Category Archives: Berita Mahasiswa

Mitapasa Sukses Selenggarakan MCC 2017

Salatiga–Unit kegiatan mahasiswa pecinta alam (Mapala) Mitapasa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga sukses menggelar Mitapasa Climbing Competition  (MCC) 2017. MMC di laksanakan di Wall Climbing Mitapasa Kampus 1 IAIN Salatiga, akhir pekan lalu.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta mapala dan Pelajar putra/putri dari berbagai daerah di Indonesia. MCC merupakan ajang kompetisi dalam bidang olahraga panjat dinding bagi mapala dan pelajar di tanah air.

Ketua umum Mapala Mitapasa IAIN Salatiga Soleh Rubiyanto, menjelaskan bahwa tujuan diadakanya  MCC ini sebagai ajang adu prestasi bagi atlit-atlit climber mapala dan pelajar. Disamping itu, tujuan lain yakni sebagai ajang silaturahmi antar Mapala Se-Indonesia.

“Kami sangat berharap MCC 2017 ini mampu untuk menumbuh kembangkan minat anak-anak muda untuk gemar berolahraga walaupun tidak harus panjat tebing, karena olahraga sangat penting untuk kesehatan tubuh,” terang Soleh.

Sedangkan Ketua panitia Abu Yazid, mengatakan lomba terakhir digelar 2013 lalu, dengan jumlah peserta 30 orang. Namun kali ini jumlah peserta mebludak, melebihi dari target yang diperkirakan. “MCC pada tahun ini terbilang  sukses, karena jumlah peserta yang mendaftarkan melebihi target yang diperkirakan oleh panitia,” katanya.


Pertandingan

Abu Yazid juga menambahkan bahwa, jumlah peserta tahun ini mencapai 106 orang. Untuk itu, pada pelaksanaan MCC tahun ini terbagi tiga tahapan pertandingan yang harus di lewati oleh para peserta, yaitu : kualifikasi, semifinal, dan final.

“Seperti diketahui, panjat diding merupakan cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Porprov, PON, dan lain sebagainya, serta menjadi cabang andalan di Jawa Tengah. Jadi kami merasa senang bisa sukses menyelenggarakan MCC ini,” ujar Abu.

Para juara akan mendapatkan trophy dan uang pembinaan dari mapala Mitapasa IAIN Salatiga.  Adapun untuk kategori Mapala putra Juara pertama diraih Moh. Abdul Latif (Mapala Osipital kedokteran UNSOED), juara kedua diraih Dama Sautsa Qanidellabas (Mapala Himapala Bekisar Jember), dan juara ketiga diraih Moh. Hidayat (Mapala Aldakawanaseta UDINUS).

Sedangkan untuk kategori Mapala putri juara pertama diraih Ida Putri Perdana S. (Mahapala Stesia Surabaya), juara kedua diraih Ruri Diwira (Mapala Mitragahana FEB UKSW Salatiga), dan juara ketiga diraih Nova Amelia (Mapala Aldakawanaseta UDINUS).

Dalam kategori pelajar, juara pertama Alamsyah Cahya Putra (RHC Makalu SMAN 12 Surabaya), juara kedua diraih Gracia Evania Laviola (SMAN 3 Purwokerto), dan sebagai peraih juara ketiga Farida (SMPN 3 Batang).

IAIN Salatiga Selenggarakan KML 2017

Sebanyak 86 mahasiswa bidikmisi angkatan tahun 2015 dan 2016 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga ikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML). Acara KML berlangsung di Kampus III IAIN Jl. Lingkas Salatiga, pekan lalu.

Perseta KML tahun ini berasal dari mahasiswa bidikmisi angkatan 2015 sejumlah 29 orang dan angkatan 2016 sebanyak 57 orang. KML 2017 bertempat di Kampus III IAIN Salatiga dan berlangsung pada 22-27 September 2017.

Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) IAIN Salatiga bekerjasama dengan Kwarting Cabang (Kwarcab) Kota Salatiga. Dalam rangkaian pembukaan KML dihadiri Rektor IAIN Salatiga selaku Ka. Mabigus Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd., Ka. Kwarcab Kota Salatiga Muh. Haris, M.Si., dan sejumlah pelatih dari Kwarcab Kota Salatiga.

Ka. Mabigus IAIN Salatiga Rahmat Hariyadi saat memberikan sambutan berpesan pendidikan Pramuka adalah kegiatan itu menarik, menantang, dan menyenangkan. Selain itu, pendidikan Pramuka mengandung pendidikan yang membentuk karakter. “Pendidikan Pramuka itu penting, pendidikan yang menarik, menantang, dan menyenangkan dapat membentuk karakter generasi bangsa,” kata Ka. Mabigus.


Kemudian Ka. Kwarcab Kota Salatiga Muh. Haris ketika membuka cara itu mengatakan, kursus ini merupakan kerjasama antara gugus depan 02.237 dan 02.238 pangkalan IAIN Salatiga dengan Kwarcab Kota Salatiga dan sudah berjalan 15 tahun atau 3 periode kepemimpinan.

