Category Archives: Kolom Pimpinan

SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU IAIN SALATIGA CALON-CALON PEMIMPIN UMAT DAN BANGSA

 

Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin, Segala puji hanya milik Allah Swt. Sholawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad beserta seluruh keluarga, sahabat dan pengikutnya yang setia.

Pada tahun akademik 2017/2018 ini, mahasiswa baru IAIN Salatiga adalah sejumlah 3.165 (Tiga ribu seratus enam puluh lima) orang. Ini merupkan jumlah terbesar yang pernah diterima oleh IAIN Salatiga selama ini. Dengan hadirnya mahassiswa baru ini, maka total mahasiswa IAIN Salatiga saat ini berjumlah 10.589 (Sepuluh ribu lima ratus delapan puluh sembilan) orang, yang belajar pada program Sarjana (Strata 1) sejumlah 25 (dua puluh lima) program studi, dan program Pascasarjana (Strata2) 3 (tiga) program studi. Sesuai dengan arahan Kementerian Agama, IAIN Salatiga memang akan terus berusaha meningkatkan akses masyarakat untuk mendapatkan pendidikan tinggi, tanpa mengesampingkan mutu proses maupun lulusannya.

Berdasarkan data, Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia saat ini masih berkisar 30%. Hal ini berarti generasi muda usia kuliah, atau lulusan SLTA, hanya sekitar sepertiganya yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Selebihnya langsung terjun ke masyarakat dan memasuki dunia kerja. Bagi mahasiswa, terutama di PT Negeri, hal ini adalah suatu keberuntungan, karena tidak setiap orang berkesempatan duduk di bangku kuliah, yang nota bene masih banyak mendapat subsidi dari pemerintah.

Berangkat dari data di atas, maka Kementerian Agama melalui Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memiliki komitmen untuk memperluas akses pelayanan pendidikan tinggi. Untuk itu PTKIN termasuk IAIN Salatiga, tetap mengutamakan biaya pendidikan yang terjangkau oleh semua lapisan. Selain itu juga terus mengupayakan tersedianya banyak beasiswa untuk mereka yang berperstasi maupun yang kurang mampu.

Setiap “keberuntungan”, mesti harus diikuti dengan kesyukuran dan tanggung jawab. Demikian pula yang diharapkan dari seluruh mahasiswa IAIN Salatiga. Mereka hendaknya bersyukur mempunyai kesempatan kuliah di perguruan tinggi negeri yang terjangkau. Kesyukuran itu harus diwujudkan dalam semangat dan motivasi belajar yang yang tinggi, saling asah, asih dan asuh dengan segenap sivitas akademika, sehingga pada saat lulus tidak hanya memiliki bekal pengetahuan kognitif-teoritik semata, namun juga siap untuk hidup dan bekerja di masyarakat. Kesyukuran itu, sekaligus merupakan pertanggungjawaban atas apa yang diberikan masyarakat dan negara kepada mereka. Mereka nantinya harus siap menduduki peran-peran sosial di masyarakat sesuai dengan profesi dan kedudukannya.

Sesuai dengan fitrahnya, setiap manusia adalah seorang pemimpin, minimal bagi diri dan keluarganya. Terkait hal ini, IAIN Salatiga berusaha menyiapkan mahasiswanya untuk menjadi pemimpin yang lebih luas, yaitu pemimpin umat dan bangsa. Dua hal ini tidak boleh dipisahkan, karena mahasiswa kita adalah penduduk Indonesia yang menjadi pemeluk suatu agama (Islam). Oleh karenanya, mereka tidak boleh hanya menjadi kader kelompok (umat/agama) saja, namun juga harus sebagai kader (yang bertanggung jawab terhadap kemajuan) bangsa. Mereka harus memiliki rasa “handarbeni” dan bersedia “hangnggrungkebi” terhadap bumi pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

Sejalan dengan tujuan di atas, maka IAIN Salatiga mengajarkan dan mengembangkan Islam-Indonesia, yang moderat (wasathiyah), toleran dan rahmatan lil ‘alamin. IAIN Salatiga berharap, setiap lulusannya selain memiliki kompetensi sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuni, juga mampu menjadi pemuka agama yang mencerahkan dan membawa kemajuan umat, menjadi pemersatu, toleran terhadap berbagai perbedaan pada internal umat, maupun terhadap segala kebhinnekaan yang ada. Inilah kader umat dan kader bangsa yang diidealkan. Mereka telah “selesai” dengan segala perbedaan, dan siap bekerja sama dengan elemen bangsa yang mana pun, untuk bersama-sama membangun negeri tercinta.

