Tag Archives: shortcourse

Mahasiswa STAIN ke Colorado AS

Hari Ahad ini, 12/8, Maghfiroh, Mahasiswa TBI angkatan 2009, berangkat ke Colorado AS untuk mengikuti shortcourse di Universitas Colorado (CU), kampus yang berdiri pada 1877 di  Amerika Serikat. Dengan wajah yang menampakkan kegembiraan sekaligus kesedihan. Firoh dilepas oleh Ketua STAIN Salatiga, Dr. imam Sutomo,M.Ag bersama Dr. Rahmat Hariyadi,M.Pd, Puket I Bidang  Akademik, di ruang kerjanya Sabtu, 11/8.  Ia gembira karena merupakan mahasiswa terpilih yang lolos seleksi untuk mengikuti program ini. Dan sekaligus sedih karena tidak bisa menghabiskan Ramdhan serta berlebaran bersama keluarga dan teman-teman di tanah air.

Proses seleksi sendiri sudah dilakukan kira-kira pada Januari 2012 yang lalu. Di tempat tujuan ia akan mengikuti kuliah untuk beberapa materi yang disediakan di sana. Selain itu kesempatan ini ia gunakan juga untuk memperdalam ilmu Bahasa Inggris sebagaimana yang ia geluti di Kampus. Sebagai calon guru Bahasa Inggris, mengetahui seluk beluk mengenai budaya, tradisi, dan realitas sesungguhnya di wilayah penutur aslinya, adalah hal yang sangat penting.

Dalam  pembekalannya, Ketua mengharapkan agar Maghfiroh bisa menggunakan waktu sebaik-baiknya dan bisa mengabarkan kepada dunia luar mengenai STAIN Salatiga. sebagaimana diketahui, Kampus ini  telah menyelenggarakan program kelas internasional, yang dengan demikian sudah bisa sejajar dengan kampus global  lainnya. (sg)

Dosen STAIN Kunjungi Amerika

Sukron Makmun, Dosen Sosiologi STAIN Salatiga, Jumat,22/6, berangkat ke Amerika Serikat untuk mengikuti program SUSI, Studi in United State Institute, suatu program belajar singkat semacam short course di Negara uncle Sam. Pak Sukron, begitu ia akrab dipanggil, akan berada di sana selama 6 minggu.

Kegiatan ini atas sponsor penuh lembaga pendidikan yang dituju, dan ia akan mengikuti kuliah, seminar, diskusi, dan menyampaikan beberapa paper berkaitan dengan pluralisme agama. Sebagaimana diketahui, Indonesia adalah Negara ‘pengekspor’ ide pluralism karena berhasil membina kerukunan antar agama, padahal mayoritas penduduknya adalah Islam. Inilah nampaknya yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan di luar untuk menggali lebih dalam lagi mengenai pluralisme agama.

Sebelumnya, Setia Rini, dosen English juga mengikuti program di Negara Amerika Serikat, tepatnya di Philadelphia pennsilvania, dalam acara temu pengajar bahasa Inggris  sedunia (Teacher of English for Speakers of Other Language) pada 24 Maret hingga 3 April 2012 yang lalu. (sg)