Category Archives: Berita Umum

Rektor Lepas Lomba Lari Pelajar 2019

SALATIGA – Rektor IAIN Salatiga melepas peserta lomba lari Salatiga Run 5K Tahun 2019 pelajar se-Jawa yang diselenggakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Salatiga, di Kampus III IAIN Salatiga, Sabtu (9/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag. sangat mengapresiasi atas terselenggaranya Salatiga Run 5K Tahun 2019 yang dipusatkan pada Kampus III IAIN Salatiga.

“Tentunya melalui kegiatan tersebut dapat melatih serta mengukur kemampuan masing atlet untuk menuju jenjang lebih tinggi, selain itu IAIN Salatiga sangat mendukung kegiatan serupa untuk semakin sering digelar,” kata Rektor.

Sementara itu, Wakil Walikota Salatiga Muh Haris seusai melepas ribuan pelari mengatakan kegiatan olahraga dengan melibatkan atlet pelajar ini diharapkan menjadi momentum penting bagi upaya mengokohkan Salatiga sebagai kota pendidikan dan olahraga.

“Kegiatan ini harus menjadi lomba lari yang rutin digelar, agar ada atlet-atlet pelajar yang dilahirkan,”terangnya kepada Tribunjateng.com, di IAIN Salatiga, Sabtu (9/11/2019)

Kabid Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Salatiga Muh Adrik Sudhiro menyampaikan pada gelaran lomba lari kali ini atlet pelajar yang terlibat sekitar 1.300 orang dari tingkat SD, SMP, dan SMA se-Jawa Tengah.

“Lomba lari ini bertujuan mencari bibit atlet pelajar yang akan digembleng menjadi atlet nasional,” katanya
Ia menambahkan peserta lomba berasal dari berbagai daerah di Jateng seperti Kota Salatiga, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kebumen, Pekalongan, Purwokerto, Purbalingga, Tegal, Surakarta, Jepara, Demak, Grobogan, Batang, Kendal, dan Boyolali.

Menurutnya Kota Salatiga pernah menjadi raja di dunia atletik, sehingga melalui gelaran olahraga dengan melibatkan atlet pelajar kelak dapat melahirkan atlet pelari yang mumpuni dan bisa mengharumkan Jawa Tengah di kancah nasional.

“Adapun rute yang ditempuh sangat bervariatif hanya saja kali ini menyesuaikan dengan usia peserta pelajar,” ujarnya

Adrik menjelaskan selain piagam serta medali panitia juga menyediakan hadiah uang pembinaan kepada para pemenang senilai Rp 45 juta.*

 

 

Penulis : Ilman
Editor : Lala
Sumber : Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Salatiga

Tingkatkan Komitmen dalam Lingkungan Kerja, IAIN Adakan Workshop

YOGYAKARTA-Institut Agama Islam Negeri Salatiga mengadakan Workshop Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Acara yang bertujuan untuk meningkatkan komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang baik tersebut dilaksanakan di Hotel Merapi Merbabu, Yogyakarta, Jumat-Sabtu (8-9/11/2019) dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari staf dan karyawan IAIN Salatiga.

Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M. Ag menyampaikan bahwa secara umum kegiatan workshop itu ditujukan untuk mendukung visi pemerintah yaitu menjadikan SDM unggul untuk kemajuan Indonesia. “Indonesia harus siap menghadapi tantangan era 4.0. Semua bidang harus berkembang. Sebagai salah satu institusi pendidikan, IAIN harus bisa memenuhi tuntutan dan permintaan pasar, baik pasar keilmuan maupun pasar inovasi,” ujarnya.

Menurutnya, kunci untuk dapat menghadapi tantangan era 4.0 adalah dengan menguasai perkembangan teknologi, network/jaringan, dan big data.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Zakiyuddin mengatakan bahwa IAIN Salatiga siap menunjang visi Kota Salatiga sebagai Kota Pendidikan. “Mahasiswa IAIN makin lama makin banyak. Banyaknya jumlah mahasiswa inilah yang akan membantu gerak perekonomian di Kota Salatiga,” tambahnya.

