Tag Archives: kunjungan

IAIN Salatiga-Polres Salatiga Komitmen Ciptakan Keadaan Kondusif

SALATIGA-Institut Agama Islam Negeri Salatiga dan Polisi Resort Salatiga menjalin komitmen untuk menciptakan keadaan kondusif di wilayah Kota Salatiga. Komitmen tersebut dibuat sebagai wujud kepedulian dua institusi dalam menciptakan kota yang toleran.

Seperti diketahui, bahwa beberapa pekan lalu di berbagai daerah termasuk di Kota Salatiga para mahasiswa melakukan demontrasi menyoroti adanya pasal-pasal yang telah digodog di DPR.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Sidqon Maesur, Lc. M.A. usai menerima kunjungan Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan bahwa dalam menyikapi perkembangan tersebut, IAIN Salatiga bersama Polres Salatiga  mengajak para mahasiswa dan masyarakat untuk memelihara keadaan kondusif Kota Salatiga dengan suasana yang rukun serta taat pada norma beragama dan negara. Terlebih lagi, IAIN berada di kota toleransi serta menjadi destinasi belajar mahasiswa dari seluruh Indonesia dan luar negeri.

“Kita menghindarkan diri dari ajakan/provokasi yang bisa menimbulkan keretakan ikatan bermasyarakat. Sebaliknya mengedepankan hidup damai, saling menghormati dan bergotong royong untuk kesatuan masyarakat di kota Salatiga dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar doktor bidang Minat Kajian Timur Tengah dari program Studi Agama dan Lintas Budaya tersebut, Senin (07/10/2019).

Sementara itu, Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono dalam silaturahmi dengan jajaran pimpinan IAIN Salatiga menyampaikan terima kasih atas penyampaian aspirasi para mahasiswa serta masyarakat yang dapat berjalan tertib dan tetap menjaga situasi keamanan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Salatiga berharap para mahasiswa dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Mahasiswa bisa lebih mengutamakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat seperti bakti sosial. Misalnya saat ada musim kemarau mahasiswa bisa membantu di daerah yang kesulitan air dan apabila ada permasalahan lebih baik didiskusikan dengan baik,” terang AKBP Gatot.

 

 

Penulis : Ilman
Editor : Nahla
Sumber : IAIN Salatiga

IAIN Salatiga Tuan Rumah Forum Perencanaan PTKIN Se-Indonesia

SALATIGA-IAIN Salatiga menjadi tuan rumah rapat koordinasi forum perencanaan PTKIN Se-Indonesia pada Selasa-Rabu, 13-14 Agustus 2019. Sebanyak 74 peserta dari PTKIN Se-Indonesia dan staf IAIN Salatiga hadir untuk mengikuti acara tahunan ini yang diselenggarakan di Hotel Wahid dan Kampus 3.

Ketua Forum Perencanaan, Suhaimi, M. Pd mengatakan pertemuan yang laksanakan di IAIN Salatiga adalah dalam rangka menindaklanjuti hasil output pada buku pedoman dan penyusunan penganggaran PTKIN di Indonesia. Buku pedoman sudah terbit sejak 2015. Di tahun 2019 ini, kita akan melakukan beberapa revisi buku pedoman untuk 2020.

“Adapun pertemuan kali ini adalah bagian dari proses finalisasi buku pedoman. Ada beberapa pergeseran output serta support selama melakukan program masing-masing PTKIN,” katanya.

Dia juga berharap hasil di sini menjadi diskusi terakhir sebelum buku ini dipesan sebagai buku untuk diperbanyak sebagai pedoman perencanaan PTKIN seluruh Indonesia. “Seyogyanya di IAIN Salatiga ini akan membahas masukan-masukan demi menciptakan buku pedoman ini,” imbuh Suhaimi.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., mengatakan forum-forum semacam ini menjadi ajang untuk saling belajar supaya kelebihan yang dimiliki masing-masing PTKIN dapat disatukan.

