Category Archives: Berita Mahasiswa

Fadlan Bawa Pulang Trophy

MAKASSAR-Firdan Fadlan Sidik mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga melalui cerita inspiratif “Izinkan pemungut Sampah mengenyam kuliah” berhasil membawa pulang trophy Harapan I dalam ajang Festival Bidikmisi Nasional 2018 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bidikmisi (Himabim) UIN Alauddin Makassar, Minggu-Kamis (23-27/09/2018).

Menurut pemilihan judul dalam cerita inspiratif tersebut berasal dari cerita dimasa Sekolah Dasar (SD). Pada saat itu, Fadlan sengaja membagi sebagian waktunya  untuk memungut sampah.

Dari hasil memungut sampah yang sudah dikumpulkan setiap hari, Ia kumpulkan untuk memenuhi kebutuhannya setiap hari. Namun, ada beberapa jenis sampah yang diolah kembali sehingga dapat bernilai jual.

“Dalam cerita inspiratif tersebut terdapat dua point utama Saya sampaikan kepada dwan juri, yakni dari sampah jadi rupiah dan menuai berkah dari sampah,” ujar Fadlan saat diwawancara usai menerima trophy.

Sedangkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi sesama penerima beasiswa bidikmisi seluruh Indonesia. Untuk pelaksanaan lomba telah sukses digelar dan dilaksanakan dari 25-26 September di UIN Samata, Gowa. Adapun jenis lomba yang akan di pertandingkan yakni, lomba debat, esai, kisah inspiratif dan pidato.

“Kami sangat bersyukur dengan teman-teman seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Alasan penyelangaraan sendiri karena kami ingin membangun silaturahmi, dengan teman-teman Bidikmisi seluruh Indonesia,” kata Suwandi sebagai Ketua Umum Himabim UIN Alauddin Makassar.* (zid/humas) IAIN Salatiga-#AKSI

 

Mapala Mitapasa IAIN Salatiga Ikuti Konservasi Laut Karimun Jawa

Mahasiswa IAIN Salatiga yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam, Mapala Mitapasa ikuti kegiatan konservasi laut di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara selama lima hari, (7-11/9). Konservasi laut berupa penanaman (transplantasi) terumbu karang ke laut ini digagas oleh Pusat Koordinasi Mapala Jawa Tengah yang bertajuk “Save Karimun Jawa Coral Reefs”.

Konservasi yang diikuti oleh 20 mahasiswa dari berbagai Mapala Se-Jawa Tengah ini dilatar belakangi oleh banyaknya kerusakan terumbu karang di sekitar kepulauan Karimun Jawa serta banyaknya warga sekitar yang tidak tahu akan pentingnya keberadaan terumbu karang. Kerusakan ini disebabkan oleh kapal-kapal tongkang milik investor yang biasa berlabuh di daerah tersebut.

Ketua panitia, Haidar Mahameru Hikamatiar dari Mapala Argajaladri Unissula menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk menyelamatkan terumbu karang sebagai salah satu komponen pendukung biota laut lainnya dan mengedukasi masyarakat sekitar akan pentingnya terumbu karang bagi kesejahteraan manusia.

Upaya penyelamatan terumbu karang tersebut juga dilakukan dengan mengusut dan menolak keras kapal-kapal tongkang tersebut agar tidak kembali berlabuh disekitar perairan kepulauan Karimun Jawa.


“Jika warga sekitar sadar akan pentingnya karang maka kapal tongkang yang masuk perairan konservasi bisa dihadang bersama – sama,” jelas Haidar.

Perwakilan dari Mapala Mitapasa IAIN Salatiga yaitu Bachtiar Rahman menjelaskan bahwa selain kegiatan transpalantasi terumbu karang ada pula kegiatan sosialisasi kepada warga sekitar Desa Kemujen.

“Selain kegiatan transplantasi terumbu karang, ada pula sosialisasi kepada warga  Kemujen terkait pelarangan kapal tongkang yang berlabuh di desa dan sosialisasi ini bekerja sama dengan Balai Taman Nasional,” tutur Bachtiar.

