Category Archives: Berita Mahasiswa

Peringatan Money Game

WASPADA…….. WASPADA………..  WASPADA………… !!!

TINGKATKAN KEWASPADAAN BERSAMA !!!
KEPADA SELURUH MAHASISWA IAIN SALATIGA, SADARLAH BAHWA BISNIS MONEY GAME SEDANG MERAJALELA DI SALATIGA DAN SEKITARNYA . OLEH KARENA ITU, HINDARI DAN KATAKAN TIDAK !!! TERHADAP AJAKAN BERBISNIS MONEY GAME BERKEDOK MLM APAPUN NAMANYA.

PARADE TARI MAHASISWA PGMI IAIN SALATIGA

SEBAGAI sarana untuk melestarikan budaya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Salatiga angkatan 2012 mengadakan parade tari kreasi baru 2015 yang bertema “Seni Tari Media Pendidikan Karakter Bangsa”.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (17/1) di auditorium kampus I IAIN Salatiga ini menampilkan 12 jenis tarian yang ditampilkan oleh 13 kelompok penari yang berasal dari para mahasiswa tersebut. Tarian-tarian yang dibawakan yaitu tari Soyong, tari Incling Jangget, tari Mayong, tari Pongan, tari Laole, tari Galier, tari Topeng Wuyung, tari Tak tok, tari Koko, tari Gebyar Muncar, tari Abyor, dan tari Samirah Cengklung.

Parade Tari PGMI 2015

Selain sebagai sarana melestarikan budaya Jawa parade tari ini juga bertujuan untuk memberikan penilaian mata kuliah Seni Tari yang diampu oleh Wido Muwardi, M.Pd.
Dalam sambutannya Achmad Maimun, M.Ag., selaku Sekretaris Jurusan Tarbiyah, menyampaikan bahwa seni tari ini sebagai salah satu budaya Indonesia yang harus dikuasai oleh mahasiswa PGMI sebagai bekal ketika menjadi guru sehingga nantinya bisa disalurkan kepada peserta didik.

Dalam acara ini turut dihadiri Peni Susapti, M.Si., selaku Kaprogdi PGMI dan dihadiri oleh mas dan mbak runner up duta IAIN Salatiga.

Di akhir acara diumumkan tiga penampilan terbaik oleh Wido Muwardi, M.Pd., yaitu tari Incling Jangget, tari Laole, dan tari Topeng Wuyung. (End)

Ikuti Fossei Semarang, KSEI IAIN Salatiga Raih Juara 2 MTQ

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) IAIN Salatiga mengikuti acara sarasehan dan aneka perlombaan yang diadakan oleh Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FOSSEI) Semarang pada Jum’at-Sabtu (19-20/12) yang diadakan di kampus Unissula Semarang.

Aneka perlombaan yang diadakan oleh panitia yaitu lomba cerdas cermat (LCC), Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ), dan membuat artikel. Peserta yang mengikuti yaitu perwakilan dari organisasi berbasis ekonomi Islam yang berasal kampus-kampus yang ada di Semarang dan sekitarnya seperti Undip, Unnes, UIN Walisongo, Polines, IAIN Salatiga, dan beberapa kampus lain.

Dalam perlombaan tersebut, delegasi dari KSEI IAIN Salatiga, Hana Septiana, berhasil mendapatkan juara 2 dalam cabang lomba MTQ. Atas hasil tersebut, dia mendapatkan Hana yang merupakan mahasiswa Perbankan Syari’ah IAIN Salatiga ini mendapatkan hadiah berupa tropi, piagam, dan uang pembinaan dari panitia.

“Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi KSEI IAIN Salatiga atas diraihnya prestasi ini.” tutur Abdul Hakim, pengurus KSEI IAIN Salatiga.

