Category Archives: Berita Mahasiswa

Ribuan Mahasiswa Baru IAIN Salatiga Keliling Pasar Tradisional

3.165 mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga mendatangi pasar tradisional, Senin (7/8/2017) pagi. Kedatangan mahasiswa baru di pasar tradisional Kota Salatiga merupakan kedua kalinya. Mereka tampak berbelanja beraneka macam kebutuhan sekaligus untuk menggairahkan perekonomian rakyat diera digital.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga Rahmat Hariyadi didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Moh. Khusen mengatakan sangat bersyukur pada tahun ini mahasiswa baru IAIN Salatiga mencapai 3.165.  Kedatangan mahasiswa baru di pasar tradisional supaya para mahasiswa dapat mengenal lebih dekat masyarat Kota Salatiga dan dapat menggairahkan perekonomian di pasar tradisional Kota Salatiga.

“Harapannya dengan kegiatan ini mahasiswa baru IAIN Salatiga dapat membudayakan berbelanja di pasar tradisional,” ujar Rektor.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Muthoin berterima kasih dengan kegiatan mahasiswa baru yang langsung bersentuhan dengan pedagang. Di era digital seperti sekarang keberadaan pasar tradisional semakin miris. “Sehingga dampak dari kegiatan ini sangat besar. Mulai dari terbiasa berbelanja ke pasar sampai dengan banyak analisa para mahasiswa tentang kegiatan ekonomi, sosial dan lain sebagainya yang terjadi di pasar tradisional,” jelas Muthoin.

Mita, salah satu mahasiswa baru menuturkan, berbelanja ke pasar tradisional itu menyenangkan. “Harga terjangkau, banyak pilihan sesuai kebutuhan, dan pasar tradisional sebagai bukti cinta Indonesia,” tutur Mita.

Selain itu, Wali Kota Salatiga Yulianto mengatakan keberadaan mahasiswa IAIN Salatiga menjadi salah satu pergerakan ekonomi di Kota Salatiga. Dengan semakin banyak mahasiswa IAIN Salatiga apalagi berbelanja di pasar tradisional, maka perekonomian di Kota Salatiga menjadi meningkat. “Jangan malu ke pasar tradisional, tetapi berbanggalah karena di pasar tradisional semua tersedia,” jelas wali kota.

Bangga Menjadi Duta Bahasa Jawa Tengah 2017

Balai Bahasa Jawa Tengah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan ajang tahunan. Ajang tahunan tersebut yaitu Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah. Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah itu telah menjadi agenda rutin tiap tahun sejak 2006 silam. Adapun tujuannya yakni membangkitkan minat generasi muda untuk menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah tahun ini dikuti 300 peserta dan dengan persaingan ketat mulai dari mengirimkan biodata, tes kemapuan uji kompetensi bahasa Indonesia (UKBI), hingga tes wawancara dengan 3 bahasa. Dari rangkaian seleksi tersbut maka mengahasilkan 15 pasang finalis dan masuk pada gran final tanggal 22-23 Juli 2017 (kemarin), di Magelang.

Fajar Purwaningsih Jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN Salatiga menjadi salah satu finalis putri yang lolos ke grand final Duta Bahasa Jawa Tengah 2017. Gadis yang akbrab disapa Vaffa merupakan mahasiswa semester 5 Program Kelas Khusus Internasional di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga.

Vaffa mengakui bahwa baru pertama kalinya mengikuti Duta Bahasa Jawa Tengah dan dari ajang tersebut Ia mendapat banyak pelajaran mulai dari awal seleksi kompetitif hingga babak final. Hal tersebut disampaikan Vaffa usai memaparkan proposal kegiatan dengan judul “Pasar Bahasa” dihadapan dewan juri.

Dalam pengumuman juara yang disampaikan panitia dihasilkan 3 Juara. Juara I putra putri dari UNS, Udinus, Juara II dari UM Magelang dan Universitas Negeri Semarang, dan Juara III putra putri dari Universitas PGRI Semarang. Sedangkan Juara Favorit putra putri dari Stipram dan Undip.

“Meski tidak menjadi pemenang, tetapi saya tetap bangga, karena tetap menjadi Duta Bahasa Jawa Tengah 2017,”  ujarnya usai pengumuman pemenang.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Moh. Khusen, M.Ag., M.A. saat menerima kunjungan Fajar Purwanigsih (Vaffa) mengatakan, sangat mengapresiasi keikut sertaan Fajar (Vaffa) dalam ajang Duta Bahasa Jawa Tengah 2017. Di era digital ini banyak sekali para remaja mengabaikan bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa ketika berkomunikasi dengan orang tua ataupun dengan orang yang lebih tua.

