Category Archives: Berita Mahasiswa

Maba IAIN Salatiga Serbu Pasar Tradisional

SALATIGA – Sebanyak 3.059 mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga tahun akademik 2018/2019 ramai-ramai berbelanja di 17 pasar tradisional di Salatiga, Minggu (5/8/2018). Kegiatan ini digelar dalam rangkaian program Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaa (PBAK) 2018.

Kegiatan tersebut menurut Moh. Khusen, M.Ag., M.A., Wakil Rektor III Bidan Kemahasiswaan dan Kerjasama sudah menjadi agenda tahunan dalam PBAK atau orientasi mahasiswa baru. Melalui berbelanja di pasar tradisional dapat menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mengenal Kota Salatiga.

“Tujuannya kegiatan tersebut adalah supaya mahasiswa dapat selalu bersemangat terhadap mengembangkan pasar tradisional di Kota Salatiga maupun di kota lain. Mari kita lanjutkan niat baik kita ini terhadap para pedagang tradisional serta para masyarakat disekitar kita,” kata Wakil Rektor III dalam sambutan pelepasan mahasiswa baru di halaman gedung K.H. Hasyim Asy’ari, Kampus 3.

Sementara Kepala Dinas Perdaganggan Kota Salatiga, diwakili Kasi Pasar Dian Korina, S.E., M.M., mengatakan bahwa kegiatan yang bermanfaat ini tentunya kami dukung serta mengapresiasi iniasi dari panitia IAIN Salatiga. Selain bermanfaat bagi mahasiswa agar dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui aktifitas di pasar tradisional, masyarakat juga mendapat manfaat dari kegiatan tersebut.

“Melalui kegiatan ini mahasiswa diharapkan bisa tanggap dan cermat dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat seiring dengan perkembangan teknologi serta perkembangan industri global,” ujar dia. (zid/hms) IAIN Salatiga-#AKSI

154 Santri Ma’jad Al Jamiah Diwisuda

SALATIGA – Rasa bangga dan bersyukur Ma’had Al Jamiah IAIN Salatiga tetap bisa meluluskan para satriwan-santriwati. Pada tahun ini tercatat sebanyak 154 santri Ma’jad Al Jamiah diwisuda.

Tentunya dengan doa Bapak Ibu, Ma’had Al Jamiah dapat terus berkembang sehingga dapat bersaing dengan kampus besar lainnya. Selain itu, para santri dapat berkompetisi dengan mahasiswa lainnya di tingkat nasional maupun internasional.

“Terbukti pada tahun ini santri Ma’had Al Jamiah IAIN Salatiga dapat menjadi peserta seminar internasional di Malaysia, selain itu para santri juga ikut berkompetisi dengan mahasiswa lainnya di ajang tingkat nasional”.

Hal tersebut disampaikan Moh. Khusen, M.Ag. M.A. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama dalam sambutan Akhirusannah Ma’had Al Majiah, di halaman ma’had, Jum’at (11/05).

Sementara itu, pengasuh Ma’had Al Jamiah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga yang diwakili oleh Mohammad Mas’ud, M.PdI, bahwa keberhasilan para santri selama di ma’had merupakan kebahagian kita semua. Seperti pada tahun ini terdapat prestasi yang luar biasa, terdapat santri tahfidz, melanjutkan pendidikannya di luar negeri, serta mampu berkompetisi di ajang nasional maupun internasional.

Mas’ud juga menambahkan, Atas nama pengelola Ma’had Al Jamiah mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak Ibu wali santri telah mempercayakan kepada kami. Setelah selesai berada di ma’had, tentunya para santri dapat melanjutkan dibeberapa pondok pesantren yang telah bekerjasama dengan IAIN Salatiga.

“Perlu kami sampaikan, bahwa selama santri berada di ma’had telah mengalami perubahan yang signifikan, hal tersebut dibuktikan banyaknya prestasi yang diraih para santri selama berda di Ma’had Al Jamiah,” ujar Mas’ud.

Wali Santri yang diwakili Abdul Mujab mengatakan, setelah anak-ank kami berada di Ma’had Al Jamiah IAIN Salatiga telah megalami berubahan. Semoga ilmu yang telah didapat selama berada di ma’had dapat bermanfaat ketika di masyarakat.

