Tag Archives: wisuda

IAIN Salatiga Wisuda 933 Mahasiswa

SALATIGA – IAIN Salatiga kembali menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda ke-X pada Sabtu (19/10). Prof. Dr. H. Muh. Zuhri, M.A. selaku Ketua Senat membuka acara wisuda yang dilaksanakan di halaman kampus III IAIN Salatiga tersebut. Pada kesempatan itu IAIN meluluskan sebanyak 933 wisudawan/wisudawati dari program magister (pascasarjana), sarjana, dan diploma.

“Pada wisuda kali ini ada 50 orang wisudawan dari program pascasarjana, 60 orang dari program diploma, dan 823 orang dari 17 program studi di jenjang sarjana,” kata ketua panitia kegiatan, Prof. Muh Saerozi dalam sambutannya.

Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin, M. Ag mengimbau para wisudawan untuk terus belajar, “Kuliah dan sekolah boleh berhenti, tapi belajar harus tetap berlanjut. Hal ini sesuai dengan ajakan Nabi Muhammad SAW untuk terus menimba ilmu dari buaian sampai liang lahat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN juga mengucapkan selamat kepada para wisudawan. Lebih lanjut, Prof. Zaki meminta para alumni untuk terus menjalin tali silaturahim dengan almamater.

IAIN memberikan penghargaan dan beasiswa untuk melanjutkan studi bagi 22 mahasiswa terbaik masing-masing jurusan dan jenjang. Mahasiswa jenjang sarjana yang mendapat IPK tertinggi adalah Wildan Nur Hidayah dari prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dengan IPK 3,95. Sedangkan dari jenjang diploma, Ristian Maria Safitri berhasil mendapat gelar wisudawan terbaik dengnan IPK 3,92.

Selanjutnya dari program S2/Pascasarjana, wisudawan terbaik diraih oleh Suharno dari prodi Ekonomi Syariah dengan IPK 3,89. Selain itu, dari kelompok mahasiswa internasional, mahasiswa terbaik diraih oleh Abdulhakim Arwae dari Fakultas Dakwah prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

 

 

Penulis : Lala
Editor : Ilman
Sumber : Bidang Akademik

Mahasiswa Peraih IPK Tertinggi: Berprestasi Melejit dan Berjiwa Sosial Tinggi

SALATIGA – Mahasiswa berprestasi banyak dan sangat mudah ditemukan, tetapi hanya sedikit dari mahasiswa-mahasiswa berprestasi tersebut yang juga memiliki jiwa sosial. Salah satu dari sedikit mahasiswa berprestasi yang memiliki jiwa sosial tersebut adalah Wildan Nur Hidayat, wisudawan peraih IPK tertinggi (3,95) pada wisuda ke-10 IAIN Salatiga.

Kegiatan sosial yang dikerjakan oleh putra pasangan (Alm) Abdul Majid, S.Pd dan Iyas Karmayas tersebut sama banyaknya dengan prestasi yang ia raih. “Saya biasa mengajar ibu-ibu di sekitar rumah mengaji. Terkadang juga mengajar anak-anak. Sesekali berbagi ilmu dan pengalaman bersama teman-teman mahasiswa,” jawabnya ketika ditanya soal kegiatan yang dilakukan selain kuliah. Wildan adalah founder Al-Birr, sebuah wadah pelatihan bahasa Inggris dan hafalan Al-quran untuk anak-anak sekolah.

Pemilik skor TOEFL (Test Of English as Foreign Languange) 520 itu senang membantu teman-teman mahasiswa belajar bahasa Inggris, terutama pada aspek berbicara (speaking) dan mendengar (listening).

Selain itu ia juga membuka kelas penulisan untuk teman-temannya. Ketika ditanya apa alasannya membuka kelas penulisan, Wildan menceritakan pengalamannya saat menjadi juri sebuah perlombaan menulis, “Pesertanya sedikit, saya jadi miris,” kata anak keempat dari lima bersaudara tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tingkat baca masyarakat Indonesia, khususnya para mahasiswa sebenarnya tidak rendah. Hanya saja kualitas bacaannya perlu ditingkatkan, karena sejatinya kualitas bacaan akan memengaruhi kualitas tulisan yang dihasilkan.

Mahasiswa yang menjadi liaison officer program Talent Scouting tersebut juga aktif berbagi info tentang pelatihan, beasiswa, serta pertukaran pelajar bagi mahasiswa S1 sampai S2 lewat program Go Change dan Master Club. Semua kegiatan berbagi ilmu dan pengalaman tersebut Wildan jalankan dengan cuma-cuma.

