Utang Negara Biayai Pembangunan

SALATIGA– – Dalam mewujudkan masyarakat maju dan makmur, Indonesia membutuhkan pembangunan di berbagai bidang terutama pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan perlindungan sosial.

Pemerintah melalui utang negara membiayai pembangunan dibeberapa bagian. Hal itu diungkapkan Dr. Denni Puspa Purbasari dari kantor staf kepresidenan bidang kajian dan pengelolaan isu ekonomi strategis saat menjadi narasumber dalam seminar nasional Kontribusi Sistem Ekonomi Islam dalam kebijakan dan penyelesaian hutang negara yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga di hotel Laras Asri, pekan kemarin.

“Sumber pembiayaan pembangunan sebagian dibiayai melalui penambahan utang pemerintah. Tambahan pembiayaan utang memungkinkan kenaikan belanja produktif di bidang pendidikan, infrastruktur, kesehatan, transfer ke daerah dan desa serta belanja sosial,” jelas dia di hadapan puluhan peserta seminar.

Menurutnya, utang pemerintah saat ini dikelola secara profesional, hati-hati, transparan dan terukur sehingga mendapat peringkat layak investasi yang akan berdampak kepada penurunan bunga utang. Selain itu, risiko pembiayaan kembali, risiko tingkat bunga dan risiko nilai tukar juga dikelola dengan sangat baik.


Sementara itu, narasumber lainnya Direktur Pusat Kajian Strategis Baznaz RI Irfan Syauqi Beik Ph.D. membahas tentang peran sistem ekonomi Islam dalam pembangunan nasional.

Sedangkan Arief Mufraini yang merupakan dekan FEBI UIN Syarif Hidayatullah membawakan makalah mengenai pembangunan berbasis utang luar negeri perspektif tata kelola negara modern.

Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmad Hariyadi, M.Pd. dalam sambutannya berpesan kepada semua peserta seminar untuk bersama-sama melakukan kinerja penguatan ekonomi nasional. Menurutnya, saat ini sudah saatnya untuk menghentikan perdebatan dan wacana namun mengedepankan aksi yakni bekerja untuk masyarakat.

“Saya berharap melalui kegiatan ini sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Salatiga dan seluruh Indonesia dapat memberikat virus pembangunan ekonomi Islam,” kata Rektor. (zid/humas)