“Kami sangat berterimakasih kepada segenap pengurus dan pimpinan IAIN Salatiga, karena anak kami telah mendapat ilmu yang banyak dan kelak dapat bermanfaat bagi masyarakat serta bangsa Indonesia,” kata Abdul. (zid/hms)

 

 

 

Mahasiswa Thailand Ikuti Rangkaian Perkemahan Wirakarya PTKN di Riau

SALATIGA – Dua mahasiswa asal Thailand yang bekuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan dalam Perkemahan Wirakarya (PW) Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) XIV 2018 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, mulai 3-10 Mei 2018.

Mahasiswa Thailand yang terdaftar sebagai peserta PW PTK XIV 2018 dari IAIN Salatiga yakni Surainee Tohyeng, jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) dan Muhammad Ikbal Wadeng, jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Menurut Muhammad Ikbal Wadeng, Ia merasa sangat beryukur dapat berpartisipasi dalam rangkaian PW PTK XIV 2018 yang diselenggarakan di UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Selasa (8/05).

“Kesan Saya dari kegiatan ini adalah pengalaman pertama yang luar biasa dan tentunya menambah persaudaraan. Kedepan teman-teman mahasiswa Thailand perlu ikut latihan bersama Racana IAIN Salatiga, sehingga dapat menjaga kekompakan lebih baik lagi,” ujar Ikbal.

Selama kegiatan PW PTK XIV 2018 mereka mengikuti kegiatan antara lain tentang wawasan kebangsaan, pariwisata, serta tinggal di home stay yang berada di wilayah alam panjang, skitar pinggiran sungai kampar. Salah satu kegiatan disana yakni membangun destinasi wisata alam yang dilaksanakan secara bergelombang oleh masing-masing peserta PW PTK.

Perkemahan Wirakarya sendiri diperuntukan untuk kalangan Pramuka Pandega pada  Gugus Depan PTK (UIN, IAIN dan STAIN) akan mengangkat tema lingkungan, budaya dan wisata (Eco Culture Tourism).  Sebanyak 1.500 peserta dari  57 PTK se-Indonesia akan dikelompokan dalam dua kegiatan besar. Separuh peserta akan melakukan aktivitas di Bumi Perkemahan dan separuhnya lagi akan melakukan kegiatan bhakti masyarakat.

Moh. Khusen, M.Ag., M.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, mewakili Rektor IAIN Salatiga saat melepas kontingen mengungkapkan rasa syukur bahwa Racana Kusuma Dilaga-Woro Srikandi IAIN Salatiga tahun ini kembali mengirimkan delegasi di ajang PW PTK XIV di Riau. Kegiatan berskala nasional tersebut disamping bertujuan untuk ikut berdharma bakti di lokasi perkemahan juga diharapkan bisa dimanfaatkan oleh semua peserta untuk menimba ilmu tentang Eco Cultural Tourism untuk dikembangkan lagi sepulang dari Riau.

Beliau juga berpesan, “sebagai Pramuka sejati sudah selayaknya seluruh anggota kontingen IAIN Salatiga menjaga nama baik almamater dan selalu berusaha menjadi pionir dalam setiap kegiatan pengabdian dan raihan prestasi”, tambahnya. (zid/hms)

Mahasiswa Bidikmisi Presentasi di USIM Malaysia

SALATIGA – Mahasiswa Bidikmisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga presentasi paper pada National Conference on The Sciences and Social Sciences (Nacoss) ke III yang digelar di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Rabu-Kamis (2/05).

Konferensi tersebut digagas oleh Academic International Dialogue (AID) Conference dan diikuti dari berbagai negara dengan total mencapai 111 peserta. Mahasiswa Bidikmisi IAIN Salatiga yang terdaftar dalam konfrensi tersebut yakni Ikfi Rizqia Jurusan Tadris IPA, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan; dan Tio Famor Gunawan dari Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Paper Ikfi Rizqia yang dipresentasikan yakni dengan judul “Problem Solving Sain di Era Digital”. Sedangkan paper dari Tio Famor Gunawan yakni dengan judul “Pengaruh Pembiayaan Mudharobah Masyarakat dan Non Performing Financing Terhadap Tingkat Profitabilitas (Studi Pada Bank Umum Syariah yang Terdapar di Bank Indonesia Periode 2012-2016)”.