Tidak hanya fokus di bidang pendidikan, Wildan juga mengikuti Dewan Masjid Indonesia (DMI) Tim Masjid Bersih dan Sehat Kota Salatiga. “Memastikan tempat ibadah umat Islam adalah hal yang penting. Setiap Sabtu saya dan tim dari DMI berkeliling Salatiga untuk menggerakkan masyarakat menjaga kebersihan dan kesucian masjid di sekitarnya,” jelasnya.

Selain memupuk jiwa sosial, pemuda yang ingin menjadi profesor di bidang Islamic Studies tersebut mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai kegiatan. Wildan aktif mengikuti berbagai perlombaan menulis dan berbagai program pengembangan diri. Tulisannya yang berjudul “Generasi Milenial Islam Wasathiyah” berhasil masuk jurnal Nasional At-Tahdzib IAIN Purwokerto Vol. 7 No. 1. Tulisan lainnya yang berjudul “Generasi Pancasila dan Islam Rahmatan lil Alamin” masuk dalam Antologi Essai LYC 2018.

Selain menulis di berbagai jurnal, mahasiswa yang menulis skripsi berjudul “Eksistensi Masjid di Kompleks Hiburan Malam” tersebut juga menulis artikel di surat kabar. Tulisannya yang berjudul “Generasi Pemuda Milenial Pancasila” dimuat di harian nasional Republika sedangkan tulisan berjudul “Generasi Pancasila dan Rahmatan lil’alamin” dimuat di harian Tribun Jateng.

Sedangkan program pengembangan diri yang pernah diikuti Wildan antara lain adalah Lombok Youth Camp 2018 dan Wosfes Islamic Path di Tokyo pada 2018. “Paling berkesan ketika di Lombok. Di program itu saya dapat Best Participant,” ujarnya mengenang program yang diselenggarakan oleh Nusa Tenggara Center bekerja sama dengan PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan United Nations Development Program (UNDP).

Berbagai penelitian juga dilakukan oleh pemuda kelahiran Tasikmalaya, 5 November 1996 tersebut, diantaranya adalah penelitian kompetitif “Strategi Penanaman Nilai Agama Islam Orang Tua pada Anak (Studi Kasus Kompleks Hiburan Malam Sembir, Desa Sarirejo, Kecamatan Sidorejo, Salatiga)” pada 2017 dan penelitian kompetitif “Stategi Pendidikan Kerohanian Islam (Studi Kasus Orang Tua Eks Narapidana Rutan Kelas IIB Kota Salatiga)” pada 2018.

Sibuk dengan berbagai kegiatan, Wildan tetap menekuni hobinya bermain catur. Ia mulai menyukai permainan catur sejak kecil, tepatnya sejak usia lima tahun. Sejak saat itulah keahliannya bermain catur makin terasah. Hobi bermain catur itu mengantarkannya memenangi juara 1 cabor catur pada PORS Mahasiswa 2017 dan juara III cabor catur paada POM UKSW 2018.

Wildan mengaku masih banyak hal yang harus ia capai dan ia coba, “Perjalanan saya masih panjang. Kalau dipersenkan mungkin baru 20%. Kesempatan itu datangnya berkali-kali, tidak hanya sekali.

Hanya saja kesempatan datang dalam bentuk lain, di lain tempat, di lain waktu. “Belajar dan berdoa itu kewajiban, semua harus mengerjakan yang itu. Tapi jika punya keinginan dan mimpi, tidak salah untuk menulisnya. Tulis saja semua mimpi dan keinginan, dari yang kecil dan sepele sampai yang paling besar,” katanya ketika ditanya tips meraih kesuksesan.

 

 

Penulis : Lala
Editor : Elfikri
Sumber : Wildan Nurhidayat

Siapkan Lulusan Unggul, IAIN Salatiga Beri Pembekalan Calon Alumni

SALATIGA – Menjelang wisuda ke-10, IAIN Salatiga mengadakan pembekalan calon alumni dengan menggelar Bussiness and Personal Growth Seminar. Kegiatan tersebut diadakan di halaman Kampus III IAIN Salatiga pada Jumat (18/9) dan diikuti oleh ratusan calon wisudawan/wisudawati.

