Tag Archives: iain

PENERIMAAN MAHASISWA BARU JALUR SELEKSI MANDIRI TAHUN 2017 TAHAP II COMPUTER BASED TEST (CBT)

Persyaratan Calon Mahasiswa

  • Lulus tahun 2013, 2014, 2015, 2016 dan 2017 dari Satuan Pendidikan MA / MAK / SMA / SMK / Pesantren Muadalah atau yang setara dan memiliki izin.
  • Memiliki ijazah (bagi lulusan tahun 2017 dapat menggunakan Surat Keterangan Lulus dari Kepala Sekolah).
  • Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di PTKIN.

Jadwal Pelaksanaan

Pendaftaran

17 Juli s.d. 27 Juli 2017

UjianComputer Based Testing (CBT)

Dilaksanakan langsung setelah pendaftaran

Tatacara Pendaftaran

  1. Calon mahasiswa datang sendiri ke Kampus 3 IAIN Salatiga, Jl. Lingkar Salatiga Km. 02, Kec. Sidorejo, Salatiga dengan membawa Fotokopi Ijazah/Surat Keterangan Lulus.
  2. Mengisi Formulir Pendaftaran dan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 150.000,- ( Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah )
  3. Mengikuti ujian masuk CBT dan menerima hasil ujian/kelulusan
  4. Bagi yang lolos ujian, dapat melakukan registrasi tanggal 26 s.d. 28 Juli 2017

Daftar Pilihan Jurusan

Fakultas Syari`ah

  • S1 – Hukum Tata Negara

Fakultas Dakwah

  • S1 – Manajemen Dakwah
  • S1 – Pengembangan Masyarakat Islam
  • S1 – Psikologi Islam

Fakultas Ushuludin, Adab Dan Humaniora

  • S1 – Ilmu Al Qur`an dan Tafsir
  • S1 – Sejarah Peradaban Islam
  • S1 – Bahasa Dan Sastra Arab
  • S1 – Ilmu Hadits
  • S1 – Aqidah dan Filsafat Islam

Download Lampiran Pengumuman

Ikutan Youtex Seoul Korea Selatan? Ini Hasil Kegagalan Kita

Kelompok belajar Talent Scouting IAIN Salatiga berisi mahasiswa yang memiliki keinginan untuk berkompetensi secara nasional dan internasional. Kita adalah orang-orang yang bersemangat untuk terus berkembang dari waktu ke waktu. Gagal? tidak ada di kamus kita. Yang kita tahu adalah berdoa, berusaha, dan berjuang karena itu adalah bagian dan kewajiban kita. Berkumpul secara reguler dan mengkaji tentang program pertukaran pelajar apapun yang memungkinkan untuk mendaftar sambil terus memperbaiki diri baik dari sisi TOEFL, pengalaman organisasi dan lain-lain. Banyak ternyata PRnya ya…jadi sekarang bukan saatnya santai!!!
 
Untuk sesi ini kebetulan pilihan kita mendaftar ke event www.youtex.org untuk belajar selama kurang lebih seminggu ke Seoul Korea Utara jika berhasil melewati 2 jenis tes yaitu General Aptitute Test dan General Knowledge Test. Tawaran yang sangat menarik menanti yaitu tiket pesawat dan belajar langsung dengan orang-orang terpilih selama 9-13 September 2017 akan menambah banyak pengalaman dan pengetahuan. Alkhamdulillah 3 orang yang mendaftar dari klub kita untuk tahun ini gagal, tapi yang terpenting adalah nilai apa yang bisa kita ambil dari kegagalan itu.
 
General Aptitute Test
Istilah Indonesianya adalah tes bakat dan minat. Tes ini berisi empat hal yaitu verbal, numeric, logical reasoning, dan spatial. Jumlah soalnya adalah 200 dan harus dikerjakan selama 30 menit. Kata pertama yang keluar dari mulut saya adalah ‘Does not make sense to finish the questions‘. Why? apa bisa mengerjakan setiap soal dengan waktu 9 detik?. Wew, soal TOEFL saja setiap soalnya kurang lebih antara 37-60 detik. Apa boleh buat, itu peraturan dari mereka ya. Kerjakan atau mati! 

