Category Archives: Berita Mahasiswa

“Mutiara” Santri Ma’had Di Bulan Ramadan

Dalam rangka penutupan tahun akademik 2016/2017 Ma’had putri mengadakan beberapa acara untuk menutupnya. Rangkaian acara dimulai sejak awal ramadhan dengan melaksanakan kajian kitab klasik diantaranya Safinah, Ta’lim, Sekar Kedaton, Nashaihul Ibad yang diampu langsung oleh pengasuh Ma’had putri (Muhammad Mas’ud) dan beberapa dosen IAIN lainnya,yaitu; Ust. Syukron Ma’mun (Pengasuh Ma’had Putra), Ust. Rikza Muqtada dan ust BJ Habibi.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus buka bersama yang dilaksanakan pada hari Senin (12/06). Rangkaian puncak acara dilaksanakan pada hari Rabu 14 Juni 2017 dengan dibacakannya laporan pertanggung jawaban pengurus Ma’had selama satu tahun atau satu priode. Sebagai penutup acara diadakan dengan pentas seni oleh para santri Ma’had dan di akhiri dengan pengukuhan saudari Dian Baity Tan’imy Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syari’ah terpilih sebagai “Mutiara” Santri Ma’had IAIN Salatiga.


Pengasuh Ma’had yang kerap disapa Mas’ud itu mengatakan bahwa untuk pertama kalinya Pemilihan “Mutiara” Santri Ma’had ini diadakan. Ini semua berkat bimbingan dan arahan dari direktur Ma’had Drs. Abdul Syukur, M.Si. Harapannya “Mutiara” santri terpilih ini akan bisa menjadi teladan bagi santri lain dan bisa mewakili karakter ideal santri ketika dipandang oleh masyarakat luas.

“Mutiara Santri Ma’had ini harus melalui seleksi yang ketat dalam bidang akademis, ketika, kemahiran berbahasa asing (Arab dan Inggris) dan tak kalah penting yaitu kemampuan Tahfidzul Qur’an,” ujar Mas’ud.

Selain pengukuhan “Mutiara” santri Ma’had dilakukan juga Pemilihan Pengurus Teladan Ma’had IAIN Salatiga yang di raih oleh saudari Wasi’atul Khasanah Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga.

IAIN Salatiga Peduli Grabag

Banjir bandang yang terjadi di Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang pada Sabtu (29/04) sore adalah tempat lokasi KKN Mahasiswa IAIN Salatiga. Setelah 2 tahun tidak menjadi lokasi KKN, mendengar hal tersebut Lembaga Legislatif dan Legislatif Mahasiswa IAIN Salatiga dengan cepat melakukan tindakan. Galang Dana mulai dilakukan pada 2-4 Mei 2017, kemudian di salurkan ke lokasi bencana pada hari Jum’at (05/04).

Titik fokus penggalangan dana yakni di lingkungan kampus IAIN Salatiga, dari tataran mahasiswa, karyawan, dosen di kampus IAIN Salatiga. Berdasarkan penggalang dana yang dilakukan selama tiga hari mendapatkan sebesar Rp 5. 050.000, beberapa pakaian pantai pakai, selimut, handuk, popok bayi, bumbu dapur, dan susu bayi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Moh. Khusen sangat mengapresiasi penggalangan dana ini. Ia juga menambahkan, bahwa mereka juga keluarga kita. Bagaimanapun juga secara geografis Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang adalah tetangga kita.

“Maka kita perlu membantu, dan melalui penggalangan dana oleh para perwakilan mahasiswa diharapkan dapat bermanfaat bagi para korban bencana di Kecamatan Grabag,” ujarnya.

Lembaga Legislatif dan Eksekutif Mahasiswa IAIN Salatiga Jum’at (5/5) pukul 07.00 wib berangkat menuju lokasi bencana yang diwakili 21 orang mahasiswa. Tim relawan yang dibawah koornidasi presiden mahasiswa IAIN Salatiga A. Wasi’ Uzzulfa menyampaikan bahwa, “Semoga apa yang kita berikan kepada korban bencana dapat bermanfaat, dan kita ikut berduka atas bencana tersebut,” tukasnya.

Penyerahan bantuan peduli bencana diberikan langsung kepada koordinator tim relawan Kecamatan Grabag yang berada di Desa Sambungrejo. Koordinator tim relawan mengatakan, bahwa bantuan dari IAIN Salatiga tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat disini.