Konservasi laut ini berhasil menanam 65 terumbu karang yang ditanam dengan model jaring besi dan beton semen sebagai media transplantasinya dengan kedalaman 3-6 meter. Adapun teknik yang digunakan yaitu teknik transplantasi fragmentasi yakni dengan cara mematahkan skeleton karang hidup dan meletakkannya pada media baru. Jenis terumbu karang yaitu Acropora Cervicurnis yaitu terumbu karang yang berbentuk seperti pipa kecil atau tanduk kijang dan berwarna cokelat muda. Jenis terumbu karang ini dapat hidup pada kedalaman 3 – 15 meter dengan kondisi air yang jernih dan tidak berpolusi. (NC/Mitapasa)

Maba IAIN Salatiga Serbu Pasar Tradisional

SALATIGA – Sebanyak 3.059 mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga tahun akademik 2018/2019 ramai-ramai berbelanja di 17 pasar tradisional di Salatiga, Minggu (5/8/2018). Kegiatan ini digelar dalam rangkaian program Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaa (PBAK) 2018.

Kegiatan tersebut menurut Moh. Khusen, M.Ag., M.A., Wakil Rektor III Bidan Kemahasiswaan dan Kerjasama sudah menjadi agenda tahunan dalam PBAK atau orientasi mahasiswa baru. Melalui berbelanja di pasar tradisional dapat menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mengenal Kota Salatiga.

“Tujuannya kegiatan tersebut adalah supaya mahasiswa dapat selalu bersemangat terhadap mengembangkan pasar tradisional di Kota Salatiga maupun di kota lain. Mari kita lanjutkan niat baik kita ini terhadap para pedagang tradisional serta para masyarakat disekitar kita,” kata Wakil Rektor III dalam sambutan pelepasan mahasiswa baru di halaman gedung K.H. Hasyim Asy’ari, Kampus 3.

Sementara Kepala Dinas Perdaganggan Kota Salatiga, diwakili Kasi Pasar Dian Korina, S.E., M.M., mengatakan bahwa kegiatan yang bermanfaat ini tentunya kami dukung serta mengapresiasi iniasi dari panitia IAIN Salatiga. Selain bermanfaat bagi mahasiswa agar dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui aktifitas di pasar tradisional, masyarakat juga mendapat manfaat dari kegiatan tersebut.

“Melalui kegiatan ini mahasiswa diharapkan bisa tanggap dan cermat dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat seiring dengan perkembangan teknologi serta perkembangan industri global,” ujar dia. (zid/hms) IAIN Salatiga-#AKSI

154 Santri Ma’jad Al Jamiah Diwisuda

SALATIGA – Rasa bangga dan bersyukur Ma’had Al Jamiah IAIN Salatiga tetap bisa meluluskan para satriwan-santriwati. Pada tahun ini tercatat sebanyak 154 santri Ma’jad Al Jamiah diwisuda.

Tentunya dengan doa Bapak Ibu, Ma’had Al Jamiah dapat terus berkembang sehingga dapat bersaing dengan kampus besar lainnya. Selain itu, para santri dapat berkompetisi dengan mahasiswa lainnya di tingkat nasional maupun internasional.

“Terbukti pada tahun ini santri Ma’had Al Jamiah IAIN Salatiga dapat menjadi peserta seminar internasional di Malaysia, selain itu para santri juga ikut berkompetisi dengan mahasiswa lainnya di ajang tingkat nasional”.

Hal tersebut disampaikan Moh. Khusen, M.Ag. M.A. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama dalam sambutan Akhirusannah Ma’had Al Majiah, di halaman ma’had, Jum’at (11/05).

Sementara itu, pengasuh Ma’had Al Jamiah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga yang diwakili oleh Mohammad Mas’ud, M.PdI, bahwa keberhasilan para santri selama di ma’had merupakan kebahagian kita semua. Seperti pada tahun ini terdapat prestasi yang luar biasa, terdapat santri tahfidz, melanjutkan pendidikannya di luar negeri, serta mampu berkompetisi di ajang nasional maupun internasional.