Dalam sambutan pembukaan, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Sidqon Maesur, Lc., MA menjelaskan bahwa acara yang sudah menjadi tradisi tersebut diadakan untuk memberi bekal para calon alumni agar bisa menjalani dunia usaha.

“Di IAIN Salatiga, kami berusaha memupuk jiwa kewirausahaan mahasiswa. Selain pembekalan seperti ini, IAIN juga menyediakan mata kuliah kewirausahaan. Mata kuliah ini wajib dan ada di semua prodi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, IAIN mengundang Chef Purnomo Sidhi, pengusaha sukses asal Salatiga yang mengembangkan industri snack kacang mede, kacang tanah, kacang almond, dan coklat untuk memberi tips dan berbagi pengalaman. Selain itu, hadir pula Lia Kamelia, seorang wirausahawan muda di bidang chocolatier dan Tanti, seorang chocolate deco artist.

Purnomo mengajak para calon alumni yang hadir untuk tidak takut memulai dan terus mengasah mental pengusaha. “Seorang pengusaha sejati akan lebih memilih kertas kosong dari pada uang 100 ribu. Karena apa? Karena dengan kertas kosong itu, orang yang memiliki mental usaha akan terus berusaha menghasilkan lebih banyak uang. Lebih banyak dari 100 ribu,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan para peserta untuk terus mencoba, “Coba terus. Konsisten kejar mimpi. Cari peluang terbesar dan terus berinovasi. Kesalahan banyak pengusaha adalah mengikuti tren pasar. Padahal pengusaha yang pintar adalah mereka yang membuat tren, bukan mengikuti. Artinya, harus terus berinovasi,” pungkasnya.

Seminar pembekalan itu adalah pra-acara wisuda ke-10 IAIN Salatiga yang diadakan pada Sabtu (19/10/2019). Sebanyak 931 wisudawan/wisudawati dari lima fakultas akan mengikuti prosesi kelulusan tersebut.

 

 

Penulis : Lala
Editor : Ilman
Sumber : Bidang Kemahasiswaan dan Alumni

KH. Budi Harjono; Menjunjung Tinggi Akhlaq Dan Mental Yang Baik

SALATIGA-Para wisudawan-wisudawati untuk senantiasa menjunjung tinggi akhlaq dan mental yang baik. Dua modal utama tersebut dapat menjadi acuan dalam menuntut ilmu dan umunya ketika sudah berada di masyarakat.

Para ulama terdahulu kita sudah mencontohkan dua modal tersebut ketika dakwah pada masa itu dapat diterima oleh masyarakat, tanpa ada persilihan antar masyarakat lainnya, kata pengasuh PonPes Al Islah, KH. Budi Harjono saat tausiah dalam acara Wisuda Santri dan Haflah Akhirussanah, Mahad AlJamiah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, di halaman mahad, di Jalan Nakula Sadewa V, Kembangarum, Sidomukti, Senin (01/07/2019).

Sebanyak 154 mahasantri (32 mahasantri putra dan 122 mahasantri putri) kelas tahfidzul Quran dan kelas Bahasa Asing diwisuda pada akhirussanah kali ini. Dengan mengambil tema Melangkah Pasti, Berprestasi, Menggapai Ridho Ilahi .

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Sidqon Maesur, Lc.M.A., dalam sambutannhya mengatakan bahwa dengan melalui adanya mahad AlJamiah kita perlu bangga. Karena banyak prestasi yang diraih baik di taraf nasional maupun internasional.

“Kedepan kami akan berusaha, agar Mahad Al Jamiah semakin besar serta dapat menampung seluruh mahasiswa baru, sehingga nantinya akan bertambah banyak prestasi yang akan diraih dengan membawa nama IAIN Salatiga dan terlebih membaawa nama Mahad Al Jamiah, tukas Dr. Sidqon.

Sebelumnya, Direktur Mahad Al-Jamiah, Muh. Khafid, M.Ag., pun berharap para mahasantri tidak berhenti belajar pendidikan agama dan melanjutkan pendidikan pesantrennya. Setelah lulus dari mahad kami berharap para mahasantri dapat meneruskan di pesantren, supaya apa yang diperoleh saat berada di mahad dapat lebih bertambah dan bermanfaat, ujar Direktur.