Selanjutnya, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK), Khaeroni, M. Si menyampaikan evaluasi e-SMS (electronic system management stategy) . Khaeroni juga mengatakan bahwa dengan adanya kemajuan teknologi, kekurangan data dukung untuk melengkapi e-SMS bisa diselesaikan dengan memanfaatkan penyimpanan data di dunia maya.

Sedangkan Wakil Rektor bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. Agus Waluyo, M. Ag mengatakan bahwa pegawai adalah kontributor terbesar dalam usaha memajukan institusi. Dirinya berpesan agar para pegawai mengenali diri agar bisa bekerja dengan profesional.

“Kerja profesional bisa dicapai dengan mengenali diri dan peran masing-masing. Selain itu penting juga untuk selalu menumbuhkan dan memperbaiki keikhlasan,” tutupnya.

Setelah materi yang disampaikan oleh rektor, kepala biro AUAK, dan wakil rektor itu, acara dilanjutkan dengan character building yang disampaikan oleh Rhythm of Empowerment Indonesia. IAINSalatiga-#AKSI

 

 

Penulis : Lala
Editor : Ilman
Sumber : Kepegawaian

Rektor IAIN Salatiga Imbau Mahasiswa Tidak Silau Peradaban Luar

SALATIGA-Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M. Ag mengimbau mahasiswa tidak silau dengan peradaban dari luar. Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Seminar Nasional “Dinamika Nilai Kepahlawanan di Era Milenial sebagai Strategi Dakwah dalam Keberagaman” di Auditorium Kampus III IAIN Salatiga, Selasa (5/11/2019).

Pada kesempatan itu, Prof. Zaki menyampaikan bahwa salah satu ciri yang muncul setelah masa kolonialisme adalah gejala imitasi. Sebagai bangsa merdeka seharusnya masyarakat Indonesia tidak terlalu banyak melakukan imitasi apalagi meniru hal-hal yang negatif. Kebanggaan menjadi bangsa Indonesia harus dipupuk tetapi jangan sampai memunculkan chauvinisme.

“Kemajuan teknologi tidak perlu dipandang sebagai ancaman. Meski banyak tantangan, masih ada harapan,” lanjutnya.

Menurut Rektor IAIN kunci untuk bisa bertahan di era kemajuan teknologi saat ini adalah dengan memperbaiki akhlak dalam bermedia sosial. Selain itu, Prof. Zakiyuddin juga menyampaikan bahwa Pancasila yang menjembatani antara budaya dan agama juga merupakan kunci penting dalam menjaga nasionalisme.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah IAIN Salatiga tersebut juga menghadirkan Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indoneaia (PSIK), Yudi Latif, Ph. D sebagai pembicara. Dalam uraiannya, Yudi menyampaikan bahwa militansi dalam beragama tidak selalu membawa dampak negatif. Misalnya ketika zaman penjajahan jaringan keagamaan berhasil membangkitkan nasionalisme di Indonesia dengan adanya Revolusi Jihad.

“Militansi agama harus disalurkan untuk melakukan sesuatu yang produktif-inovatif. Jangan sampai militansi agama jadi bahan bakar untuk melakukan hal-hal destruktif seperti pertentangan dan permusuhan,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta tidak melupakan agama. “Karena iman adalah benteng terakhir sebuah peradaban,” tutupnya.

Dosen Fakultas Dakwah IAIN Salatiga, Kastolani, Ph. D sebagai pembicara terakhir menyampaikan bahwa nasionalisme era milenial harus melampaui perbedaan agama, etnis, dan golongan.

Lebih lanjut, Kastolani mengatakan bahwa aksi nasionalisme pada masa ini bisa dilakukan dengan cara menolak tersebarnya berita bohong/hoaks dan membudayakan diskusi produktif. Acara yang dihadiri ratusan peserta itu ditutup dengan sesi tanya-jawab.