“Forum perencanaan ini sangat penting karena sama halnya dengan gagal merencanakan sama halnya dengan merencanakan kegagalan tapi kalau berhasil merencanakan sama halnya dengan merencanakan keberhasilan,” kata Prof. Zakiyuddin.

Beliau juga menambahkan, bahwa sebuah PTKIN terutama yang masih STAIN atau IAIN yang usianya masih muda, dalam keterbatasan dana jangan menjadi halangan untuk memiliki cita-cita besar. “Tidak boleh ciut dan pupus harapan, perencanaan saya selalu melihat teks proklamasi,” imbuh beliau dalam pembukaan Rapat Koordinasi Tim Task Force dan Tim Teknis Forum Perencanaan PTKIN se Indonesia di Hotel Wahid, Selasa (13/08/2019).

Yusuf Ismail S. H selaku Kepala Sub Bagian Perencanaan IAIN Salatiga mengatakan dipilihnya sebagai tuan rumah dikarenakan tempatnya strategis dan dirasa mampu mengadakan acara ini.

“Besok kita akan ajak keliling kampus melihat perpustakaan, jurnal. Adapun rencananya yaitu menyelesaikan  dan membahas tentang buku pedoman penyusunan anggaran dan membahas aplikasi Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian Lembaga (RKAKL),” ujarnya.

Selanjutnya, Dr. Agus Waluyo, M.Ag memberikan apresiasi kepada forum perencanaan sebagai sumber energi bagi kampus layaknya “paranormal” yang memikirkan PTKIN di masa yang akan datang. Berkaitan dengan hasil rakor berupa draft Buku Pedoman Perencanaan tersebut, diusahakan agar dapat digunakan oleh seluruh PTKIN.

“Peraturan Pemerintah No.46 tahun 201 perlu dijadikan dasar dalam perencanaan PTKIN agar tidak tertinggal dengan perkembangan PTU,” tandasnya.

 

Perguruan Tinggi Sarana Menciptakan Roh Agama dan Kebangsaan

SALATIGA-Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M. A hadir dalam Interdisiplinary Colloquium yang diadakan oleh Program Pascasarjana IAIN Salatiga pada Sabtu (3/08/2019) siang. Dengan mengangkat tema “Agama dan Kebangsaan”, Prof Nasaruddin menjelaskan pentingnya agama adalah untuk memberikan roh kebangsaan kita, dan kebangsaan untuk mewadahi perkembangan agama.

“Perguruan tinggi Islam menjadi sarana untuk menciptakan roh Agama dan kebangsaan. Serta mendukung terwujudnya muslim moderat, terutama Perguruan tinggi Islam di bawah Kementerian Agama seperti STAIN, IAIN, maupun UIN. Karena disini memberikan pengajaran secara komprehensif antar mahzab antar aliran, tidak menjelekkan yang satu kemudian mengistimewakan yang lain,” katanya.

Agama dan kebangsaan menjadi dua substansi yang menyatu di dalam bumi Indonesia. Menurutnya, negara Indonesia tanpa agama bukan Indonesia dan sebaliknya, agama tanpa diwadahi bangsa juga tidak bisa menjadi negara. Jadi negara dan bangsa saling membutuhkan satu sama lain, yang menjadikan komponen ini menyatu adalah rakyat.

“Jadi, tidak boleh berat sebelah mengedepankan agama atau mengedepankan bangsa harus seimbang. Agama dan bangsa di paralel akan ada keuntungan bagi Indonesia,” ungkap Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran Jakarta ini.

Berseminya hubungan agama dan negara di Indonesia menjadi contoh bagi negara-negara lain, lanjutnya. Indonesia bisa menjadi bangsa 100% dan juga menjadi umat Islam 100 %. Melihat di negara lain ada yang masih mempersoalkan agama dan bangsa tapi di Indonesia sudah selesai, sudah melewati itu semua.

Hidup berdampingan dengan keadilan sosial yang majemuk seperti di Kota Salatiga harus menunjukkan rasa saling pengertian satu sama lain. Menciptakan kesadaran sosial bahwa bangsa ini berasal dari satu latar belakang yang sama, pernah sama-sama di jajah bangsa asing, se-penderitaan. Mengingat sejarah menjadi faktor pengokoh keutuhan bangsa Indonesia.

