Category Archives: Kolom Pimpinan

PUNCAKNYA ILMU

Mencari ilmu itu wajib bagi setiap manusia sejak dari ia masih dalam ayunan, sampai ke liang lahat karena manusia adalah mahluk yang selalu dalam proses menjadi (on becoming process).  Kita besok pagi, adalah kita kemarin, ditambah kita hari ini begitu seterusnya, tak pernah final sampai bertemu ajal. Apa yang hari ini kita yakini benar, besok bisa jadi berubah karena kita memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baru. Selain itu, hamparan Ilmu Tuhan adalah sangat-sangat luas sekali. Sebanyak-banyaknya yang kita miliki hanya diumpamakan setitik air yang menempel pada ujung jarum yang dicelupkan di lautan. Sehingga, semestinya lah kita terus mencari ilmu untuk bisa menjalani tugas dan fungsi hidup sebaik-baiknya

Pepatah mengatakan “Orang yang berilmu itu seperti tanaman padi, semakin berisi maka akan semakin menunduk”. Maksudnya, ketika orang memiliki banyak ilmu maka ia akan semakin merasa rendah di hadapan Tuhan. Sehingga, ia pun selalu rendah hati di hadapan manusia. Tak ada yang bisa dibanggakan, dipamerkan atau disombongkan. Selain itu, orang yang berilmu juga pasti takut pada Tuhan dalam arti sama sekali tidak akan berani menyimpang dari hukum-hukum-Nya karena ia tahu besarnya resiko, bila keluar dari petunjuk dan aturan yang dibuat oleh Dia Yang Maha Mengetahui, Maha Berilmu, Maha Bijaksana dan Maha Segalanya.

Sepenggal ayat di bawah ini kiranya mewakili apa yang seharusnya dimiliki oleh orang yang sampai pada puncak ilmu.
Al-Quran, surat Fatir (35), ayat 28:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama”.

Wallaahu a’lam

JADILAH LEGENDA DI TEMPAT KERJA

Pada suatu perusahaan atau lembaga, biasanya banyak pekerjanya dari staf yang paling bawah sampai pimpinan puncaknya semua bekerja melaksanakan tugas dan fungsinya. Ada yang istimewa, ada yang biasa, dan ada pula yang membuat kecewa. Semua akan mendapat penilaian dari atasan atau pelanggannya. Bila engkau bekerja secara istimewa di mata pelanggan atau pun mitra kerja maka engkau akan menjadi legenda.

Ada empat cara untuk menjadi legenda di tempat kerja.
Pertama, harus dapat memberikan lebih dari yang dijanjikannya. Apakah lebih memuaskan, atau lebih cepat diselesaikannya.
Kedua, selalu melakukan pekerjaan lebih baik dari sebelumnya. Makin hari, makin kecil kesalahan atau kekurangannya.
Ketiga, selalu membayangkan punya hasil kerja. Yang bisa dikagumi oleh kolega, atasan atau pelanggannya ia terus saja mencari dan bertanya, apa kiranya yang membuat kagum Bosnya, apa kiranya yang bisa membuat kagum pelanggannya. Setelah didapat idenya, ditekuni sampai jadi nyata
Keempat, selalu mengevaluasi capaian kinerja dan memastikan semua tugas dan target telah dilampauinya.

Apa perlunya berusaha menjadi legenda? Karena itulah hakikat sejarah hidup kita yaitu, sejarah kita dalam bekerja dan berkarya. Selain itu, dengan menjadi legenda berarti kita pantas dibayar lebih mahal dari yang kita terima dan bila lembaga belum bisa, yakinlah Allah akan menggenapinya dari arah yang tidak kita sangka-sangka.

Wallaahu a’lam

Sumber bacaan: Bob Nelson. 2007. 1001 Ways to Take Initiatve at Work

4 TINGKATAN BEKERJA

Idealnya setiap orang yang bekerja, memahami empat tingkatan bekerja, dan berusaha melaluinya. Empat tingkatan ini laksana tataran pendakian. Semakin kita bisa naik, maka akan semakin bersemangat. Bekerja pun makin mengasyikkan, menantang, dan menggembirakan. Dan, bila bisa sampai di puncak tataran. Maka akan dirasakan kepuasan yang tak tergambarkan.

Pertama, tataran terrendah adalah bekerja sesuai penugasan. Apa yang diperintahkan dan menjadi kewajiban. Dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Target dari tataran ini adalah agar semua tugas terselesaikan. Sehingga tidak ada komplain dari atasan, teman maupun pelanggan. Pekerja yang bisa melewati tataran ini, akan merasa aman. Ia tidak akan diburu oleh tuntutan yang belum terselesaikan

Kedua, adalah melakukan apa yang diperlukan meski tidak diperintahkan. Adakalanya penugasan dari atasan atau permintaan pelanggan. Tidaklah detail dan menyeluruh. Semestinya, bila ada celah-celah yang harus dikerjakan. Haruslah diselesaikan, meski pun tidak diperintahkan. Bila seorang pekerja dapat melakukan hal ini, ia akan merasakan kenyamanan. Ia terbebas dari rasa bersalah karena telah melakukan. Apa yang seharusnya dilakukan meski tidak diperintahkan. Ia telah memiliki inisiatif yang didasarkan atas tanggung jawab dan kewajiban.