 

 

Penulis : Lala
Editor : Ilman
Sumber : Fakultas Dakwah

Rayakan Hari Santri, IAIN Salatiga Gelar Upacara Bersama

SALATIGA – Dosen serta karyawan dan santriwan/santriwati Ma’had Aljami’ah IAIN Salatiga mengadakan upacara bendera untuk memperingati Hari Santri Nasional di lapangan Kampus II pada Selasa (22/10/2019). Dalam kesempatan tersebut para peserta putra mengenakan sarung dan peci khas santri sedangkan peserta putri mengenakan baju muslim putih.

“Sejatinya, pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam
ramah dan moderat dalam beragama,” kata Drs. Khaeroni,gama M.Si saat menyampaikan sambutan atas nama Menteri Agama Republik Indonesia untuk Peringatan Hari Santri Tahun 2019.

Selanjutnya, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan menyampaikan harapan Menteri Agama agar para santri turut berperan aktif dalam mengemban misi dan menyampaikan pesan-pesan perdamaian di dunia internasional. Terakhir, disampaikan pula bahwa bertepatan dengan peringatan Hari Santri tahun ini, hadir pula Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

“Dengan Undang-Undang tentang Pesantren ini memastikan
bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi
pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat,” katanya mengakhiri sambutan.

 

 

 

Penulis : Nahla
Editor : Ilman
Sumber : Kementerian Agama RI

Gus Miftah Tekankan Peran Mahasantri sebagai Agen Perdamaian

SALATIGA —  Ma’had Jami’ah IAIN Salatiga mengadakan pengajian akbar bersama Gus Miftah Habiburokhman pada Jumat malam (12/10/2019). Dalam tausyiahnya, Gus Miftah menyayangkan peristiwa yang telah terjadi di Indonesia akhir-akhir ini sampai seorang pejabat menjadi korban.

“Seorang pejabat negara saja ada yang berani melukainya, bagaimana keamanan orang-orang seperti saya yang berbicara NKRI dan Pancasila. Ini kan mereka sudah nekad. Kalau kemudian pemahaman-pemahaman ini tidak kita kuatkan, saya ngeri kalau kemudian warga kita terpapar paham-paham radikal,” tandasnya.

Lebih jauh ia menekankan pentingnya peran mahasantri sebagai agen perdamaian dalam mempertahankan NKRI. Maka dari itu santri diajarkan untuk mencintai bangsa dan negara, karena kecintaan pada negara adalah bagian dari iman.

“Aksi bela tauhid, tahlilan. Aksi bela nabi, solawatan. Aksi bela ulama, manakiban. Aksi bela negara, istigosahan. Aksi bela Qur’an, semaan. Aksi bela ilmu, sorogan. Sementara aksi bela mahasiswi putri, ya lamaran.” tuturnya di sambut riuh ribuan jamaah yang memenuhi halaman Kampus 3.

Selain itu, Gus Miftah juga mengingatkan tentang profesionalitas, apa pun pekerjaan yang dilakukan akan mendapat hasil baik jika dilandasi dengan iman. “Satu hal yang perlu diingat, jika kita membaikkan perkara akhirat, perkara dunia dengan sendirinya juga akan membaik.”

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan, Dr. Sidqon Maesur mengatakan bahwa IAIN Salatiga merupakan perguruan tinggi Islam yang sangat mendukung dan senantiasa meningkatkan ta’zizul wasatiyah, selalu meneguhkan moderasi Islam.

“Peringatan hari santri ini membangkitkan semangat seorang santri untuk cinta negeri, cinta stabilitas negeri ini, cinta kedamaian dan juga mengukuhkan moderasi Islam,” tuturnya.

Di tengah pengajian tersebut, Gus Miftah kembali mensyahadatkan seorang wanita asal Solo, Bhekti Handayani. Bhekti mengatakan bahwa ia tertarik masuk Islam karena Islam menyenangkan dan menenangkan.

Terakhir, Gus Miftah menyampaikan bahwa perilaku umat muslimlah yang dilihat oleh umat lain, sehingga ia mengimbau umat muslim untuk terus berakhlak mulia. IAINSalatiga-#KERENBRO_AJIB

 

 

 

 

Penulis: Ida
Editor: Lala/Ilman
Sumber: Ma’had Al Jamiah