Di awal meeting kita membuat catatan dan strategi sebagai berikut:

  1. Hari test 23 April 2017 jam 18.30-19.00
  2. Mulai belajar dari buku dan online tanggal 12-22 April 2017
  3. Jumlah soal 200 pertanyaan
  4. Waktu ujian 30 menit online
  5. Satu soal dikerjakan dalam waktu 9 detik
  6. Kerjakan soal yang paling mudah dulu.
  7. Jumlah peserta terpilih: 200 
  8. Topik tes: verbal, logical reasoning, numeric, spatial.
  9. 30 menit sebelum tes mempersiapkan laptop dan koneksi internet
  10. Bagi yang tidak memiliki komputer bisa menggunakan warnet
  11. HP digunakan sebagai backup
  12. Buka email dari youtex untuk mengakses link tes, username, dan password. 
  13. Jika kehilangan koneksi saat tes berlangsung, segera hubungi admin untuk mendapatkan waktu tambahan. Pilihan komunikasi bisa menggunakan Line, WA, atau telpon. Pilihlah yang paling responsif. 
  14. Setiap jawaban benar nilainya 3. Minus system tidak dipakai dalam tes ini. 
Di meeting kedua kita kemudian membuat detail mengenai apa saja yang perlu dipertimbangkan kembali dan akan dikerjakan saat tes. Karena sistem minus tidak berlaku, dan kita pikir tidak mungkin menyelesaikan soal dalam 200 soal dalam waktu 30 menit maka kita memutuskan untuk melakukan strategi dibawah ini:
    1. Gambling strategy yaitu menjawab 200 soal dengan jawaban A semua atau B semua atau pilihan yang lain sesuai keinginan hati atau pilihan orang tua. Asumsi waktu adalah 1 soal 1 detik dan sudah kita latih untuk itu. Jadi kita menghabiskan 200 detik atau sekitar 3 menit 60 detik untuk menyelesaikan tahap ini. Dari strategi ini, kita berharap mendapat nilai 15, 20, 25, bahkan 35% dari cara ini. 
    2. Sisa waktu 26 menit 20 detik dipakai untuk melakukan review jawaban untuk soal-soal yang dianggap gampang. Dalam kurun waktu tersebut, 1 pertanyaan harus diselesaikan dalam waktu 31.6 detik, dan kita hanya mentarget bisa menyelesaikan 50 soal yang mudah. Atau 1 pertanyaan harus diselesaikan dalam waktu 10 detik, dan kita mentarget menyelesaikan 150 soal.
    3. Catat nomor yang terlewat atau tidak dikerjakan jika di tampilan tidak tersedia daftar nomor soal.
    4. Jika soal disusun berkelompok Verbal, logical reasoning, numeric, spatial, maka kerjakan mulai dari bagian yang paling jago. Misal pertanyaan verbal 1-50, pertanyaan logical reasoning 51-100, pertanyaan numeric 101-150, pertanyaan spatial 151-200, maka mulai dari bagian yang kita merasa paling bisa.
    5. Buka link jam 18.15, refresh jam 18.25
    6. Buka Goggle Translate atau online dictionary untuk mengantisipasi pertanyaan verbal
    7. Buka kalkulator untuk mengantisipasi pertanyaan numeric
    8. Buka pikiran untuk mengantisipasi pertanyaan logical dan spatial
    9. Focus, focus, focus! Pray, Practice, and Test
    10. Dari strategi diatas diharapkan mampu mendongkrak nilai: 
    11. = (50+(25%*150))*3

    1. = (50+38)*3
  1.  
      = 264
    1. Skor maksimal yang diharapkan (1 pertanyaan/10 detik):
    1. = (150+(35%*50))*3
    1. = (150+17.5)*3
  1.  
      = 502 
Strategi di atas tidak berhasil dikarenakan kita sebagai peserta tes tidak mampu mengatur buffer antar soal. Saat kita sudah menjawab sebuah pertanyaan, kita harus menunggu soal berikutnya muncul. Ini adalah masalah besar karena strategi no 1 yaitu Gambling Strategi tidak bisa diterapkan sesuai target waktu 3 menit 20 detik. Pada kenyataannya strategi ini memakan waktu sekitar 20 menit sehingga sisa waktunya untuk menjalankan no 2 yaitu Review Soal Mudah tidak bisa dijalankan secara maksimal. 
 
Kita mengambil kesimpulan untuk kesempatan berikutnya adalah menggunakan Strategi no 2 yaitu mengerjakan soal yang mudah kemudian untuk soal yang sulit harus dikerjakan dengan Strategi no 1 yaitu Gambling dengan memberi jawaban A atau B semua sesuai pilihan hati. Tidak boleh skip jawaban karena waktunya yang tidak memungkinkan untuk balik, dan juga tidak ada sistem minus untuk jawaban yang salah.
 
Dalam laman tes ini juga tersedia pilihan untuk mengulang tes sebanyak 3 kali tapi ternyata yang berlaku hanya percobaan tes yang pertama. Jadi Get Serious! Jangan berharap mengulang untuk kedua dan ketiga kalinya.
 