Harapannya dengan Fajar Purwaningsih mengikuti ajang tersebut dan masuk dalam finalis dapat mengajak para mahasiswa IAIN Salatiga untuk lebih cinta pada bahasa Indonesia khususnya bahasa Jawa. Selain itu, Wakil Rektor juga akan mengadakan suatu kegiatan yang didalamnya terdapat  kapanye bahasa.

“Sehingga kita semua ikut terlibat dalam mencitai bahasa Jawa dan bahasa Indonesia dan kami akan lebih meningkatkan mendampingan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan tersebut,” pungkasnya.

“Mutiara” Santri Ma’had Di Bulan Ramadan

Dalam rangka penutupan tahun akademik 2016/2017 Ma’had putri mengadakan beberapa acara untuk menutupnya. Rangkaian acara dimulai sejak awal ramadhan dengan melaksanakan kajian kitab klasik diantaranya Safinah, Ta’lim, Sekar Kedaton, Nashaihul Ibad yang diampu langsung oleh pengasuh Ma’had putri (Muhammad Mas’ud) dan beberapa dosen IAIN lainnya,yaitu; Ust. Syukron Ma’mun (Pengasuh Ma’had Putra), Ust. Rikza Muqtada dan ust BJ Habibi.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus buka bersama yang dilaksanakan pada hari Senin (12/06). Rangkaian puncak acara dilaksanakan pada hari Rabu 14 Juni 2017 dengan dibacakannya laporan pertanggung jawaban pengurus Ma’had selama satu tahun atau satu priode. Sebagai penutup acara diadakan dengan pentas seni oleh para santri Ma’had dan di akhiri dengan pengukuhan saudari Dian Baity Tan’imy Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syari’ah terpilih sebagai “Mutiara” Santri Ma’had IAIN Salatiga.


Pengasuh Ma’had yang kerap disapa Mas’ud itu mengatakan bahwa untuk pertama kalinya Pemilihan “Mutiara” Santri Ma’had ini diadakan. Ini semua berkat bimbingan dan arahan dari direktur Ma’had Drs. Abdul Syukur, M.Si. Harapannya “Mutiara” santri terpilih ini akan bisa menjadi teladan bagi santri lain dan bisa mewakili karakter ideal santri ketika dipandang oleh masyarakat luas.

“Mutiara Santri Ma’had ini harus melalui seleksi yang ketat dalam bidang akademis, ketika, kemahiran berbahasa asing (Arab dan Inggris) dan tak kalah penting yaitu kemampuan Tahfidzul Qur’an,” ujar Mas’ud.

Selain pengukuhan “Mutiara” santri Ma’had dilakukan juga Pemilihan Pengurus Teladan Ma’had IAIN Salatiga yang di raih oleh saudari Wasi’atul Khasanah Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga.

IAIN Salatiga Peduli Grabag

Banjir bandang yang terjadi di Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang pada Sabtu (29/04) sore adalah tempat lokasi KKN Mahasiswa IAIN Salatiga. Setelah 2 tahun tidak menjadi lokasi KKN, mendengar hal tersebut Lembaga Legislatif dan Legislatif Mahasiswa IAIN Salatiga dengan cepat melakukan tindakan. Galang Dana mulai dilakukan pada 2-4 Mei 2017, kemudian di salurkan ke lokasi bencana pada hari Jum’at (05/04).

Titik fokus penggalangan dana yakni di lingkungan kampus IAIN Salatiga, dari tataran mahasiswa, karyawan, dosen di kampus IAIN Salatiga. Berdasarkan penggalang dana yang dilakukan selama tiga hari mendapatkan sebesar Rp 5. 050.000, beberapa pakaian pantai pakai, selimut, handuk, popok bayi, bumbu dapur, dan susu bayi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Moh. Khusen sangat mengapresiasi penggalangan dana ini. Ia juga menambahkan, bahwa mereka juga keluarga kita. Bagaimanapun juga secara geografis Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang adalah tetangga kita.

“Maka kita perlu membantu, dan melalui penggalangan dana oleh para perwakilan mahasiswa diharapkan dapat bermanfaat bagi para korban bencana di Kecamatan Grabag,” ujarnya.

Lembaga Legislatif dan Eksekutif Mahasiswa IAIN Salatiga Jum’at (5/5) pukul 07.00 wib berangkat menuju lokasi bencana yang diwakili 21 orang mahasiswa. Tim relawan yang dibawah koornidasi presiden mahasiswa IAIN Salatiga A. Wasi’ Uzzulfa menyampaikan bahwa, “Semoga apa yang kita berikan kepada korban bencana dapat bermanfaat, dan kita ikut berduka atas bencana tersebut,” tukasnya.