Demikianlah harapan dan do’a kami kepada seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa baru. Semoga Allah Swt. memudahkan seluruh langkah perjuanganmu, hingga kau dapatkan ilmu yang barokah, manfaat di dunia dan akhirat. Semoga engkau semua,menjadi kebanggaan orang tua, para guru, almamater dan lingkunganmu. Semoga nantinya engkau benar-benar menjadi pemimpin umat dan bangsa ini, melalui profesi apa pun yang akan kau masuki.

Aamiin Ya Mujiib as-Saailiin

Salatiga, 8 Agustus 2017

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH DI BULAN RAMADHAN DAN MENYAMBUT IDUL FITRI 1438 H

    Tiap kali datang bulan Ramadhan, umat muslim senantiasa penuh harapan. Ramadhan dengan segala ritualnya, merupakan jalan bagi setiap hamba untuk meningkat kualitas ketakwaannya. Ramadhan dengan segala kemuliaan dan keberkahannya merupakan sarana bagi setiap hamba untuk lebih dekat kepada-Nya. Hal ini memang tersurat dalam perintah untuk menjalankan puasa, yaitu agar orang-orang beriman menjadi orang yang takwa.
      Ramadhan 1438 H. kali ini  pun tidak berbeda. Semua umat berharap dapat meningkat kualitas keberagamaanya. Segala amal dilakukan dengan mencontoh sebagian sifat Allah Yang Mahakuasa. Manusia berusaha mencontoh-Nya dengan mengurangi makan, sedikit tidur, menambah ibadah,  mengurangi fokus pada duniawi, lebih penyabar, lebih dermawan, dan seterusnya. Dengan upaya ini, manusia akan dapat meningkat derajatnya, meninggalkan kerakteristik hewani, yang dipenuhi dengan nafsu semata.
      Ramadhan adalah medan perang yang tidak nampak pada diri setiap indvidu. Bila dalam perang yang sesungguhnya, musuh itu berupa gelar pasukan dan nampak di hadapan. Kita menyambutnya  dengan kekuatan serta pekik Allah Akbar, kemudian kemungkinannya adalah kita menang atau mati syahid. Dalam puasa, musuh itu ada dalam diri kita, berupa hawa nafsu menguasai, dan kita menghadapinya justru dengan melemahkan jasmani untuk mendapatkan kekuatan jiwa. Dan, pekik Allahu Akbar itu baru kita teriakkan di akhir peperangan, setelah kita berhasil membuat musuh kita, tunduk dan menjadi pelayan kita. Semoga kita semua di akhir ramadhan nanti betul-betul mendapat kemenangan dan meneriakkan takbir dengan penuh penghayatan. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, yang telah membantu kita menundukkan musuh terbesar manusia, yaitu hawa nafsu yang bersemayam dalam diri.
       Selamat menjalankan ibadah di bulan ramadhan, serta selamat menyambut dan merayakan ‘Idul Fitri 1438 H. Semoga Allah Swt menerima semua amal ibadah kita. 
       Semoga semakin meningkat kualitas pribadi dan kemanfaatan kita bagi orang lain.

SAMBUTAN REKTOR PADA PELANTIKAN PENGURUS SENAT MAHASISWA, DEWAN MAHASISWA, DAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA IAIN SALATIGA MASA BAKTI TAHUN 2017

Bismillaahirrahmaanirrahim.

 Assalaamu’alaikum w.w.

Yang saya hormati para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan dan seluruh pejabat di lingkungan IAIN Salatiga.

Para Pengurus Senat Mahasiswa, Dewan Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa yang saya cintai, saya banggakan dan selalu saya doakan bagi keberhasilan hidupnya.

Hadirin sekalian yang berbahagia.