Tataran ketiga, adalah melakukan apa yang mungkin dilakukan. Setelah tugas dan tanggung jawabnya ditunaikan. Pekerja ini memiliki inisiatif dan kreatifitas. Untuk melakukan apa yang mungkin dilakukan dalam lingkup tugasnya. Sesuatu yang bukan sekedar kewajiban dan keharusan. Sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Sesuatu yang membawa kemajuan. Pekerja yang sampai tataran ini, akan merasakan penghargaan. Pelanggan, teman-teman atau atasan akan mengapresiasinya.

Tataran tertinggi adalah bila seseorang melakukan. Apa yang sebelumnya, atau menurut orang banyak dianggap tidak mungkin. Ketika ia mulai melakukan itu, banyak orang yang meragukan. Bahkan, banyak pula yang menentang. Namun dengan keyakinan, kesungguhan dan ketekunan bisa ia wujudkan. Ia telah total menjiwai pekerjaan, hingga berani mengambil resiko. Hasilnya berupa karya monumental yang dikagumi dan dikenang orang. Inilah puncak kepuasan kerja dan wujud kebermaknaan hidup. Inilah puncak persembahan kepada Rabb-nya. Yang telah menghadirkannya ke dunia..

Kita pada tingkatan yang mana?
Wallaahu a’lam

Selamat malam Senin

SEMAKIN INGIN MEMUASKAN

Ketika seorang pegawai dapat memenuhi target yang diharapkan oleh atasan atau pun pelanggan dengan memuaskan. Maka ia akan bekerja lebih keras lagi. Ia akan mencurahkan lebih banyak waktu, tenaga dan pikiran. Agar seterusnya selalu dapat memberikan kepuasan. Ia tak ingin mengecewakan, bahkan berusaha meningkatkan. Apa yang pernah bisa diberikannya

Ambillah contoh pada seorang guru kelas VI yang diberikan tanggung jawab untuk mengantarkan murid lulus ujian. Setelah ia terima tanggung jawab itu, dan berhasil. Semua siswanya lulus dengan prestasi yang menggembirakan. Pihak sekolah maupun orang tua siswa semua puas dan mengapresiasinya. Maka hal ini menjadikan ia “ketagihan”. Pasti selanjutnya ia melipatgandakan usahanya. Agar di tahun mendatang, minimal sama prestasi yang dicapainya sama sekali ia tak ingin mengecewakan dan tak kan pernah mengendorkan usahanya

Mengapa memberikan kepuasan itu menjadikan ketagihan?.
Karena itu berarti terpenuhinya puncak kebutuhan manusia. Yaitu kebutuhan untuk beraktualisasi, kebutuhan untuk diakui. Ia bukan sekadar “ada”, tetapi bisa “meng-ada”. Ini adalah salah satu karakteristik manusia, yaitu bereksistensi. Selain itu, memberikan kepuasan merupakan salah satu sumber kebahagiaan. Dan, manusia lah satu-satunya mahluk yang bisa merasakan kebahagiaan melalui penghayatan terhadap hasil kerja dan perjuangan. Karenanya, berusahalah membuat orang puas dengan hasil kerja Anda. Ciptakanlah sendiri ketagihan untuk memberikan kepuasan. Niscaya Anda akan bekerja lebih dan lebih giat lagi. Dan insya Allah hidup Anda akan lebih berbahagia

Wallaahu a’lam

Selamat mempersiapkan hari Senin…

MENYIAPKAN DIRI UNTUK KEAJAIBAN

Dalam banyak kasus kita menemukan orang sukses yang berasal dari orang biasa saja. Orang tua dan keluarganya biasa-biasa saja, bahkan bisa dikatakan miskin. Orang itu pun dulunya juga biasa, bukan seorang yang istimewa. Teman-temannya di waktu kecil atau semasa sekolah hampir semua beranggapan ia biasa-biasa saja, termasuk prestasinya. Namun ternyata kemudian, ia bisa meraih kesuksesan di atas teman-temannya, bahkan tak pernah mereka bayangkan. Karena sewaktu mudanya tak terlihat tanda-tandanya. Hingga orang menganggapnya keajaiban

Kesuksesan itu memang bisa disebut keajaiban. Namun, tentunya keajaiban itu tak datang tiba-tiba. Pasti ada sesuatu yang bisa dijelaskan. Mengapa keajaiban itu menghampirinya, bukan datang pada orang lain. Orang ini, disadari atau tidak
Menyiapkan dirinya untuk keajaiban dengan dua hal, yaitu Bekerja keras, dan berkepribadian baik. Sebagaimana dikatakan oleh Conan O’Brien, Work hard, be kind, and amazing things will happen. Ya… inilah rahasianya bagi siapa yang ingin menjemput keajaiban. Orang itu mesti seorang pekerja keras. Setiap pekerjaan yang diserahkan kepadanya. Selalu dilakukan dengan tuntas, hampir sempurna, bebas dari kesalahan. Sehingga orang puas dengan hasil kerjanya. Maka, makin hari makin banyak pekerjaan dipercayakan kepadanya

Selain kerja keras, orang ini mengundang keajaiban dengan kepribadiannya. Rendah hati, jujur, tanpa pamrih, bertanggung jawab, dan bisa menempatkan diri. Menjadikan ia tidak hanya dipercaya, namun juga diterima dan disuka atasan, bawahan, relasi, maupun klien. Semua nyaman dengan orangnya, juga senang dengan hasil kerjanya. Inilah rahasia yang bisa dijelaskan
Mengapa orang yang awalnya biasa-biasa saja kemudian memiliki keajaiban dalam karir dan hidupnya. Karena orang percaya dan suka kepadanya

Wallaahu a’lam
Selamat hari Senin…