 

Ikutan Youtex Seoul Korea Selatan? Ini Hasil Kegagalan Kita

Kelompok belajar Talent Scouting IAIN Salatiga berisi mahasiswa yang memiliki keinginan untuk berkompetensi secara nasional dan internasional. Kita adalah orang-orang yang bersemangat untuk terus berkembang dari waktu ke waktu. Gagal? tidak ada di kamus kita. Yang kita tahu adalah berdoa, berusaha, dan berjuang karena itu adalah bagian dan kewajiban kita. Berkumpul secara reguler dan mengkaji tentang program pertukaran pelajar apapun yang memungkinkan untuk mendaftar sambil terus memperbaiki diri baik dari sisi TOEFL, pengalaman organisasi dan lain-lain. Banyak ternyata PRnya ya…jadi sekarang bukan saatnya santai!!!
 
Untuk sesi ini kebetulan pilihan kita mendaftar ke event www.youtex.org untuk belajar selama kurang lebih seminggu ke Seoul Korea Utara jika berhasil melewati 2 jenis tes yaitu General Aptitute Test dan General Knowledge Test. Tawaran yang sangat menarik menanti yaitu tiket pesawat dan belajar langsung dengan orang-orang terpilih selama 9-13 September 2017 akan menambah banyak pengalaman dan pengetahuan. Alkhamdulillah 3 orang yang mendaftar dari klub kita untuk tahun ini gagal, tapi yang terpenting adalah nilai apa yang bisa kita ambil dari kegagalan itu.
 
General Aptitute Test
Istilah Indonesianya adalah tes bakat dan minat. Tes ini berisi empat hal yaitu verbal, numeric, logical reasoning, dan spatial. Jumlah soalnya adalah 200 dan harus dikerjakan selama 30 menit. Kata pertama yang keluar dari mulut saya adalah ‘Does not make sense to finish the questions‘. Why? apa bisa mengerjakan setiap soal dengan waktu 9 detik?. Wew, soal TOEFL saja setiap soalnya kurang lebih antara 37-60 detik. Apa boleh buat, itu peraturan dari mereka ya. Kerjakan atau mati! 

Di awal meeting kita membuat catatan dan strategi sebagai berikut:

  1. Hari test 23 April 2017 jam 18.30-19.00
  2. Mulai belajar dari buku dan online tanggal 12-22 April 2017
  3. Jumlah soal 200 pertanyaan
  4. Waktu ujian 30 menit online
  5. Satu soal dikerjakan dalam waktu 9 detik
  6. Kerjakan soal yang paling mudah dulu.
  7. Jumlah peserta terpilih: 200 
  8. Topik tes: verbal, logical reasoning, numeric, spatial.
  9. 30 menit sebelum tes mempersiapkan laptop dan koneksi internet
  10. Bagi yang tidak memiliki komputer bisa menggunakan warnet
  11. HP digunakan sebagai backup
  12. Buka email dari youtex untuk mengakses link tes, username, dan password. 
  13. Jika kehilangan koneksi saat tes berlangsung, segera hubungi admin untuk mendapatkan waktu tambahan. Pilihan komunikasi bisa menggunakan Line, WA, atau telpon. Pilihlah yang paling responsif. 
  14. Setiap jawaban benar nilainya 3. Minus system tidak dipakai dalam tes ini. 
Di meeting kedua kita kemudian membuat detail mengenai apa saja yang perlu dipertimbangkan kembali dan akan dikerjakan saat tes. Karena sistem minus tidak berlaku, dan kita pikir tidak mungkin menyelesaikan soal dalam 200 soal dalam waktu 30 menit maka kita memutuskan untuk melakukan strategi dibawah ini:
    1. Gambling strategy yaitu menjawab 200 soal dengan jawaban A semua atau B semua atau pilihan yang lain sesuai keinginan hati atau pilihan orang tua. Asumsi waktu adalah 1 soal 1 detik dan sudah kita latih untuk itu. Jadi kita menghabiskan 200 detik atau sekitar 3 menit 60 detik untuk menyelesaikan tahap ini. Dari strategi ini, kita berharap mendapat nilai 15, 20, 25, bahkan 35% dari cara ini. 
    2. Sisa waktu 26 menit 20 detik dipakai untuk melakukan review jawaban untuk soal-soal yang dianggap gampang. Dalam kurun waktu tersebut, 1 pertanyaan harus diselesaikan dalam waktu 31.6 detik, dan kita hanya mentarget bisa menyelesaikan 50 soal yang mudah. Atau 1 pertanyaan harus diselesaikan dalam waktu 10 detik, dan kita mentarget menyelesaikan 150 soal.
    3. Catat nomor yang terlewat atau tidak dikerjakan jika di tampilan tidak tersedia daftar nomor soal.
    4. Jika soal disusun berkelompok Verbal, logical reasoning, numeric, spatial, maka kerjakan mulai dari bagian yang paling jago. Misal pertanyaan verbal 1-50, pertanyaan logical reasoning 51-100, pertanyaan numeric 101-150, pertanyaan spatial 151-200, maka mulai dari bagian yang kita merasa paling bisa.
    5. Buka link jam 18.15, refresh jam 18.25
    6. Buka Goggle Translate atau online dictionary untuk mengantisipasi pertanyaan verbal
    7. Buka kalkulator untuk mengantisipasi pertanyaan numeric
    8. Buka pikiran untuk mengantisipasi pertanyaan logical dan spatial
    9. Focus, focus, focus! Pray, Practice, and Test
    10. Dari strategi diatas diharapkan mampu mendongkrak nilai: 
    11. = (50+(25%*150))*3