“Kursus ini mempersiapkan calon pembina Pramuka yang mumpuni, maka ikutilah kursus dengan sungguh2 secara progresif dan mengamalkan Prinsip Dasar Kepramukaan serta Metode Kepramukaan Supaya menjadi pembina yang mumpuni,” ujar Muh. Haris.

KMD dan KML sendiri adalah salah satu program unggulan dalam pengelolaan mahasiswa bidikmisi dibawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama dalam membentuk karakter. KML sendiri mempunyai tujuan memberikan bekal tambahan mahasiswa bidikmisi setelah lulus mempunyai surat pendamping ijazah sebagai bekal terjun di masyarakat.

Rangkaian kegiatan KML 2017 ditutup Waka Binawasa Nunuk Dartini, M.Si. didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Moh. Khusen, M.Ag., M.A. dan Pembina gugus depan 02.237 dan 02.238, Rabu (27/09/2017).

Lomba PBB SMA se-Jawa Tengah 2017

Unit Kegiatan Mahasiswa Resimen Mahasiswa (MENWA) 953 Mahadipa IAIN Salatiga mengadakan Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) tingkat SMA Sederajat se-Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu, 16-17 September (kemarin). Acara tersebut diselenggarakan di Lapangan Kampus 2.

Dalam pembukaan acara tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama, perwakilan dari Kodim 0714 dan Wakil Walikota Salatiga turut hadir sekaligus membuka acara. Wakil Walikota Salatiga Muhammad Haris mengapresiasi terselenggarakannya lomba PBB ini.

“Melalui lomba tersebut tentunya dapat membangun karakter pelajar di Indonesia khususnya para peserta Lomba PBB tahun ini,” kata Haris.  

Wakil Walikota juga berpesan kepada peserta, dengan kegiatan ini para peserta bisa menikmati suasanya di Kota Salatiga. Sehingga saat kembali ke sekolah atau ke kota masing-masing membawa oleh-oleh cerita tentang Kota Salatiga.


Acara tersebut diikuti oleh 18 tim perwakilan SMA/SMK/MA se-Jawa Tengah yang terbagi menjadi 2 session. 10 tim pertama tampil pada hari Sabtu, sedangkan 10 tim kedua tampil pada hari Minggu.

Keluar sebagai juara pertama pada Lomba PBB 2017 tersebut dimenangkan oleh SMK Negeri 2 Salatiga, disusul juara kedua oleh SMK Negeri 1 Tengaran dan juara ketiga dimenangkan oleh SMA Negeri 1 Ungaran. Kemudian pada Komandan Regu (Danru) terbaik diraih oleh Komandan Regu dari SMK Negeri 2 Salatiga.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Moh. Khusen saat memberikan tropy sekaligus menutup lomba tersebut mewakili Rektor merasa bersyukur acara tahunan ini dapat terus diselenggarakan. “Salah satu tujuan lomba PBB ini adalah ajang silaturahmi, silaturahmi antar sekolah di Kota Salatiga khususnya dan umumnya di luar Kota Salatiga dan tetunya para peserta dapat lebih mengenal IAIN Salatiga,” ujarnya.

IAIN Salatiga Berhasil Memilih Duta Mahasiswa 2017

Duta mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga 2017, berhasil memilih Alvin Dwi Nugroho dan Fajar Purwaningsih dinobatkan sebagai Mas dan Mbak Duta IAIN, Senin (2/10), di aula kampus I. Keduanya menyisihkan 62 mahasiswa lainnya yang ikut dalam grand final Mas dan Mbak Duta IAIN tersebut.

Alvin Dwi Nugroho (Tadris Bahasa Inggris) dan Fajar Purwaningsih mahasiswa Kelas Khusus Internasional (KKI)). Sementara juara II diraih Karnoto (Hukum Tata Negara) dan Viola Utari (Perbankan Syariah), dan juara III diraih Wawan Kurniawan (Tadris IPA) dan Yunita Nur Indah Sari (PAI). Moh Sabar, Duta IAIN Salatiga 2014 menjelaskan, pemenang lomba nantinya akan mewakili mahasiswa IAIN dalam berbagai kegiatan, baik di dalam kampus atau di luar kampus. ”Kegiatan yang diikutinya, seperti menyambut tamu rektorat, menghadiri sosialisasi kampus IAIN, dan sejumlah agenda lainnya,” terang Sabar.

Sementara Mohammad Farid, ketua Panitia Pelaksana mengatakan proses seleksi dimulai dari pendaftaran yang diikuti 64 mahasiswa dari perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan ada juga yang perseorangan. Tiap peserta diwajibkan mengikuti berbagai rangkaian seleksi mulai dari adminitrasi, tes tertulis, wawancara, dan adu kemampuan serta bakat. ”Proses seleksi dimulai sejak 26 September lalu dan finalnya pada hari ini, Senin (2/10) (kemarin),” jelas Farid.


