Tag Archives: seminar

Fuadi Ajak Mahasiswa Cintai Menulis

SALATIGA-Menulis adalah upaya menyebarkan gagasan dengan lebih baik karena tulisan dapat berpindah media dan menjangkau lebih banyak orang. Hal tersebut dikatakan oleh Ahmad Fuadi, mantan wartawan dan penulis novel Negeri Lima Menara dalam talkshow bertema Literasi sebagai Spirit Intelektual, Wahana Menjelajah Dunia di Auditorium Kampus I IAIN Salatiga pada Sabtu (16/11/2019).

“Setiap orang paling tidak harus menulis satu buku seumur hidupnya. Mengapa? Karena tulisan dapat menembus batas geografis, budaya, agama, dan waktu,” jelasnya.

Lebih lanjut, penulis yang juga menjadi Penulis/Buku Fiksi Terbaik tersebut mengatakan bahwa tulisan dan senapan sama-sama bisa memuntahkan peluru, bedanya tulisan memuntahkan ide-ide penulis yang dapat “menghidupkan” sedangkan senapan memuntahkan peluru yang “mematikan”.

Dalam kesempatan itu, Fuadi mengajak para peserta untuk berani bermimpi, “milikilah mimpi yang tinggi, jangan remehin cita-cita. Jangan lupa untuk melebihkan usaha dan doa. Yakinlah Allah selalu mendengar doa hamba-Nya.”

Selain itu, A. Fuadi juga memberikan tips menulis untuk para peserta. Menurutnya, menulis adalah perjalanan ke dalam diri. Maka dari itu, sebelum menulis, penulis harus memperhatikan empat hal, yaitu: niat, topik, riset, dan waktu. “Gali niat menulis, cari topik yang dekat dengan diri kita, lakukan banyak riset, dan segeralah mulai untuk menulis,” urainya.

Terakhir, A. Fuadi berpesan agar peserta menulis dengan kedalaman hati dan pikiran karena tulisan yang lahir dari perpaduan hati dan pikiran akan menyentuh pembaca.

Talkshow bersama pendiri Yayasan Menara itu adalah rangkaian Festival Literasi Santri bertema “Mengairi Bumi Literasi” yang diadakan oleh Komunitas Literasi KATABA Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Selain talkshow, diadakan pula bedah buku “Peradaban Sarung” oleh Gus Dzhofir dan bazar buku yang diselenggarakan Sabtu-Minggu (16-17/11/2019).

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Salatiga, Dr. Sidqon Maesur, Lc., M.A. berharap acara yang dihadiri sekitar 300 peserta tersebut bisa menambah semangat literasi khususnya dikalangan mahasiswa dan pelajar.

Penulis : Lala
Editor : Ilman
Sumber : Ma’had Al Jamiah IAIN Salatiga

Prof Yudian: Mahasantri Harus Mampu Mengambil di Masyarakat

SALATIGA-Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph. D. menegaskan bahwa seorang santri atau mahasantri harus mampu mengambil peran dalam masyarakat serta terus berinovasi, berkreasi, mengembangkan potensi yang ada untuk menghadapi perubahan dan perkembangan zaman secara bijak.

“Apalagi di era reformasi industri 4.0 yang sangat kompleks ini. Perubahan informasi sekecil apapun akan cepat sampai pada masyarakat,” lugas Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saat menyampaikan dalam Seminar Nasional dengan tema “Eskalasi Mental Spiritual Aktivis Santri Nusantara dalam Mengimplentasikan Nilai-Nilai Kebangsaan di Era Making Indonesia 4.0” yang UKM Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Fathir Ar Rasyid di Auditorium Kampus 1, Sabtu (26/10/2019) .

Sebelumnya, Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag. dalam sambutan pembukaan seminar nasional tersebut mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh UKM LDK IAIN Salatiga. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan hubungan baik antar sesama UKM khususnya UKM Dakwah dalam menjalin relasi.

“Tentunya kegiatan ini diharapkan dapat mendukung moderasi di kampus yang sudah dicanangkan pada seluruh PTKIN khususnya IAIN Salatiga,” kata Rektor IAIN Salatiga.

Sementara itu, Walik Gubernur Jawa Tengah, di wakili  Kepala Biro Kesra Jawa Tengah Drs. Imam Masykur, M. Si. mengatakan, peran santri baik pondok pesantren maupun mahasantri di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sangatlah diharapkan untuk menjaga keutuhan NKRI dan stabilitas keamanan dan keberagaman.