Selain perlombaan, acara juga diisi dengan sarasehar bersama yang disiapkan panitia dan diikuti oleh para peserta. Dalam sarasehan tersebut, dibahas beberapa hal, diantaranya adalah mengenai peran organisasi ini dalam hal membumikan ekonomi syari’ah. (afs)

Galang Dana untuk Banjarnegara

Bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, di penghujung tahun 2014 ini memberikan rasa duka bagi bangsa ini. Hal inilah yang mengundang simpati dari berbagai kalangan untuk sedikit meringankan beban dari saudara yang kena musibah tersebut.

Salah satunya yaitu dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Darul Amal IAIN Salatiga yang mengadakan penggalangan dana dengan berkeliling di Kota Salatiga, pada Sabtu (20/12). Sebelum aksi keluar, para mahasiswa ini juga mengadakan do’a bersama dengan berharap musibah ini segera selesai dan masyarakat yang kena musibah diberikan kesabaran dan ketabahan.

Aksi penggalangan dana tersebut dilakukan di kompleks bundaran Tamansari dan Pasar Raya Salatiga, serta di beberapa bangjo di Salatiga.

Dengan membawa kardus bertuliskan kepedulian terhadap Banjarnegara, tidak sedikit dari pengguna jalan dan masyarakat sekitar, serta para pemilik pertokoan antusias memberikan sumbangan.

Dalam aksi ini, terkumpul sumbangan hingga lebih dari Rp. 2 juta. Dana ini nantinya akan disalurkan melalui lembaga kampus IAIN Salatiga.

Selain dari organisasi LDK ini, ada juga dari beberapa organisasi internal kampus IAIN Salatiga yang juga melakukan penggalangan dana di dalam kampus dan di luar kampus.

“Tujuan dari aksi ini agar temen-temen mempunyai rasa solidaritas yang tinggi untuk saling membantu tentunya.” tutur Luqman Hakim, ketua umum LDK. Luqman menambahkan bahwa dana yang diperoleh dari aksi tersebut disalurkan ke Satuan Mahasiswa Peduli Bencana (SMPB). Aksi tersebut mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat dibuktikan dengan masyarakat langsung peduli terhadap aksi yang dilakukan tersebut. (ziz/fan)

Training Super Memory di STAIN Salatiga

KEBANYAKAN manusia hanya memakai kurang dari 3% dari potensi kemampuan otaknya dalam melakukan kegiatan sehari-hari termasuknya dalam hal belajar. Selain itu, kebanyakan manusia lebih banyak memakai otak kiri dalam bekerja. Oleh karenanya, sangat besar manfaatnya apabila potensi otak ini dimaksimalkan penggunaannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan diri memakai otak kanan dalam aktivitas sehari-hari.

Kutipan itulah yang menjadi pembahasan dalam sebuah kegiatan bertajuk Training Super Memory dan Workshop Metode Menghafal Cepat yang dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Darul Amal STAIN Salatiga bekerjasama dengan Lembaga Bimbingan dan Pelatihan (LBP) RADHWA, Brain Learning Center (BLC), dan Biro TAZKIA STAIN Salatiga pada Ahad (14/12).

Tampil sebagai trainer dalam pelatihan yang diadakan di Auditorium kampus I STAIN Salatiga ini yaitu Gusti Nyoman Indrayana, CT.CM., (master super memory) dan Walyono, S.Pd.I., CT.CM., (motivator pendidikan). Pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa serta masyarakat umum.

Training Super Memory STAIN Salatiga 1

Dalam kesempatan tersebut, Gusti Nyoman Indrayana menyampaikan beberapa hal, diantaranya yaitu mengenai pentingnya untuk menyeimbangkan penggunaan antara otak kanan dan otak kiri. Mayoritas pendidikan di negeri ini hanya menggunakan otak kiri. Yang memakai otak kanan hanya pendidikan di PAUD dan TK.

Selain itu, dua trainer ini juga menyampaikan cara-cara untuk mengoptimalkan peran kedua otak ini, terutama otak kanan. (afs)