“Saya tertarik di Salatiga ini, pertama alamnya sangat kondusif, kampus ini (IAIN Salatiga) berpotensi untuk melahirkan generasi muslim cerdas masa depan. Karena homogen tidak heterogen, bisa membangun kebersamaan. Populasi penduduk tidak terlalu krowded seperti di Jakarta. Saya menikmati sekali sepi tidak ada macet, dingin lagi. Kemudian datang ke kampus yang cantik, saya minta ini di rawat kampusnya. Banyak sekali yang pintar membangun tidak pintar merawat, harus ada kesadaran untuk membersihkan kampus. Bukan hanya tugas pimpinan, namun mahasiswa juga harus bisa mengantongi sampah,” tandasnya.

Direktur pascasarjana, Prof. Dr. Phil. Asfa Widiyanto, M.A. mengatakan senang bisa kehadiran tokoh besar untuk memberikan ilmu, khususnya hubungan dengan Agama dan kebangsaan. Mahasiswa perlu belajar banyak agar dapat menciptakan bangsa yang apik.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Prof Nasaruddin sudah berkenan hadir di IAIN Salatiga, saya sangat bersyukur. Dari 200an mahasiswa yang hadir disini, baik pascasarjana maupun S1, saya harapkan dapat mengambil pembelajaran yang disampaikan oleh Prof Nasaruddin,” katanya. IAINSalatiga-#kerenbro_ajib

IAIN Salatiga dan TIE-UPS Internasional India Jalin Kerjasama

SALATIGA – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga dan TIE-UPS India jalin kerjasama dengan melakukan penandatanganan MoU yang diselenggarakan di Gedung KH. Hasyim Asy’ari, Kampus 3, Sabtu (13/07/2019) kemarin.

Turut hadir dalam acara ini yakni jajaran sivitas akademika dari kedua belah pihak, di antaranya adalah Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyudin, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Sidqon Maesur, Lc., M.A., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prof. Dr Mansur, M.Ag., Ketua Pusat Audit Mutu Internal (LPM) IAIN Salatiga, Dr. Adang Kuswaya, M.Ag., Kepala Pusat Audit Mutu Internal LPM, Dr. Budiono Saputro, M.Pd, serta Direktur TIE-UPS Internasional, Mr. Ravi Makhija.

Dr. Budiyono mengatakan bahwa salah satu upaya mewujudakan mutu lembaga dan sivitas, diperlukan kerjasama dengan pihak lain, diantaranya dengan TIE-UPS Internasional. Kerjasama yang dapat dibangun ini cukup banyak, diantaranya pertukaran mahasiswa, exchange professor, twimming program, dual degree, magang, dan internasional conference.

“Maka lembaga memberikan dukungan untuk lebih jauh menjalin hubungan kerjasama, salah satunya yaitu penandatanganan MoU dengan TIE-UPS Internasional India”, tutur Budiyono.

Dr. Budiyono juga menambahkan, bahwa dalam waktu dekat ini, segera diadakan student exchange. LPM akan membuat sebuah format persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta yang ingin mengikuti program itu. Kemampuan Bahasa Inggris ataupun pengetahuan tentang kebudayaan Indonesia agar bisa mengenalkan kebudayaan Indonesia maupun IAIN Salatiga, merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi.

Sementara itu, Direktur TIE-UPS Internasional India, Mr. Ravi Makhija, menyampaikan rasa terima kasih kepada IAIN Salatiga yang sudah menginisiasi untuk melakukan kerjasama.

“Kedepan kerjasama ini akan segera kami tindak lanjuti, agar dapat meningkatkan mutu dari masing-masing institusi. Ini adalah kesempatan bagus, kita akan melakuakan kerjasama antara India dan Indonesia, khususnya TIE-UPS Internasional India dan IAIN Salatiga,” tutur Mr. Ravi Makhija.