“Karena itu seorang santri dan mahasantri harus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, moderat, pluralisme dan humanisme. Melalui nilai tersebut para santri dan mahasantri dapat berperan aktif di masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Rangkaian memperingati hari Santri Tahun 2019 tersebut diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Fathir Ar Rasyid IAIN Salatiga dengan menghadirkan Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph. D. (Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Kepala Biro Kesra Pemprov Jateng Drs. Imam Masykur, M. Si. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan  UKM Dakwah Perguruan Tinggi di Jawa Tengah dan DIY seperti Unnes, Undip, IAIN Kudus, IIQ Yogyakarta, STAISPA Kaliurang, UIN Walisongo, UIN Sunan Kalijaga dan sebagainya dengan total mencapai 400 peserta.

Selain itu, LDK Fathir Ar Rasyid juga menyelenggarakan Workshop Nasional yang diselenggarakan di Hotel Le Beringin Salatiga tanggal 26-27 Oktober 2019. Pada kegiatan tersebut panitia mengundang tiga pemateri yakni Prof. Dr. Syamsul Maarif, M. Ag. Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Kesehatan UIN Walisongo, Yassir Alimi, Ph. D. Dosen UNNES-UNDIP, dan Dr. Ilya Muhsin, M. Si. Dosen IAIN Salatiga sekaligus pembina LDK IAIN Salatiga. Kegiatan Workshop diikuti oleh 120 orang perwakilan lembaga dan pengurus LDK IAIN Salatiga.

 

 

Penulis : Ilman
Editor : Lala
Sumber : LDK Fathir Ar Rasyid

Siapkan Lulusan Unggul, IAIN Salatiga Beri Pembekalan Calon Alumni

SALATIGA – Menjelang wisuda ke-10, IAIN Salatiga mengadakan pembekalan calon alumni dengan menggelar Bussiness and Personal Growth Seminar. Kegiatan tersebut diadakan di halaman Kampus III IAIN Salatiga pada Jumat (18/9) dan diikuti oleh ratusan calon wisudawan/wisudawati.

Dalam sambutan pembukaan, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Sidqon Maesur, Lc., MA menjelaskan bahwa acara yang sudah menjadi tradisi tersebut diadakan untuk memberi bekal para calon alumni agar bisa menjalani dunia usaha.

“Di IAIN Salatiga, kami berusaha memupuk jiwa kewirausahaan mahasiswa. Selain pembekalan seperti ini, IAIN juga menyediakan mata kuliah kewirausahaan. Mata kuliah ini wajib dan ada di semua prodi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, IAIN mengundang Chef Purnomo Sidhi, pengusaha sukses asal Salatiga yang mengembangkan industri snack kacang mede, kacang tanah, kacang almond, dan coklat untuk memberi tips dan berbagi pengalaman. Selain itu, hadir pula Lia Kamelia, seorang wirausahawan muda di bidang chocolatier dan Tanti, seorang chocolate deco artist.

Purnomo mengajak para calon alumni yang hadir untuk tidak takut memulai dan terus mengasah mental pengusaha. “Seorang pengusaha sejati akan lebih memilih kertas kosong dari pada uang 100 ribu. Karena apa? Karena dengan kertas kosong itu, orang yang memiliki mental usaha akan terus berusaha menghasilkan lebih banyak uang. Lebih banyak dari 100 ribu,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan para peserta untuk terus mencoba, “Coba terus. Konsisten kejar mimpi. Cari peluang terbesar dan terus berinovasi. Kesalahan banyak pengusaha adalah mengikuti tren pasar. Padahal pengusaha yang pintar adalah mereka yang membuat tren, bukan mengikuti. Artinya, harus terus berinovasi,” pungkasnya.

Seminar pembekalan itu adalah pra-acara wisuda ke-10 IAIN Salatiga yang diadakan pada Sabtu (19/10/2019). Sebanyak 931 wisudawan/wisudawati dari lima fakultas akan mengikuti prosesi kelulusan tersebut.

 

 

Penulis : Lala
Editor : Ilman
Sumber : Bidang Kemahasiswaan dan Alumni

Prof. Zakiyuddin: Lembaga Pendidikan Islam Lahirkan Digital Talent Berakhlak Mulia

JAKARTA-Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag. mengimbau lembaga pendidikan Islam untuk berinovasi pada bidang literasi digital dan melahirkan digital talent yang berkarakter serta berakhlak mulia. Hal tersebut disampaikan Rektor IAIN saat menghadiri sidang Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2019 di Hotel Mercure Batavia, Jakarta pada Selasa (1/10).

Lebih lanjut, Prof. Zakiyuddin mengatakan bahwa AICIS 2019 merupakan perhelatan ilmiah yang dilaksanakan untuk merespon perkembangan mutakhir seputar isu Islam dan tantangan pendidikan serta peran pemuda di era digital.

