Tag Archives: studi luar negeri

UPTPB Sambut Keluarga Jancin Dari Colorado U.S

 

SALATIGA– UPTPB (Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Bahasa) IAIN Salatiga menerima kunjungan persahabatan dari keluarga Devon, Jancin Family dari Colorado U.S di ruang UPTPB, Kampus 3, Kamis (04/07/2019).

Rombongan yang dipimpin langsung Jancin (ayah Devon) tersebut disambut kepala UPTPB IAIN Salatiga, Hanung Triyoko M.Ed. dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Salatiga, Dr. Sidqon Maesur Lc. M.A.. Kunjungan tersebut dimaksudkan dalam rangka silaturahmi keluarga Devon dengan keluarga besar UPTPB IAIN Salatiga.

Seperti yang diketahui bahwa Devon merupakan salah satu pengajar dari Regional English Language Officer (RELO) Kedutaan Besar Amerika yang bekerja sama dengan pihak IAIN Salatiga dalam rangka kontribusi bersama pengembangan sistem pendidikan bahasa Inggris.

Dalam sambutannnya James (ayah Devon) mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar IAIN Salatiga, terutama UPTPB IAIN Salatiga yang sudah menyambut hangat kedatangan keluarganya. “Kami sekularga sangat berterimakasih atas sambutan dari keluarga IAIN Salatiga,” ujar James.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahaiswaan dan Kerjasama, Dr. Sidqon Maesur, Lc. M.A. dalam sambutannnya mengatakan bahwa ia berharap dengan kehadiran Devon di IAIN Salatiga bisa menembah motivasi bagi para mahasiwa untuk lebih meningkatklan kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Inggris.

“Kehadiran Devon di IAIN Salatiga tentunya bisa memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk lebih meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, serta menjaga hubungan yang sudah terjalin dengan Kedutaan Besar Amerika,” kata Wakil Rektor.

Sebelumnya, kepala UPTPB IAIN Salatiga, Hanung Triyoko M.Ed. menyampaikan terima kasih atas kunjungan keluarga James di IAIN Salatiga. Dia juga mengatakan bahwa salah satu misi UPTPB IAIN Salatiga adalah turut serta melestarikan dan mempromosikan adiluhung budaya Indonesia ke dunia internasional.

“Penyambutan kunjungan keluarga Devon Del Jancin yang merupakan pengajar bahasa Inggris di IAIN Salatiga yang bekerjasama dengan RELO Kedubes Amerika, merupakan kesempatan berharga bagi UPTPB IAIN Salatiga untuk menyebarluaskan keindahan budaya Indonesia melalui persahabatan dengan warga negara Amerika,” ujarnya.

Acara tersebut berlangsung meriah, dengan penampilan dari mahasiswa Kelas Khusus Internasional (KKI) yang menampilkan seni tari dan gamelan. Dalam ceremonial tersebut disajikan beberapa makanan tradisional khas Jawa seperti arem-arem, lupis, klepon, dsb. Pada sesi akhir setelah sambutan, mahasiswa dan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut melaksanakan Fokus Grup Discussion terkait kultur budaya dengan Jancin Family. IAINSalatiga-#AKSI (hms/zie)

UNDANGAN TERBUKA PRESENTASI BEASISWA FULBRIGHT

UNDANGAN TERBUKA

ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.

MENGHARAP KEHADIRAN DOSEN / MAHASISWA / KARYAWAN DALAM RANGKA PRESENTASI BEASISWA FULBRIGHT YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA :

HARI/TANGGAL : JUM’AT, 22 FEBRUARI 2013
WAKTU : 09.00 WIB s/d 11.00 WIB
TEMPAT : Gd. PKM II LANTAI 2

DEMIKIAN UNDANGAN KAMI SAMPAIKAN,
ATAS PERHATIANNYA KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH.

WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.

Mahasiswa TBI STAIN Salatiga Mengikuti Program Study at United States Institute (SUSI) di Amerika

Sukrisno TBI STAIN Salatiga

Sukrisno, mahasiswa TBI STAIN Salatiga semester lima, berangkat ke Amerika Serikat dalam program Study at United States  Institute (SUSI). Ia berangkat bersama 20 mahasiswa se-Indonesia, empat mahasiswa di antaranya dari Kampus di Jawa Tengah; Unnes, UNS, dan STAIN Salatiga. Di AS ia akan mengikuti shortcourse selama 5 minggu di Philadelphia University Pensilvania, dalam program Leadership Religious Pluralism.

Ia dilepas Ketua STAIN Salatiga, Dr. Imam Sutomo,M.Ag, pada Selasa, 8/1, di ruang kerjanya dengan didampingi oleh Kaprodi TBI,  Maslihatul Umami,MA. Sukrisno yang juga aktivis  IMM ini akan berada di Amerika selama sekitar 5 minggu, 11/1-17/2 mendatang. Kepada redaksi Simfoni, Ia berharap mendapatkan banyak  pengalaman melalui program ini. Begitu pula harapan pimpinan agar  mahasiswa yang berangkat ke luar negeri bisa membawa nama baik dan memperkenalkan STAIN Salatiga ke dunia luar. (sg)

Mutiara Tersembunyi : Potensi kerjasama Pendidikan Indonesia – India

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI New Dehli, Son Kuswadi, Dr. Eng. dalam orasinya berkali menyampaikan bahwa India adalah mutiara tersembunyi bagi Indonesia. Potensi kerjasama pendidikan dan iptek masih belum sepenuhnya menjadi perhatian publik Indonesia.  Mental budaya ala kesahajaan Ghandi dalam tampilan agaknya menjadi penghalang keyakinan publik terkait kualitas pendidikan di India. “Berat sekali meyakinkan kualitas pendidikan India pada orang Indonesia,” demikian disampaikan Son Kuswadi, Dr. Eng.  Perguruan tinggi di India masuk dalam 200 perguruan tinggi terbaik dunia versi Times Hinger Education sementara insitut teknologi mereka masuk dalam  20 sekolah iptek terbaik versi Asia Week.