Penyerahan bantuan peduli bencana diberikan langsung kepada koordinator tim relawan Kecamatan Grabag yang berada di Desa Sambungrejo. Koordinator tim relawan mengatakan, bahwa bantuan dari IAIN Salatiga tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat disini.

 

Ikutan Youtex Seoul Korea Selatan? Ini Hasil Kegagalan Kita

Kelompok belajar Talent Scouting IAIN Salatiga berisi mahasiswa yang memiliki keinginan untuk berkompetensi secara nasional dan internasional. Kita adalah orang-orang yang bersemangat untuk terus berkembang dari waktu ke waktu. Gagal? tidak ada di kamus kita. Yang kita tahu adalah berdoa, berusaha, dan berjuang karena itu adalah bagian dan kewajiban kita. Berkumpul secara reguler dan mengkaji tentang program pertukaran pelajar apapun yang memungkinkan untuk mendaftar sambil terus memperbaiki diri baik dari sisi TOEFL, pengalaman organisasi dan lain-lain. Banyak ternyata PRnya ya…jadi sekarang bukan saatnya santai!!!
 
Untuk sesi ini kebetulan pilihan kita mendaftar ke event www.youtex.org untuk belajar selama kurang lebih seminggu ke Seoul Korea Utara jika berhasil melewati 2 jenis tes yaitu General Aptitute Test dan General Knowledge Test. Tawaran yang sangat menarik menanti yaitu tiket pesawat dan belajar langsung dengan orang-orang terpilih selama 9-13 September 2017 akan menambah banyak pengalaman dan pengetahuan. Alkhamdulillah 3 orang yang mendaftar dari klub kita untuk tahun ini gagal, tapi yang terpenting adalah nilai apa yang bisa kita ambil dari kegagalan itu.
 
General Aptitute Test
Istilah Indonesianya adalah tes bakat dan minat. Tes ini berisi empat hal yaitu verbal, numeric, logical reasoning, dan spatial. Jumlah soalnya adalah 200 dan harus dikerjakan selama 30 menit. Kata pertama yang keluar dari mulut saya adalah ‘Does not make sense to finish the questions‘. Why? apa bisa mengerjakan setiap soal dengan waktu 9 detik?. Wew, soal TOEFL saja setiap soalnya kurang lebih antara 37-60 detik. Apa boleh buat, itu peraturan dari mereka ya. Kerjakan atau mati! 

Di awal meeting kita membuat catatan dan strategi sebagai berikut:

  1. Hari test 23 April 2017 jam 18.30-19.00
  2. Mulai belajar dari buku dan online tanggal 12-22 April 2017
  3. Jumlah soal 200 pertanyaan
  4. Waktu ujian 30 menit online
  5. Satu soal dikerjakan dalam waktu 9 detik
  6. Kerjakan soal yang paling mudah dulu.
  7. Jumlah peserta terpilih: 200 
  8. Topik tes: verbal, logical reasoning, numeric, spatial.
  9. 30 menit sebelum tes mempersiapkan laptop dan koneksi internet
  10. Bagi yang tidak memiliki komputer bisa menggunakan warnet
  11. HP digunakan sebagai backup
  12. Buka email dari youtex untuk mengakses link tes, username, dan password. 
  13. Jika kehilangan koneksi saat tes berlangsung, segera hubungi admin untuk mendapatkan waktu tambahan. Pilihan komunikasi bisa menggunakan Line, WA, atau telpon. Pilihlah yang paling responsif. 
  14. Setiap jawaban benar nilainya 3. Minus system tidak dipakai dalam tes ini. 
Di meeting kedua kita kemudian membuat detail mengenai apa saja yang perlu dipertimbangkan kembali dan akan dikerjakan saat tes. Karena sistem minus tidak berlaku, dan kita pikir tidak mungkin menyelesaikan soal dalam 200 soal dalam waktu 30 menit maka kita memutuskan untuk melakukan strategi dibawah ini:
    1. Gambling strategy yaitu menjawab 200 soal dengan jawaban A semua atau B semua atau pilihan yang lain sesuai keinginan hati atau pilihan orang tua. Asumsi waktu adalah 1 soal 1 detik dan sudah kita latih untuk itu. Jadi kita menghabiskan 200 detik atau sekitar 3 menit 60 detik untuk menyelesaikan tahap ini. Dari strategi ini, kita berharap mendapat nilai 15, 20, 25, bahkan 35% dari cara ini. 
    2. Sisa waktu 26 menit 20 detik dipakai untuk melakukan review jawaban untuk soal-soal yang dianggap gampang. Dalam kurun waktu tersebut, 1 pertanyaan harus diselesaikan dalam waktu 31.6 detik, dan kita hanya mentarget bisa menyelesaikan 50 soal yang mudah. Atau 1 pertanyaan harus diselesaikan dalam waktu 10 detik, dan kita mentarget menyelesaikan 150 soal.
    3. Catat nomor yang terlewat atau tidak dikerjakan jika di tampilan tidak tersedia daftar nomor soal.
    4. Jika soal disusun berkelompok Verbal, logical reasoning, numeric, spatial, maka kerjakan mulai dari bagian yang paling jago. Misal pertanyaan verbal 1-50, pertanyaan logical reasoning 51-100, pertanyaan numeric 101-150, pertanyaan spatial 151-200, maka mulai dari bagian yang kita merasa paling bisa.
    5. Buka link jam 18.15, refresh jam 18.25
    6. Buka Goggle Translate atau online dictionary untuk mengantisipasi pertanyaan verbal
    7. Buka kalkulator untuk mengantisipasi pertanyaan numeric
    8. Buka pikiran untuk mengantisipasi pertanyaan logical dan spatial
    9. Focus, focus, focus! Pray, Practice, and Test
    10. Dari strategi diatas diharapkan mampu mendongkrak nilai: 
    11. = (50+(25%*150))*3