Selain dihadiri oleh para pejabat kampus IAIN Salatiga, berbagai elemen masyarakat pun turut hadir, mulai dari ketua RT, para pengasuh pondok pesantren kerjasama, dan Kapolres Kota Salatiga. Acara semakin meriah oleh persembahan seni tari Saman dari santri Mahad Al-Jamiah putri. IAINSalatiga-#AKSI (hms/zie)

Wisuda ke-33 STAIN Salatiga

Wisuda ke 33 STAIN Salatiga 2014

SEKOLAH Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga pada hari Sabtu (18/10) menyelenggarakan wisuda ke-33 yang bertempat di halaman aula kampus I STAIN Salatiga. Dalam wisuda kali ini, ketua STAIN Salatiga, Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd., mewisuda 192 wisudawan yang berasal dari jenjang S1 berjumlah 183 mahasiswa dan jenjang S2 berjumlah 9 mahasiswa.

Untuk jenjang S1, wisudawan berasal dari delapan program studi, yaitu Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Program S1 PAI Ekstensi, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Program Studi Ahwal Al Syakhsiyyah (AS), Program D.III Perbankan Syariah, Program Studi S.1 Perbankan Syariah.

Prosesi wisuda ditandai dengan pemindahan kuncir dan penyerahan ijazah, dan dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama wisudawan terbaik dari masing-masing Program Studi.

Adapaun wisudawan terbaik dari Program Pasca Sarjana diraih oleh Sutrisno, S.Pd.I dengan Index Prestasi Komulatif (IPK) 3.78, dari Program Studi AS yaitu Mahmud Azizi bin Thohir dengan IPK 3,58, Program Studi PBA diraih oleh Rizki Parahita Anandi binti SB. Hariyanto dengan IPK 3,45, Program Studi PAI diraih oleh Afif Kurnia Rahman dengan IPK 3,78, Program Studi TBI diraih oleh Endang Sartika binti Sucipto dengan IPK 3,81.

Sedangkan untuk Program Studi PGMI diraih oleh Ziadatul Hasanah binti Muhsin dengan IPK 3,65, dari Program Diploma III diraih oleh Muhammad Taslim bin Rohani dengan IPK 3,50 dan dari Program Studi S1 Perbankan Syari’ah diraih oleh Tri Andina Rahayu bin Mursidi dengan IPK 3,73.

Setia Rini, M.Pd., selaku Kepala Unit Pengembangan Informasi dan Kerjasama STAIN Salatiga menambahkan bahwa Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Moh khusen, M.A., mengusulkan untuk memberi penghargaan kepada  wisudawan berprestasi kategori non akademik.  Dua orang  wisudawan yang bernama Reza Sinanggiri sebagai satu lulusan berprestasi kategori non akademik karena menjuarai lomba catur tingkat nasional, sedangkan wisudawati Siti Nur Khasanah, S.Pd.I. dari Program Studi TBI yang juga lulusan pertama Program Khusus Kelas Internasional merupakan mahasiswa  berprestasi kategori non akademik bidang kepemimpinan dan kegiatan kemahasiswaan  luar negeri.

Ketua Panitia wisuda ke 33, Suwardi, M.Pd. yang juga merupakan  Ketua Jurusan Tarbiyah menyampaikan bahwa wisuda kali ini semoga menjadi wisuda terakhir STAIN Salatiga di tahun 2014, karena pada tahun 2015 sudah beralih status menjadi IAIN Salatiga. Ucapan terimakasih disampaikan oleh segenap pimpinan STAIN Salatiga beserta sivitas akademika kepada para pihak yang telah mensukseskan acara wisuda.

Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd., selaku Ketua STAIN Salatiga dalam sambutannya menyampaikan empat pesan penting yang harus dipegang oleh para alumni. Pertama, teruslah belajar (learning to be) bukan hanya ketika di kampus tetapi juga ketika di masyarakat. Kedua, “kembali ke masyarakat dan jangan berpangku tangan, tolong agama Allah” dengan menyampaikan friman Allah Surat al-Ankabut ayat 69 dan Surat Muhammad Ayat 7.

Ketiga, terus berubah untuk memperbaiki diri karena belajar adalah sebuah proses yang tidak akan berakhir. Dan yang keempat yang tidak kalah penting adalah, “Selalu menjalin silaturahim agar mendapatkan inspirasi terdahulu”. Terakhir, Beliau menyampaikan akan pentingnya merantau, “Berlelah-lelahlah karena manisnya hidup akan engkau peroleh setelah engkau berlelah-lelah”.

Dalam wisuda ini juga dihadiri oleh anggota senat baru STAIN Salatiga yang baru saja terpilih dan dilantik oleh Ketua STAIN Salatiga, Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. beberapa waktu yang lalu. (SR/mcr)