Kerjasama Pendidikan Indonesia India STAIN Salatiga

Kualitas pendidikan India telah diakui dunia internasional. Perusahaan besar dunia mempercaya  alumni India sebagai staff ahli hingga jabatan manager  –yang diantaranya pula raksasa Microsoft. Lulusan India juga berhasil berkarya sebagai staff pengajar  hingga profesor di berbagai kampus di banyak negara seperti Singapura, Eropa, Amerika,  dan Timur Tengah. Kemajuan perguruan tinggi India bukan diraih  instan. Pertama, Universitas-universitas India telah mapan sejak tahun 1857  masa kolonialisme Inggris. Hal ini membuat India memiliki cukup pengalaman dan matang dalam sistem pengelolaan dan upaya meningkatkan kualitas SDM masyarakatnya. Kedua, penggunaan bahasa Inggris sebagai pengantar di lembaga-lembaga pendidikan dan pemerintahan India membuat  mahasiswa tidak lagi berjarak dengan dengan referensi internasional. Ketiga, syarat minimal jabatan dosen di India harus lulus doktoral (S-3) serta kultur wajar dosen India menyelesaikan jenjang S-2 dan S-3 hingga berkali. Keempat, India berhasil kembangkan kampus-kampus berbasis riset yang fokus dalam bidang tertentu yang tumbuh menjadi pilar-pilar kekuatan pembangunan segala aspek di India. Beberapa kampus riset unggulan yang terkemuka di India diantaranya adalah BITS, ISB, IITs, NITs, IISc, IIMs, dan AIIMS.  Son Kuswadi, Dr. Eng.  juga memaparkan bahwa pemerintah Indonesia kini tengah berupaya kembali merajut kerjasama di bidang pendidikan yang pernah berjarak di masa Orde Baru lalu.

Kerjasama Pendidikan Indonesia India STAIN Salatiga

Orasi akademik Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI New Dehli, Son Kuswadi, Dr. Eng. Ini disampaikan saat  berkunjung ke STAIN Salatiga hari Sabtu 6 Oktober 2012 lalu. Kegiatan ini adalah rangkaian hasil kunjungan kerja rombongan STAIN Salatiga sebelumnya ke India ke KBRI dan beberapa dengan Pendidikan Tinggi di India;  dalam rangka penguatan kelembagaan dan jaringan kerjasama dengan Pendidikan Tinggi di India. STAIN Salatiga menangkap kesempatan ini dengan menggelar  dialog  budaya akademik yang diselenggarakan di ruang rapat lantai 3 gedung Sekretariat  Kampus 1 STAIN Salatiga Jl. Stadion 01 Salatiga. Acara ini berlangsung pukul 10.00 hingga 11.30 dan dilanjutkan ramah tamah hingga 14.00 WIB yang diikuti oleh pimpinan beserta staf pengajar di lingkungan STAIN Salatiga. (AJ)

Potensi Beasiswa Studi di India

beasiswa india

India diprediksi oleh banyak pihak akan menjadi salah satu kekuatan dunia dari Asia selain China dan Indonesia. Potensi penduduknya yang besar adalah salah satu buktinya. Study yang murah menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak pihak, tidak terkecuali pihak STAIN Salatiga sendiri. Untuk tujuan itulah, pada Sabtu, 6/10,  STAIN mengundang Atase Pendidikan KBRI di India  Son Kuswandi,Dr.Eng, untuk memeberikan beberapa perspektif mengenai studi di India. beliau sengaja diundang oleh pimpinan yang baru saja pulang dari India untuk menjajaki beberapa kerjasama pendidikan, seperti pertukaran pelajar dan dosen, serta peluang beasiswa yang bisa diraih di sana.

Pertemuan itu dihadiri oleh 45 dosen di Ruang  Sekretariat  lantai 3 Kampus 1. Menurutnya, India merupakan mitra strategis untuk beberapa kerjasama, termasuk pendidikan ini. Biaya hidup, buku-buku, jasa dokter, biaya pendidikan, sangat terjangkau dengan kualitas yang tidak kalah dengan Negara maju lainnya. Itulah mengapa, meski mahasiswa Indonesia di India baru berjumlah  150 an, tetapi duta besarnya memiliki visi jauh ke depan dengan perkembangan India yang sangat signifikan pada tahun-tahun terakhir ini.

Alumni STAIN Salatiga sendiri sudah ada tiga yang melanjutkan di sana, satu telah kembali dan menjadi dosen di almamater kuliahnya, yaitu Sari Famularsih, MA, sedangkan dua lainnya baru dalam proses studi. Sedangkan satu dosen, Hammam,M.Pd, sedang mealnjutkan studi doctoral di sana.  (sg)