    1. = (50+38)*3
  1.  
      = 264
    1. Skor maksimal yang diharapkan (1 pertanyaan/10 detik):
    1. = (150+(35%*50))*3
    1. = (150+17.5)*3
  1.  
      = 502 
Strategi di atas tidak berhasil dikarenakan kita sebagai peserta tes tidak mampu mengatur buffer antar soal. Saat kita sudah menjawab sebuah pertanyaan, kita harus menunggu soal berikutnya muncul. Ini adalah masalah besar karena strategi no 1 yaitu Gambling Strategi tidak bisa diterapkan sesuai target waktu 3 menit 20 detik. Pada kenyataannya strategi ini memakan waktu sekitar 20 menit sehingga sisa waktunya untuk menjalankan no 2 yaitu Review Soal Mudah tidak bisa dijalankan secara maksimal. 
 
Kita mengambil kesimpulan untuk kesempatan berikutnya adalah menggunakan Strategi no 2 yaitu mengerjakan soal yang mudah kemudian untuk soal yang sulit harus dikerjakan dengan Strategi no 1 yaitu Gambling dengan memberi jawaban A atau B semua sesuai pilihan hati. Tidak boleh skip jawaban karena waktunya yang tidak memungkinkan untuk balik, dan juga tidak ada sistem minus untuk jawaban yang salah.
 
Dalam laman tes ini juga tersedia pilihan untuk mengulang tes sebanyak 3 kali tapi ternyata yang berlaku hanya percobaan tes yang pertama. Jadi Get Serious! Jangan berharap mengulang untuk kedua dan ketiga kalinya.
 
General Knowledge Test
 
Tes ini bertujuan menguji kapasitas kemampuan kita tentang pengetahuan umum. Jika dilihat dari soal-soal latihan di youtex, topik tes ini seputar flora fauna, energi, dan tata surya. Artinya ada area khusus yang harus kita pelajari. Walaupun kita juga harus belajar topik yang lain karena dari youtex sendiri tidak memberi batasan mengenai topik apa yang akan diuji.

Dari tim kita sendiri memutuskan untuk belajar mengenai topik terkait even Seoul yaitu Innovation, Creative Industries, Sustainable Development, dan ditambah topik yang lain dengan banyak membaca.
 
Pada kenyataannya dari 100 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 30 menit tersebut, topik yang diujikan adalah seputar the history of South Korea, Marketing, and Innovation. Yap, satu orang perwakilan kita hanya berhasil mengerjakan 25% soal karena mungkin sudah belajar maksimal di topik Innovation. Topik yang lain gimana? Mulai sekarang banyak-banyaklah membaca. Karena pengetahuan umum tidak bisa dihafal dalam waktu 3 hari menjelang ujian. 
Belajar dari General Aptitute Test, strategi yang kita pakai dalam menghadapi tes ini adalah menggunakan Strategi no 2 yaitu mengerjakan soal yang mudah kemudian untuk soal yang sulit harus dikerjakan dengan Strategi no 1 yaitu Gambling System dengan memberi jawaban A atau B semua sesuai pilihan hati. Kembali, kita tidak boleh melakukan skip jawaban, nothing to lose saja, karena tidak ada sistem minus untuk jawaban yang salah, lagipula tidak ada acara balik karena 1 soal harus selesai dalam 9 detik. So just move one>>>

Kedepan, kita akan mencoba lagi untuk mendaftar dan berjuang di tes berikutnya untuk even Kyoto, Beijing, dan Hongkong di tahun 2017. Dan tentunya masih banyak kesempatan lagi di event tahun 2018 dan tahun mendatang bagi kita semua dari berbagai macam sumber, keep dreaming, keep believing, dan USAHA!