Menurut Ikfi Rizqia, Nacoss III merupakan agenda seminar Nasional conference yang dilaksanakan di Malaysia. Saya merasa beryukur merupakan salah satu peserta dari  IAIN Salatiga untuk mewakili acara tersebut. “Event ini bagi saya sangat menarik, peserta berlomba-lomba dalam membuat jurnal, paper dan lain sebagainya untuk dipresentasikan,” ujar Ikfi.

Selain itu, Acara ini sangat mendukung kompetensi dari peserta untuk mengembangkan bakat dalam penelitian-penelitian. Dengan berpartisipasi dalam event tersebut banyak sekali manfaat yang didapat, salah satunya dapat memberikan kontribusi untuk diri sendiri,  jurusan, dan khususnya untuk IAIN Salatiga.

“Dengan mengikuti event tersebut Saya bisa mendapatkan manfaat melalui sharing gagasan dan pengetahuan dari perserta berbagai negara. Tentunya Saya berharap akan ada mahasiswa lain khususnya mahasiswa bidikmisi yang akan mengikuti acara bertaraf internasional di berbagai negara,” tukas Ikfi.

Salah seorang panitia asal Indonesia, Dr. Budi Saputro mengatakan konferensi tersebut membahas berbagai permasalahan di antaranya teaching methods, culture & religion, wisdom of change, banking & finance, earning & expenses, Trust building, satisfaction & performance , education as industry, Arabic, society & neighbourhood, science & digital, undergraduate, leadership & management, industry variaties, teaching & learning.

“Acara konferensi terdapat beberapa sesi antara lain keynote sessions, video presentations, paralel session, poster presentation dan awarding bagi presentasi terbaik,” ujar dia melalui pesan tertulisnya. (zid/hms)

 

Mahasiswa IAIN Salatiga Peserta Nacoss III di Malaysia

SALATIGA – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menjadi peserta pada National Conference on The Sciences and Social Sciences (Nacoss) ke-III yang digelar di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Rabu-Kamis (2-3/05/ 2018).

Konferensi tersebut diikuti 111 peserta dari berbagai negara ini digagas  Academic International Dialogue (AID) Conference. Mahasiswa yang mewakili IAIN Salatiga dan Indonesia dalam konfrensi tersebut yakni Ikfi Rizqia, Wawan Kurniawan dan Muhammad Abdau Yazid dari Jurusan Tadris IPA, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan; Umi Kulsum dan Dennis Ossy January dari Program Pascasarjana S2 PGMI; serta Tio Famor Gunawan dari Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Selain itu ada juga satu dosen yakni Prof. Mansur, M.Ag. yang juga menjadi presenter dalam konferensi tersebut.

Salah seorang panitia asal Indonesia, Dr. Budi Saputro mengatakan konferensi tersebut membahas berbagai permasalahan di antaranya teaching methods, culture & religion, wisdom of change, banking & finance, earning & expenses, Trust building, satisfaction & performance , education as industry, Arabic, society & neighbourhood, science & digital, undergraduate, leadership & management, industry variaties, teaching & learning.

“Acara konferensi terdapat beberapa sesi antara lain keynote sessions, video presentations, paralel session, poster presentation dan awarding bagi presentasi terbaik,” ujar dia melalui pesan tertulisnya.

Sementara itu, Moh. Khusen, M.Ag., M.A., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama saat ditanya tentang mahasiswa yang menjadi peserta dalam Nacoss III di Universiti Sains Islam Malaysia mengakatan, merasa bangga dan bersyukur IAIN Salatiga dapat berpartipasi dalam kegiatan tersebut. “Kami bersyukur dan bangga kepada para mahasiswa yang telah lolos seleksi serta dapat menyampaikan gagasanya melalui paper,” kata Moh. Khusen.

Beliau juga menambahkan, dengan para mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut harapannya dapat menambah pengetahuan mereka. “Kedepannya gagasan dari para mahasiswa tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat serta pengembangan ilmu di IAIN Salatiga,” tambahnya. (zid/hms)