    1. = (50+38)*3
  1.  
      = 264
    1. Skor maksimal yang diharapkan (1 pertanyaan/10 detik):
    1. = (150+(35%*50))*3
    1. = (150+17.5)*3
  1.  
      = 502 
Strategi di atas tidak berhasil dikarenakan kita sebagai peserta tes tidak mampu mengatur buffer antar soal. Saat kita sudah menjawab sebuah pertanyaan, kita harus menunggu soal berikutnya muncul. Ini adalah masalah besar karena strategi no 1 yaitu Gambling Strategi tidak bisa diterapkan sesuai target waktu 3 menit 20 detik. Pada kenyataannya strategi ini memakan waktu sekitar 20 menit sehingga sisa waktunya untuk menjalankan no 2 yaitu Review Soal Mudah tidak bisa dijalankan secara maksimal. 
 
Kita mengambil kesimpulan untuk kesempatan berikutnya adalah menggunakan Strategi no 2 yaitu mengerjakan soal yang mudah kemudian untuk soal yang sulit harus dikerjakan dengan Strategi no 1 yaitu Gambling dengan memberi jawaban A atau B semua sesuai pilihan hati. Tidak boleh skip jawaban karena waktunya yang tidak memungkinkan untuk balik, dan juga tidak ada sistem minus untuk jawaban yang salah.
 
Dalam laman tes ini juga tersedia pilihan untuk mengulang tes sebanyak 3 kali tapi ternyata yang berlaku hanya percobaan tes yang pertama. Jadi Get Serious! Jangan berharap mengulang untuk kedua dan ketiga kalinya.
 
General Knowledge Test
 
Tes ini bertujuan menguji kapasitas kemampuan kita tentang pengetahuan umum. Jika dilihat dari soal-soal latihan di youtex, topik tes ini seputar flora fauna, energi, dan tata surya. Artinya ada area khusus yang harus kita pelajari. Walaupun kita juga harus belajar topik yang lain karena dari youtex sendiri tidak memberi batasan mengenai topik apa yang akan diuji.

Dari tim kita sendiri memutuskan untuk belajar mengenai topik terkait even Seoul yaitu Innovation, Creative Industries, Sustainable Development, dan ditambah topik yang lain dengan banyak membaca.
 
Pada kenyataannya dari 100 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 30 menit tersebut, topik yang diujikan adalah seputar the history of South Korea, Marketing, and Innovation. Yap, satu orang perwakilan kita hanya berhasil mengerjakan 25% soal karena mungkin sudah belajar maksimal di topik Innovation. Topik yang lain gimana? Mulai sekarang banyak-banyaklah membaca. Karena pengetahuan umum tidak bisa dihafal dalam waktu 3 hari menjelang ujian. 
Belajar dari General Aptitute Test, strategi yang kita pakai dalam menghadapi tes ini adalah menggunakan Strategi no 2 yaitu mengerjakan soal yang mudah kemudian untuk soal yang sulit harus dikerjakan dengan Strategi no 1 yaitu Gambling System dengan memberi jawaban A atau B semua sesuai pilihan hati. Kembali, kita tidak boleh melakukan skip jawaban, nothing to lose saja, karena tidak ada sistem minus untuk jawaban yang salah, lagipula tidak ada acara balik karena 1 soal harus selesai dalam 9 detik. So just move one>>>

Kedepan, kita akan mencoba lagi untuk mendaftar dan berjuang di tes berikutnya untuk even Kyoto, Beijing, dan Hongkong di tahun 2017. Dan tentunya masih banyak kesempatan lagi di event tahun 2018 dan tahun mendatang bagi kita semua dari berbagai macam sumber, keep dreaming, keep believing, dan USAHA!
 

Pemuda Koperasi Berjiwa Coorpreneurship dan Artpreneurship

Koperasi Mahasiswa Fatawa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga adakan Seminar Nasional bersama dengan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia. Seminar tersebut berlangsung di Aula Kampus 1 IAIN Salatiga, pekan kemarin (Kamis, 27/04).

