri seseorang akan muncul
Hormon cinta (oxytocin) dalam jumlah besar*
Ini menjadikannya lebih sehat dan gembira, merasa dibutuhkan,
Dan merasa memiliki tujuan jangka panjang (kampung akhirat)
Kiranya ini menjadi salah satu bukti kebenaran
Firman Allah yang berbunyi:
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri …(Q.A. Al-Israa: 7)

Puasa itu sendiri menyehatkan bagi tubuh manusia
Ditambah lagi dengan kebahagiaan yang muncul karena sedekah
Yang melipatgandakan kekebalan tubuh dan menyehatkan
Sungguh, puasa itu membawa berkah yang luar biasa
Tidak hanya pahala dan surga yang menanti besok di sana
Namun keberkahannya sudah bisa kita terima di dunia
Subhaanallah.. Rabb manusia, yang sangat Cinta pada seluruh hamba-Nya
Yang memberikan semua syariat-syariat-Nya
Demi kebaikan dan keberhasilan hidup manusia, dunia dan akhiratnya
Wallaahu a’lam

*Taruna Ikrar : https://www.republika.co.id/berita/ramadhan)

LEARNING OUTCOMES PUASA #7

SEMANGAT TERUS BELAJAR

Salah satu sebutan untuk ramadhan adalah Syahrul Qur’an. Artinya bulan (diturunkannya) Al-qur’an. Ayat pertama dari Al-Qur’an, berbunyi Iqro’, artinya “bacalah”. Pemahaman makna membaca dalam arti luas adalah belajar, mengkaji, meneliti dst. Mempelajari segala ciptaan Tuhan. Baik berupa ilmu pengetahuan yang telah tersurat dan tersusun (melalui perantaraan pena, ‘allama bi al-qolam). Maupun ilmu yang tidak melalui perantaraan qolam (‘allama al-insaan ma lam ya’lam). Yaitu segala macam ilmu Allah yang maha luas. Yang bisa diperoleh manusia melalui berbagai jalan. Semua itu, tentu mendorong manusia untuk belajar. Memanfaatkan segala daya nalarnya untuk memahami dan “menguasai”. Segala ciptaan Tuhan, yang memang telah ditundukkan untuk manusia

Bila selama sebelas bulan manusia disibukkan oleh rutinitas. Sehingga tak sempat membaca dan belajar. Maka dalam ramadhan sangat dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an. Tentu tidak sekedar mengaji, namun juga mengkajinya. Agar benar-benar bisa menjadi “hudan linnaasi wa bayyinaatin minal huda wal furqon”. Sehingga manusia bisa meraih “fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasah”. Dan ini dipadukan dengan usaha olah batin Berkontemplasi, bermunajat dan taqorrub ila Allah. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah pada sepuluh hari terakhir ramadhan. Dengan kesungguhan mengkaji dan mempelajari Al-Qur’an. Dibarengi dengan i’tikaf yang khusyu’, merenungi diri, meminta pentunjuk Ilahi. Maka sangat wajar bila kemudian mendapatkan inspirasi, insight dsb. Yang diturunkan Allah di malam “lailatul qodar”. Sehingga menjadi titik tolak atau titik balik bagi pembaharuan hidup seseorang. Titik balik ini tentu nilainya lebih baik dari perjalanan hidup yang telah dilalui.

Ada ungkapan “Berfikir/ merenung sesaat, lebih baik dari ibadah 60 tahun”. Mungkin maksud ungkapan ini bukan untuk mengecilkan makna ibadah
Namun untuk menekankan pentingnya waktu untuk berpikir, merenung, muhasabah, dst. Tentu akan sangat baik bila dibarengi dengan membaca dan belajar. Karena potensi otak.manusia itu harus terus dimanfaatkan. Bila tidak, maka kita akan kehilangan, “Use it or you lose it” itulah prinsipnya. Dan siapa pun yang masih terus belajar, akan tetap muda, tak peduli usianya berapa. Sebaliknya, orang yang berhenti belajar akan jadi tua, walau umurnya masih muda. Dan..ramadhan sangat mendorong manusia meluangkan waktu untuk belajar. Tak peduli berapa pun usianya

Wallaahu ‘alam

LEARNING OUTCOMES PUASA #6

BERPIKIRAN POSITIF

Dari tahun ke tahun melaksanakan ibadah puasa. Idealnya puasa seseorang terus meningkat derajatnya. Dari puasanya anak-anak, menjadi puasa orang awam, hingga puasanya orang yang sangat khusus. Puasa tingkat tinggi ini, bukan lagi hanya mengendalikan perut dan bawah perut. Juga bukan lagi mengendalikan semua indera. Tetapi telah sampai pada pengendalian pikiran dan hati. Pikiran terkendali dari berpikir negatif terkait dengan pemenuhan nafsu. Maupun berpikir negatif tentang orang lain, apa lagi tentang Tuhan. Lebih meningkat lagi, adalah pengendalian hati
Agar tidak kemasukan sifat membenci, iri, dengki, dendam, riya, ujub, takabur dan sebagainya. Juga agar tidak terus menerus sibuk memikirkan duniawi. Dan tidak menjadikan dunia yang fana ini sebagai tujuan terbesar hidupnya. Sebaliknya, ridha Allah SWT dan kampung akhirat lah sebenar-benarnya tujuan.

Berpikir positif dan menjauhkan diri dari penyakit hati sangat lah penting. Kata bijak menyatakan “You are what you think”. Orang yang selalu berfikir dan bersikap positif, akan mempengaruhi tindakannya. Juga dalam relasi dengan orang lain, caranya menyikapi masalah, Dan pada akhirnya akan mempengaruhi keberhasilan. Secara fisik, orang yang selalu berfikir positif juga cenderung lebih sehat. Karena menurut para ahli kesehatan, sebagian besar penyakit itu bersumber dari pikiran. Kemudian, orang yang berpikiran positif, akan lebih mudah bahagia. Dan orang yang berbahagia, lebih berpeluang untuk sukses. Karena, bukan kesuksesan yang melahirkan kebahagiaan. Tetapi sebaliknya, kebahagiaanlah yang mengundang kesuksesan

Kita mesti percaya, bahwa pikiran yang negatif. Tidak akan pernah membuahkan kehidupan yang positif. Dan..melalui puasa kita berlatih selalu berfikir positif. Agar kehidupan kita selalu positif, Di hadapan Allah Swt, juga di hadapan manusia. Aamiin

Wallaahu a’lam