 Puji dan syukur kita sanjungkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita sekalian, khususnya kepada para mahasiswa, yang mendapatkan kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi aktivis dan pengurus Organisasi Kemahasiswaan.

Sholawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW., beserta para keluarga, sahabat dan pengikutnya yang setia.

Sebelum menyampaikan sambutan serta pesan-pesan untuk mahasiswa, saya sampaikan terima kasih kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama, beserta seluruh jajarannya, serta segenap pengurus periode sebelumnya, yang telah menyelenggarakan proses reorganisasi ini dengan lancar sesuai waktu yang diagendakan, sehingga hari ini dapat dilaksanakan pelantikan. Terima kasih dan penghargaan yang tulus kami sampaikan kepada pengurus masa bakti tahun 2016, yang telah bekerja dengan baik, mendedikasikan dan tenaga untuk Kampus IAIN Salatiga ini.


 Selanjutnya, saya ucapkan selamat kepada para mahasiswa yang hari ini dilantik sebagai pengurus Sema, Dema dan UKM IAIN Salatiga, masa bakti tahun 2017. Sikapilah kesempatan ini dengan penuh kesyukuran, karena hanya sebagian kecil mahasiswa yang berkesempatan menjadi aktifis dan pengurus  organisasi intra kampus. Kita tidak tahu akan ke mana jalur kehidupan kita ke depan, namun kita tahu bahwa setiap tahapan adalah bagian dari rencana besar Allah bagi kehidupan kita di masa depan. Demikian pula kehadiran kita sebagai pengurus organisasi kemahasiswaan ini, tentunya adalah bagian dari rencana Allah yang akan kita ketahui gambarannya bertahun-tahun kemudian.

Menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan, harus siap bekerja maksimal. Hal ini akan menjadi bekal kita pada saat nanti memasuki dunia kerja. Seorang mantan aktivis, saat memasuki dunia kerja ia telah siap bekerja. Sebaliknya mereka yang selama kuliah tidak pernah aktif, maka saat memasuki dunia kerja, mereka akan terlebih dahulu belajar bekerja sama dengan orang lain, tanggap dan responsif terhadap permasalahan yang dihadapi. 

Oleh karena itu, gunakan kesempatan ini secara maksimal dengan siap menjadi laksana jarum detik pada sebuah jam. Ia tidak melihat apakah temannya bergerak atau hanya sesekali saja bergerak, namun ia terus berlari, berkeja dan berinovasi. Karena hanya dengan cara itu jam (organisasi) itu akan hidup dan dirasakan keberadaannya. Bila kita berhenti berlari, karena melihat teman kita juga tidak bergerak, maka organisasi itu pun akan berhenti.

Pada kesempatan ini, kami pesankan kepada para pengurus organisasi mahasiswa, agar dalam menjalankan program dan kegiatannya, mendukung pada terwujudnya Visi IAIN Salatiga, yaitu: “Tahun 2030 menjadi rujukan studi Islam-Indonesia, bagi terwujudnya masyarakat damai bermartabat”. Kita tahu bahwa dunia saat ini sedang melirik pada Islam Indonesia yang damai, toleran dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Untuk itu IAIN Salatiga harus ambil bagian dan menyuarakan dan memasarkan Islam-Indonesia ke dunia Internasional.

 Kami juga berharap para pengurus organisasi kemahasiswaan ini menjadi bagian penting dalam penciptaan budaya kampus IAIN Salatiga, yang mengadopsi empat ciri budaya bangsa-bangsa di dunia, yang seharusnya merupakan cerminan nilai-budaya Islam.

Pertama, religiusitas warga kampus, yang ditandai dengan banyaknya sivitas akademika dan karyawan yang melaksanakan sholat jamaah di masjid-masjid kampus, atau tempat lain yang ditentukan. Kita mengidealkan, semangat religiusitas masyarkat kampus kita suatu saat akan seperti di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

 Kedua, penataan lingkungan, kebersihan, dan pelayanan di kampus diharapkan akan bisa sebagaimana di negara-negara barat. Kita berharap memiliki lingkungan yang bersih, sejuk, nyaman serta semangat melayani dengan penuh penghormatan dan siap membatu orang lain.