Seminar Nasional dengan tema “Mewujudkan Pemuda Koperasi Berjiwa Coorpreneurship dan Artpreneurship” juga bekerja sama dengan Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia. Antusias peserta dalam seminar tersebut membludag hingga 500, terdiri dari perwakilan Kopma IAIN Suarakata, Kopma Untidar Magelang, Kopma Universitas Ronggolawe Tuban, dan perwakilan dari SMA/SMK se-Kota Salatiga.

Rektor IAIN Salatiga yang diwakili Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Kastolani, M.Ag. dalam membuka acara tersebut mengatakan, IAIN Salatiga selalu berbenah diri baik aspek kelembagaan maupun proses pembelajaran. Sehingga para mahasiswa yang dititipkan orang tua dapat siap terjun ditengah-tengah masyarakat. Maka mahasiswa IAIN Salatiga harus optimis dalam menuntut ilmu dimanapun berada.


“Bahwa masa depan kita bukan ditentukan dimana kita belajar, tetapi kita harus tanggap dan aktif terhadap apa yang ada dihadapan kita,” ujar Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan.

Lebih lanjut Debuti Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM R.I. Prakoso Budi Susetyo, S.E., M.M. mengatakan, bahwa berkoperasi yang harus pertama dilakukan adalah pembinaan terhadap anggota. Untuk  sebab itu, dari dulu saya terus melatih dan mengajak semua mulai dari SMA sampai para mahasiswa untuk terus berinnovasi dengan kunci tidak gengsi. Sudah banyak para wirausaha yang membutikan, bahwa sebagai entrepreneurship harus yakin dan tidak gengsi pada usahanya.

“Oleh sebab itu, mulailah usaha dari sekarang, tidak cukup hanya dengan niat dan modal,” ujar Debuti Bidang SDM yang juga wirausaha otomotif. 

Debuti juga menjelaskan, dalam usaha kita tidak boleh berpindah-pindah. Selain itu, yang tidak kalah penting dalam usaha kita juga harus mengetahui kegagal. Lebih penting lagi setiap usaha harus ditangani sendiri terlebih dulu, agar dapat mengetahui pola usaha kita. Supaya dengan demikian kita dapat mengatur dan mengelola keuangan dengan benar dalam usaha yang dikelola.

“Dalam berkoperasi mempunyai empat hal, pertama mengelola usaha, kedua pengelolaan keuangan, ketiga bagaimana memasarkan hasil produksi anggota, dan kempat dapat mengekspansi modal para anggota,” pungkasnya.

Art and Language Exibition (ALE) IX 2017

Program Kelas Khusus Internasional (KKI) dibawah naungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Salatiga, kembali memikat penonto. Ratusan penonton dibuat terpikat dengan pementasan kesenian jawa wayang orang dengan cerita “Kidung Katresnan Dewi Arimbi” oleh mahasiswa program KKI dan menggunakan bahasa asing (bahasa Inggris dan bahasa Arab), kemarin (Rabu,26/04). Pentas tahunan ini dengan nama Art and Language Exibition (ALE) IX 2017 berlangsung di Aula Kampus 1 IAIN Salatiga.

Sari Pamularsih, M.Pd. selaku direktur program KKI mengatakan, bahwa kegiatan ini tentunya menjadi ajang para mahasiswa untuk bisa mengembangkan kemahiran bahasa, khususnya bahasa asing. Pasalnya, melalui kebudayaan Indonesia yang dibalut dengan kemahiran menggunakan bahasa asing dapat menjadi pintu dalam mengenalkan budaya di luar negeri.


Tentunya dengan persiapan matang ini nantinya para mahasiswa ketika berada melakukan PPL di luar negeri dapat percaya diri untuk mengenalkan budaya dengan menggunakan bahasa asing. Karena mahasiswa KKI tidak hanya menonjolkan intelektual saja, namun mahasiswa KKI dapat menampilkan budaya bangsa.

“Menurut saya, mahasiswa KKI melalui kegiatan ini dapat mempunyai dua kemampuan, yakni kemampuan intelektual dan mengenalkan budaya kepada dunia,” ujar Sari dalam sambutan dihadapan penonton.

Acara ALE program KKI tahun ini dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Suwardi, M.Pd.. Dalam kesempatan ini Dekan FTIK mengapresiasi atas terselenggaranya ALE ke-IX 2017. Selain itu, pentas ALE yang rutin setiap tahun diselenggarakan diharapkan dapat melatih mahasiswa untuk bisa mengembangkan bahasa, khususnya bahasa asing.

“Saya sangat senang melihat pentas ALE oleh program KKI, dan ternyata yang menonton pentas ini sangat banyak,” pungkas Dekan FTIK saat memberikan sambutan didepan 700 penonton.