Rektor IAN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., sangat menyambut baik atas pertemuan dan gagasan untuk melakukan kerjasama dengan TIE-UPS Internasional India. Kehadiran Mr. Ravi Makhija sebagai simbolis untuk menjalin kerjasama lebih jauh yang dapat bermanfaat bagi dosen maupun mahasiswa IAIN Salatiga.

“Kami sudah menanti kedatangan Mr. Ravi untuk menjalin kerjasama ini, harapan ke depan dapat bermanfaat bagi dosen maupun mahasiswa IAIN Salatiga untuk mengembangkan maupun melanjutkan studi,” kata Prof. Dr. Zaki.

Selain itu, Prof. Zakiyuddin juga sangat mendukung atas hubungan diplomasi Indonesia-India, khususnya pada bidang pendidikan. Karena sebenarnya antara Indonesia-India mempunyai history yang sudah lama terjalin dari segi pendidikan, tetapi belum terlalu diekspos. IAINSalatiga-#AKSI (hms/zie/vr)

UPTPB Sambut Keluarga Jancin Dari Colorado U.S

 

SALATIGA– UPTPB (Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Bahasa) IAIN Salatiga menerima kunjungan persahabatan dari keluarga Devon, Jancin Family dari Colorado U.S di ruang UPTPB, Kampus 3, Kamis (04/07/2019).

Rombongan yang dipimpin langsung Jancin (ayah Devon) tersebut disambut kepala UPTPB IAIN Salatiga, Hanung Triyoko M.Ed. dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Salatiga, Dr. Sidqon Maesur Lc. M.A.. Kunjungan tersebut dimaksudkan dalam rangka silaturahmi keluarga Devon dengan keluarga besar UPTPB IAIN Salatiga.

Seperti yang diketahui bahwa Devon merupakan salah satu pengajar dari Regional English Language Officer (RELO) Kedutaan Besar Amerika yang bekerja sama dengan pihak IAIN Salatiga dalam rangka kontribusi bersama pengembangan sistem pendidikan bahasa Inggris.

Dalam sambutannnya James (ayah Devon) mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar IAIN Salatiga, terutama UPTPB IAIN Salatiga yang sudah menyambut hangat kedatangan keluarganya. “Kami sekularga sangat berterimakasih atas sambutan dari keluarga IAIN Salatiga,” ujar James.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahaiswaan dan Kerjasama, Dr. Sidqon Maesur, Lc. M.A. dalam sambutannnya mengatakan bahwa ia berharap dengan kehadiran Devon di IAIN Salatiga bisa menembah motivasi bagi para mahasiwa untuk lebih meningkatklan kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Inggris.

“Kehadiran Devon di IAIN Salatiga tentunya bisa memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk lebih meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, serta menjaga hubungan yang sudah terjalin dengan Kedutaan Besar Amerika,” kata Wakil Rektor.

Sebelumnya, kepala UPTPB IAIN Salatiga, Hanung Triyoko M.Ed. menyampaikan terima kasih atas kunjungan keluarga James di IAIN Salatiga. Dia juga mengatakan bahwa salah satu misi UPTPB IAIN Salatiga adalah turut serta melestarikan dan mempromosikan adiluhung budaya Indonesia ke dunia internasional.

“Penyambutan kunjungan keluarga Devon Del Jancin yang merupakan pengajar bahasa Inggris di IAIN Salatiga yang bekerjasama dengan RELO Kedubes Amerika, merupakan kesempatan berharga bagi UPTPB IAIN Salatiga untuk menyebarluaskan keindahan budaya Indonesia melalui persahabatan dengan warga negara Amerika,” ujarnya.

Acara tersebut berlangsung meriah, dengan penampilan dari mahasiswa Kelas Khusus Internasional (KKI) yang menampilkan seni tari dan gamelan. Dalam ceremonial tersebut disajikan beberapa makanan tradisional khas Jawa seperti arem-arem, lupis, klepon, dsb. Pada sesi akhir setelah sambutan, mahasiswa dan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut melaksanakan Fokus Grup Discussion terkait kultur budaya dengan Jancin Family. IAINSalatiga-#AKSI (hms/zie)