Mas’ud juga menambahkan, Atas nama pengelola Ma’had Al Jamiah mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak Ibu wali santri telah mempercayakan kepada kami. Setelah selesai berada di ma’had, tentunya para santri dapat melanjutkan dibeberapa pondok pesantren yang telah bekerjasama dengan IAIN Salatiga.

“Perlu kami sampaikan, bahwa selama santri berada di ma’had telah mengalami perubahan yang signifikan, hal tersebut dibuktikan banyaknya prestasi yang diraih para santri selama berda di Ma’had Al Jamiah,” ujar Mas’ud.

Wali Santri yang diwakili Abdul Mujab mengatakan, setelah anak-ank kami berada di Ma’had Al Jamiah IAIN Salatiga telah megalami berubahan. Semoga ilmu yang telah didapat selama berada di ma’had dapat bermanfaat ketika di masyarakat.

“Kami sangat berterimakasih kepada segenap pengurus dan pimpinan IAIN Salatiga, karena anak kami telah mendapat ilmu yang banyak dan kelak dapat bermanfaat bagi masyarakat serta bangsa Indonesia,” kata Abdul. (zid/hms)

 

 

 

Mahasiswa Thailand Ikuti Rangkaian Perkemahan Wirakarya PTKN di Riau

SALATIGA – Dua mahasiswa asal Thailand yang bekuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan dalam Perkemahan Wirakarya (PW) Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) XIV 2018 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, mulai 3-10 Mei 2018.

Mahasiswa Thailand yang terdaftar sebagai peserta PW PTK XIV 2018 dari IAIN Salatiga yakni Surainee Tohyeng, jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) dan Muhammad Ikbal Wadeng, jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Menurut Muhammad Ikbal Wadeng, Ia merasa sangat beryukur dapat berpartisipasi dalam rangkaian PW PTK XIV 2018 yang diselenggarakan di UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Selasa (8/05).

“Kesan Saya dari kegiatan ini adalah pengalaman pertama yang luar biasa dan tentunya menambah persaudaraan. Kedepan teman-teman mahasiswa Thailand perlu ikut latihan bersama Racana IAIN Salatiga, sehingga dapat menjaga kekompakan lebih baik lagi,” ujar Ikbal.

Selama kegiatan PW PTK XIV 2018 mereka mengikuti kegiatan antara lain tentang wawasan kebangsaan, pariwisata, serta tinggal di home stay yang berada di wilayah alam panjang, skitar pinggiran sungai kampar. Salah satu kegiatan disana yakni membangun destinasi wisata alam yang dilaksanakan secara bergelombang oleh masing-masing peserta PW PTK.

Perkemahan Wirakarya sendiri diperuntukan untuk kalangan Pramuka Pandega pada  Gugus Depan PTK (UIN, IAIN dan STAIN) akan mengangkat tema lingkungan, budaya dan wisata (Eco Culture Tourism).  Sebanyak 1.500 peserta dari  57 PTK se-Indonesia akan dikelompokan dalam dua kegiatan besar. Separuh peserta akan melakukan aktivitas di Bumi Perkemahan dan separuhnya lagi akan melakukan kegiatan bhakti masyarakat.

Moh. Khusen, M.Ag., M.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, mewakili Rektor IAIN Salatiga saat melepas kontingen mengungkapkan rasa syukur bahwa Racana Kusuma Dilaga-Woro Srikandi IAIN Salatiga tahun ini kembali mengirimkan delegasi di ajang PW PTK XIV di Riau. Kegiatan berskala nasional tersebut disamping bertujuan untuk ikut berdharma bakti di lokasi perkemahan juga diharapkan bisa dimanfaatkan oleh semua peserta untuk menimba ilmu tentang Eco Cultural Tourism untuk dikembangkan lagi sepulang dari Riau.

Beliau juga berpesan, “sebagai Pramuka sejati sudah selayaknya seluruh anggota kontingen IAIN Salatiga menjaga nama baik almamater dan selalu berusaha menjadi pionir dalam setiap kegiatan pengabdian dan raihan prestasi”, tambahnya. (zid/hms)