General Knowledge Test
 
Tes ini bertujuan menguji kapasitas kemampuan kita tentang pengetahuan umum. Jika dilihat dari soal-soal latihan di youtex, topik tes ini seputar flora fauna, energi, dan tata surya. Artinya ada area khusus yang harus kita pelajari. Walaupun kita juga harus belajar topik yang lain karena dari youtex sendiri tidak memberi batasan mengenai topik apa yang akan diuji.

Dari tim kita sendiri memutuskan untuk belajar mengenai topik terkait even Seoul yaitu Innovation, Creative Industries, Sustainable Development, dan ditambah topik yang lain dengan banyak membaca.
 
Pada kenyataannya dari 100 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 30 menit tersebut, topik yang diujikan adalah seputar the history of South Korea, Marketing, and Innovation. Yap, satu orang perwakilan kita hanya berhasil mengerjakan 25% soal karena mungkin sudah belajar maksimal di topik Innovation. Topik yang lain gimana? Mulai sekarang banyak-banyaklah membaca. Karena pengetahuan umum tidak bisa dihafal dalam waktu 3 hari menjelang ujian. 
Belajar dari General Aptitute Test, strategi yang kita pakai dalam menghadapi tes ini adalah menggunakan Strategi no 2 yaitu mengerjakan soal yang mudah kemudian untuk soal yang sulit harus dikerjakan dengan Strategi no 1 yaitu Gambling System dengan memberi jawaban A atau B semua sesuai pilihan hati. Kembali, kita tidak boleh melakukan skip jawaban, nothing to lose saja, karena tidak ada sistem minus untuk jawaban yang salah, lagipula tidak ada acara balik karena 1 soal harus selesai dalam 9 detik. So just move one>>>

Kedepan, kita akan mencoba lagi untuk mendaftar dan berjuang di tes berikutnya untuk even Kyoto, Beijing, dan Hongkong di tahun 2017. Dan tentunya masih banyak kesempatan lagi di event tahun 2018 dan tahun mendatang bagi kita semua dari berbagai macam sumber, keep dreaming, keep believing, dan USAHA!
 

Pengetahuan vs Pengetahuan Ilmiah

Tidak semua pengetahuan merupakan pengetahuan ilmiah. Orang awam sering memandang pengetahuan ilmiah sebagai pengetahuan semata, sebagai kata benda. Praktik pendidikan (di Indonesia) umumnya hanya mengutamakan unsur pertama, yakni pengetahuan atau kumpulan fakta, tetapi mengabaikan dua unsur lainnya, yakni keterampilan dan sikap.

Hal tersebut diungkapkan Prof. Iwan Pranoto, ketika kuliah tamu di Auditorium gedung K.H. Hasyim Asy’ari Kampus 3 IAIN Salatiga, Rabu (03/04). Kuliah tersebut diikuti tidak kurang 300 peserta mahasiswa dan dosen IAIN Salatiga dan dibuka oleh Rektor IAIN Salatiga Dr. Rahmat Haryadi.

Education dan Culture Attache KBRI New Delhi Prof. Iwan Pranoto mengatakan, di Indonesia, sains kerap diajarkan sebagai buku resep. Kebenaran tunggal Pengajaran dogmatis oleh Guru sebagai sumber kebenaran, menganggap tak ada kebenaran selain yang sudah diketahui.


“Kesalahan dalam penerapan metode pembelajaran dalam pendidikan utamanya bidang sains juga matematika, dapat menganggap diri selalu benar, orang lain selalu salah seperti yang dialami sekarang ini,” papar belaiu.

Prof. Iwan menambahkan, sekarang pemerintah kita terlalu intens dalam mengadakan pelatihan bagi guru ata tenaga pendidik di hotel berbintang dengan waktu cukup lama. Sebenarnya ini tidak salah, namun menyita waktu panjang dan tentunya berbiaya tidak sedikit. Belum lagi, kalau untuk wilayah pedalaman yang tentunya sulit terjangkau, lalu apakah pelatihan tersebut bisa diaplikasikan serta ditularkan kepada tenaga pendidikan yang lain.

“Di era teknologi pemerintah bisa saja memanfaatkan teknologi digital yang ada dan terjangkau, misal dengan mengvisualisasikan metode pengajaran dengan durasi singkat pada setiap sub bab sebagai tutorial. Hari ini misal di sebarkan, maka tidak butuh waktu lama medote pembelajaran guru sudah berubah,” tukasnya saat diwawancarai usai mengisi kuliah tamu.

#iainsalatigaAKSI