Ketiga, kita berharap sivitas akademika memiliki etos keilmua, etos kerja, serta kejujuran sebagaimana Jepang, Korea Selatan, dan sebagainya. Semua mahasiswa memiliki semangat keilmuan yang tinggi. Semua dosen dan karyawan memiliki semangat kerja yang tinggi. Dan, kita berharap di kampus ini tidak ada kehilangan. Bila ada barang tertinggal atau terjatuh, maka akan dapat didapatkan kembali oleh pemiliknya. Inilah salah satu ciri penting kampus islami yang kita dambakan.

Keempat, dalam relasi antar individu, marilah kita lestarikan nilai budaya Jawa, yang penuh keramahan, sopan-santun, unggah-ungguh (Tawadlu’) dan sebagainya. Nilai-nilai ini tidak akan lekang oleh jaman. Kapan dan di mana pun, orang yang mampu menempatkan diri dan mau menghargai orang lain, pastilah akan mendapatkan apresiasi.

 Sebelum saya akhiri, satu lagi pesan yang ingin saya sampaikan kepada para mahasiswa, yaitu: “Apabila kita diberikan amanah kecil, kemudian kita tunaikan dengan kesungguhan yang besar, maka berarti kita sedang menyiapkan diri untuk diberikan amanah yang lebih besar”.

 Demikian yang bisa saya sampaikan, selamat bekerja, semoga Allah SWT selalu memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua.

 

Wassalaamu’alaikum ww.

GEDUNG BARU DI KAMPUS 3 IAIN SALATIGA

Alhamdulillaah, segala puji dan sanjung hanya milik Allah Swt., yang telah melimpahkan segala karunia-Nya, terutama kepada keluarga besar IAIN Salatiga. Sejak dimulainya pembangunan kampus 3 IAIN Salatiga di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga tahun 2015, sampai saat ini telah selesai dua unit gedung kembar tiga lantai, yang masing-masing luasnya 7.200 m2, atau sejumlah masing-masing 60 ruang kelas. Pembangunan gedung tahun anggaran Tahun 2016, alhamdulillah selesai pada waktunya, dan insya Allah akhir bulan Januari 2017  ini mulai ditempati. Adapun unit-unit yang akan menempati kampus 3 mulai tahun 2017 ini adalah Kantor Rektorat, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Dakwah, Program Pascasarjana, Perpustakaan,  Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penjaminan Mutu, serta Unit-unit lainnya. Dengan terbangunnya gedung baru ini, maka kampus 3 akan mampu menampung lebih dari 6000 orang mahasiswa.
Adapun kampus 1 di Jalan Tentara Pelajar (samping alun-alun Kota), akan ditempati oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), yang jumlah mahasiswanya sudah berkisar 2000 orang. Sementara itu, kampus 2 di Kembang Arum, digunakan oleh Fakultas Syari’ah dan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora. Ke depan tentunya setelah pembangunan gedung kampus 3 memadai, semua fakultas akan bergabung di kampus 3. Adapun kampus 1 dan 2  akan dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan kelembagaan yang strategis dan menopang eksistensi lembaga.
Konsep pembangunan kampus 3, menekankan pada tersedianya ruang terbuka hijau yang luas, ruang parkir yang mencukupi, serta arsitektur gedung  yang mengesankan dengan pemanfaatan ruang yang efisien. Selain itu, rancangan pembangunan kampus 3 tidak hanya difokuskan bagi kegiatan sivitas akademika, namun juga didedikasikan untuk masyarakat. Kita berharap, masyarakat Salatiga dan sekitarnya dapat turut memanfaatkan ruang terbuka serta fasilitas yang ada, apakah itu untuk rekreasi, olah raga maupun kegiatan pengumpulan masa lainnya. Dengan ruang terbuka yang luas, tempat parkir yang cukup,  dan pemandangan yang mengesankan, maka kita harapkan kampus ini benar-benar menjadi milik masyarakat Salatiga.
Kita berdoa kepada Allah Swt. semoga kampus ini menjadi tempat yang diberkahi,  seluruh dosen, karyawan serta mahasiswa yang bekerja maupun menuntut ilmu di kampus ini, mendapatkan berkah, manfaat dan kebaikan yang sebanyak-banyaknya.
Aamiin ya robal ‘alamiin.