Mewakili Rektor IAIN Salatiga, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Moh. Khusen, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar oleh Paguyuban Duta Mahasiswa (Pandama) ini. Menurutnya, kualitas Duta IAIN dari tahun ke tahun, semakin baik. Hal tersebut dibuktikan dengan 6 jawaban dari para finalis.

“Diantaranya mahasiswa IAIN harus selalu menjunjung akhlak dimanapun berada, sebagai mahasiswa IAIN juga harus bisa memberikan informasi tentang IAIN Salatiga dan kota Salatiga baik di daerah lain maupun di ajang yang lainnya,” ujar Wakil Rektor.

Wakil Rektor menambahkan bahwa semua peserta pada grand final ini merupakan duta IAIN Salatiga. Peserta duta mahasiswa itu harus memiliki kelebihan 3-B yakni brain (kecerdasan), behavior (sikap), dan brave (keberanian). Dalam kegiatan itu Wakil Rektor Bidang Kemahsiswaan dan Kerja Sama juga merupakan salah satu juri saat grand final digelar.

Tere Liye; Menulis Itu Seperti Halnya Memasak

Bagi Tere Liye, menulis itu seperti halnya memasak, tidak perlu melihat resep masakan namun memasak seperti Ibu. Hal tersebut disampiakna penulis best seller dihadapan 250 peserta pada acara Talk Show di Audotorium Kampus I, Minggu (24/09) kemarin.

Talk Show dengan tema “Bercinta Dengan Sastra” dibuka langsung oleh Rektor IAIN Salatiga, Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. Dalam sambutannya Rektor mengucapkan terimaksih kepada Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika, telah menghadirkan penulis best seller. “Dengan hadirnya Tere Liye ini diharapkan para mahasiswa, khususnya mahasiswa IAIN Salatiga bisa mengikuti jejak menjadi penulis hebat dan saya juga sebagai penggemar bang Tere Liye,” kata Rektor.

Sementara Liye saat memberikan paparan dihadapan peserta mengatakan apapun bahannya masakan itu pasti bisa dinikmati. Artinya, ketika menulis apapun pokok pikirannya jika digarap serius dan dengan sepenuh hati pasti tulisan itu dapat dinikmati oleh pembaca. Ia juga mengungkapkan bagaimana sakit hatinya ketika mengirim naskah namun ditolak. Meski ia penulis besar namun sebelum naskahnya diterbitkan oleh Republika dan Gramedia ia sempat di tolak oleh beberapa penerbit.

“Ide seorang penulis bisa berasal darimana saja, bisa dimulai dari kehidupan sehari-hari, pengalaman pribadi, atau bahkan pengalaman keluarga sendiri. Tetapi jangan lupa bahwa ide tersebut juga bisa diperdalam dengan riset dan jangan ide tersebut jangan dibuang begitu saja, karena siapa tahu bisa digunakan untuk membuat karya sastra lanjutan” ujar penulis novel Bintang.


Karya Liye yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta adalah novel “Bintang”. Novel “Bintang” sendiri mempunyai tiga fakta menarik didalamnya. Fakta pertama tentang kehidupan yang berbeda dimensi, kedua pesan moral, dan ketiga belum berakhir. Fakta ketiga dari novel tersebut menunjukan bahwa Liye akan segera membuat buku lanjutan dar novel sebelumnya.  

Hadirnya Tere Liye di kampus memberikan pengalaman dan mengajarkan penulis-penulis pemula dalam membuat karya sastra. Ia memberikan berbagai tips untuk peserta bagaimana cara menulis karya sastra yang baik. Pada sesi tanya jawab antusiasme para peserta begitu besar, hal itu dilihat ketika moderator M Rabbani Hasan melontarkan kesempatan untuk bertanya.

“Kalau bertanya dengan saya mengenai bagaimana bisa menulis dengan baik maka saya akan menjawab latihan. Tulis 1000 kata perhari. Selama 180 hari nonstop. Ciri-ciri penulis yang baik adalah penulis yang menulis setiap hari,” ungkapnya ketika salah seorang peserta bertanya.

Latihan, itulah hal yang sering disebut oleh Tere Liye. Dalam proses menuju penulis terkenal, ia mengatakan bahwa latihan perlu ditingkatkan supaya tidak berhenti ditengah jalan. Terkadang menulis itu mudah namun seringkali menulis itu sulit.

“Saya pernah merasakan betapa sakitnya ditolak oleh penerbit, dan meski sudah bertahun-tahun lamanya namun masih saya ingat. Ketika tahun berlalu, mereka meminta kembali naskah kepada saya dengan iming-iming uang yang lebih besar. Namun, saya tidak pernah menerima hal-hal yang semacam itu. Sakitnya itu disini,” terangnya diiringi tepuk tangan dan gelak tawa peserta. (Ida Fadilah/LPM Dinamika)