“Era sekarang yang disebut juga sebagai “The Death of Expertise” ini merupakan ancaman sekaligus peluang. Islam ditantang oleh hadirnya digital religion yang merekrut jamaah (follower) melalui laman laman yang berasa millenial dan atraktif. Maka dari itu lembaga pendidikan Islam harus bisa hadir sebagai “industri solusi” di era ini,” ujarnya.

Dalam forum kajian keislaman yang diinisiasi kementerian Agama RI sejak 19 tahun lalu tersebut, Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Rudiantara mengatakan bahwa pendidikan Islam dapat mengambil peran strategis sebagai imunisasi generasi muda dari hoaks, fitnah dan namimah. “Populasinya yang sangat besar sangat potensial untuk mengambil peran tersebut,” kata Rudiantara saat membuka acara.

Selain itu, Menkominfo juga mengatakan bahwa di tengah perubahan zaman yang cepat, pendidikan Islam dipaksa masuk ke dalam paradigma baru. Sebagai contoh, pengajaran pada zaman sekarang sudah tidak bisa textbook lagi. Generasi harus didorong kreatif dan selalu bertanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin mengatakan bahwa AICIS 2019 yang mengambil tema “Digital Islam, Education and Youth: Changing Landscape of Indonesian Islam” tersebut diarahkan agar sarjana dan akademisi Islam dapat berkontribusi memecahkan masalah dunia.

“Pendidikan Islam adalah ekosistem besar. Total stakeholder pendidikan Islam berjumlah 28juta. Bila sumberdaya yang besar ini dapat dikelola dengan baik dan diarahkan untuk berkontribusi positif, maka hasilnya akan luar biasa,” pungkas Kamaruddin.

Pada kesempatan tersebut ada 450 paper yang lolos seleksi dan dibahas. Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, Peter Mandeville dari George Mason University, Virginia USA, serta Abdul Majid Hakemollahi dari ICAS London hadir untuk menjadi keynote speaker dalam AICIS 2019.

Tema-tema yang dibahas antara lain Religion and Philosophy in the Post-truth Age, Response to the Era of Disruption, Making and Consuming Islam Online: The Reconfiguration of a Discursive Tradition, dan Islam in the Digital Age Islamic Philoshopy for Millennials. IAINSalatiga-#KERENBRO_AJIB

 

 

Penulis : Nahla
Editor : Ilman
Sumber : Pendis Kemenag RI

KURANGI ANGKA PERCERAIAN, IAIN SALATIGA GELAR SEKOLAH PRA NIKAH

SALATIGA – Guna membekali para generasi muda dalam memasuki pernikahan, Biro Konsultasi Psikologi Tazkia Institut Agama Islam Negeri Salatiga, menggelar acara Sekolah Pranikah Batch 1, di Hotel Laras Asri Salatiga, Sabtu (28/09/2019).

Acara tersbut dihadiri 300 peserta dari yang kalangan mahasiswa serta elemen masyarakat. Hadir pula dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang yang sangat antusias dan siap bersinergi bersama dalam program pengurangan masalah keluarga dan pernikahan. Biro Konsultasi Psikologi Tazkia juga menghadirkan tiga nara sumber yakni Dr. Ahmad Sulthoni M.Pd, Siti Asdiqoh M.Si dan Dr. Anang Fahrudin, M.Si.

Prof. Dr. Saerozi, M,Ag. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan dalam sambutan pembukaan, menyampaikan bahwa tingkat perceraian di Indonesia cukup tinggi dan ini menjadi masalah nasional, maka biro psikologi IAIN Salatiga merasa harus ikut andil dalam mengatasi terkait dengan hal ini.

“Tujuan dari acara ini juga diharapkan memberi bekal bagi generasi muda agar siap menghadapi pernikahan dan melahirkan keluarga berkualitas,” kata Guru Besar IAIN Salatiga.

Sementara itu, Direktur Biro Konsultasi Psikologi Tazkia Institut Agama Islam Negeri Salatiga , Dr. Ahmad Sulthoni, M.Pd mengatakan Sekolah Pranikah ini akan berlangsung dua belas kali pertemuan dalam dua bulan. Dia juga mnyampaikan, setelah peserta mengikuti materi hingga akhir, peserta akan mendapat sertifikat dan akan diwisuda.

“Harapannya dengan mengikuti sekolah pranikah ini, generasi muda memiliki bekal cukup dan matang mengenai hakikat dan makna pernikahan, sehingga ketika sudah siap secara lahir dan batin untuk menikah, mereka sudah mendapatkan bekal,” harap Direktur Tazkia. IAINSalatiga-#KERENBRO_AJIB

 

 

Penulis : Widayati
Editor : Ilman Elfikri
Sumber : Biro Tazkia